Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Tuhan
Dalam sholatku
NamaMu kuhidupkan

Tuhan
Dalam Sholatku
Hidupku kuserahkan

Senin, 08 Juli 2013

Sabda Rasulullah SAW: “Tiada siapapun yang lebih pencemburu dari Allah, karena itulah Dia (SWT) melarang perbuatan dosa dan jahat, yang terang terangan atau yang tersembunyi, dan tiada siapapun yang lebih suka dipuji, selain Allah, oleh sebab itulah Dia (SWT) memuji Dzat-Nya (SWT) sendiri) (Shahih Bukhari)

Kamis, 06 Juni 2013

Ya…Nabiyallah... Ya…Rasulallah... Ya…Habiballah... Shalawat dan salam untukmu.


 

 
Rasulullah saw adalah manusia paling lembut hatinya, tetapi juga yang paling berani. Beliau adalah orang yang paling pandai mengendalikan diri, tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita yang dia tidak memiliki hak, atau yang bukan mahramnya. Beliau adalah manusia yang paling dermawan, sehingga tidak pernah meninggalkan koin emas atau perak bermalam di rumahnya. Jika ada yang tesisa sampai di akhir hari dan beliau tidak menemukan seseorang untuk diberi sampai malam tiba, beliau akan pergi keluar, dan tidak pulang ke rumah sampai beliau telah memberikannya kepada orang yang membutuhkan.

Dari apa yang Allah swt anugerahkan kepada beliau, beliau hanya akan mengambil makanan yang paling sederhana dan biasa saja. Beliau tidak pernah menolak memberi hadiah yang orang minta kepadanya. Beliau terbiasa memperbaiki sandalnya sendiri dan menambal pakaiannya sendiri, serta melayani keluarganya, dan membantu mereka untuk memotong daging. Beliau adalah laki-laki yang pemalu, sehingga pandangannya tidak akan pernah tinggal lama di hadapan orang lain. Beliau senantiasa menerima undangan dari seorang biasa atau seorang budak, dan mau menerima hadiah meskipun itu tidak lebih dari seteguk susu atau paha kelinci dan menawarkan sesuatu sebagai balasannya.

Beliau tidak pernah mengkonsumsi apapun yang diberikan dalam bentuk sadaqah. Beliau tidak terlalu bangga untuk membantu seorang budak wanita atau orang miskin. Beliau akan menjadi marah karena Tuhan, bukan untuk dirinya sendiri, beliau akan menegakkan kebenaran dan keadilan meskipun jika hal tersebut menyebabkan ketidaknyamanan pada dirinya sendiri atau teman-temannya.

kutipan oleh Imam Al-Ghazali...

Ya…Nabiyallah... Ya…Rasulallah... Ya…Habiballah... Shalawat dan salam untukmu... semoga kami dapat bertemu denganmu...

Senin, 03 Juni 2013

Mutiara Kata ... ::~

"Bahwa orang bisa baik pada orang lain dalam keadaan tidak mempunyai masalah ini adalah wajar/biasa, tetapi orang yang benar-benar bisa dikatakan baik adalah apabila orang tsb mempunyai masalah terhadap orang lain, sikapnya Bijaksana"


"Seorang hamba do'anya akan senantiasa dikabulkan selama tidak berdo'a untuk perbuatan dosa, atau memutuskan silaturahim, serta selama tidak tergesa-gesa." Beliau ditanya, Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa?" Rasulullah menjawab, "Aku telah berdo'a, aku telah berdo'a, tetapi aku belum melihat do'aku dikabulkan. Lantas ia merasa kecewa dengan hal itu, sehingga ia pun tidak mau lagi berdo'a". (HR Muslim)


“Seseorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal di antara dia dengan Tuhannya tidak ada juru bahasa. Kemudian ia melihat ke kanan, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya. Ia melihat ke kiri tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya; dan ia melihat ke depan, tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Maka hindarilah oleh kalian siksa api neraka walaupun dengan bersedekah saparuh biji kurma” (HR. Bukhari dan Muslim)


"Bertekadlah untuk melakukan apa yang harus dilakukan tanpa ketakutan dan keraguan. Bersikaplah berani dan penuh pengharapan. Percayalah kepada Alloh SWT dan kepada semangat keberanianmu sendiri."


"Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya."(Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)"


"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)


"Amal apakah yg paling dicintai Allah?" Rasulullah berkata,"yg dikerjakan secara tetap walaupun sedikit." Sabdanya lagi,"Lakukanlah amal perbuatan yang sanggup kamu lakukan" (HR. Bukhori)


"Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila ia jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati".(HR. Bukhari dan Muslim)


"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenarnya". (QS. Al-Mu'minuun:115-116)


"Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan,kehidupan dari kehidupan. Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmat pertumbuhan. Pekerjaan yg indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari ini ketika anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yg indah. Setiap hari esok adalah bayangan yg penuh harapan. Maka lihatlah hari ini". (Kalidasa)


Orang-orang yang menafkahkankan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya, Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.al-Baqarah: 274)

Dalam Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui." (HR Bukhari-Muslim).


''Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat kasih sayang. Sebanyak 99 Ia simpan untuk hamba-hamba-Nya nanti di akhirat, sedangkan satunya Ia turunkan kepada umat manusia. Dengan hanya satu rahmat inilah, manusia satu dengan yang lainnya saling mencintai.'' (HR Bukhari-Muslim). 




Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan, kita tidak bisa meneruskan hidup dengan baik jika kita tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati dimasa lalu."


" Tidak ada nikmat yang Alloh berikan setelah nikmat IMAN dan ISLAM, selain saudara yang sholeh. Maka jika salah seorang dari kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-luatpersaudaraan itu dengannya."


" Wanita diciptakan oleh Alloh dari tulang rusuk sebelah kiri laki-laki, tidak tercipta dari tulang kepala karena tidak baik terlalu memanjakannya, tidak tercipta dari tulang kaki karena tidak baik terlalu merendahkannya. Wanita tercipta dari tulang rusuk kiri laki-laki agar lebih dekat ke hati untuk dicintai dan lebih dekat ke tangan untuk dilindungi."


"Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang paling aku benci dan yang paling jauh majelisnya dari aku pada hari kiamat adalah orang yang banyak omong, yang membuat dan bicara seenaknya, serta yang menyombongkan diri (angkuh)." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Nuaim)"

"Dalam Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui." (HR Bukhari-Muslim)."


"Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya. 1. Pemimpin yg adil, 2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya, 3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid 4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, 5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, 'Aku takut kepada Allah!', 6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kiri tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kanannya dan 7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirkan air mata dr kedua matanya" (HR. Bukhari & Muslim)


Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan.

Kamis, 09 Mei 2013

 Mutiara Hikmah

'You have to keep breaking your heart until it opens.' 
`Kamu harus bisa menyimpan kesedihanmu hingga kesedihan itu terbuka dengan sendirinya
~Diwan Jalaludin Ar Rumi

Sabtu, 04 Mei 2013


 Mutiara Hikmah Syeikh Abdul Qodir Jaelani

SIBUK MEMINTA, TAPI LALAI PERINTAH & LARANGAN-NYA

"Setiap saat kalian meminta kepada Allah agar rezeki kalian bertambah. Padahal, rezeki adalah sesuatu yang tidak bertambah dan tidak berkurang, sekalipun semua orang yang mustajab doanya berdoa bersama kalian. Rezeki itu tidak bertambah dan tidak berkurang sedikit pun. Hal ini tidak perlu kalian pusingkan. Karena itu, sibukkanlah diri kalian dengan perintah-Nya dan tinggalkanlah segala larangan-Nya. Janganlah kalian sibuk dengan sesuatu yang sudah pasti, karena hal itu sudah pasti menjadi bagian kalian. Pada saatnya, bagian itu akan datang, baik manis maupun pahit, entah kalian suka entah tidak.

Mutiara Hikmah Syeikh Abdul Qodir Jaelani

 
QADAR ALLAH ADALAH UTUSAN-NYA

"Anakku, tidurlah di atas kasur qadar (ketentuan Allah), dengan berbantal kesabaran, menerimanya dengan lapang tanpa menggerutu, tetap mengabdi kepada Allah dengan berharap meraih pembebasan (solusi) dari-Nya. Bila engkau lakukan itu, Allah Al-Muqaddir (yang menetapkan qadar) akan mencurahkan kepadamu sebagian karunia-Nya lebih daripada apa yang engkau minta dan engkau harapkan.
Wahai kaumku, mari kita tunduk dan menerima segala ketetapan dan perbuatan Allah. Kita tundukkan kepala lahir dan batin menerima qadar-Nya. Kita terima dengan lapang qadar Allah dan membiarkan diri kita hanyut oleh qadar-Nya. Sebab, ketetapan Allah bagaikan utusan kerajaan. Kita harus memperlakukannya dengan baik dan hormat karena kita memandang pada yang mengutusnya. Bila kita memperlakukan ia seperti itu, maka ia dengan sukacita akan membawa kita kepada yang mengutusnya. Di sanalah ada pertolongan (perwalian) Allah. Di sana telah tersedia minuman dari lautan ilmu Allah, makanan karunia Allah yang amat tinggi, keterdekatan dan keakraban bersama Allah, dan limpahan rahmat-Nya."