Sabtu, 26 April 2014

Hakikat Shalat

 Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan dirikita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.
 Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu :
‘ Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal) ‘ Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra dan miraj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillahartinya : segala puji bagi Allah ‘ Apa yang di puji. Adalah : zat (Allah) , Sifat (Muhammad), Asma (Adam) dan Afal (Manusia): ‘
 Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti : Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata. Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya : kecuali Hak Allah semata. ‘ Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72 Inna aradnal amanata alas samawati wal ardi wal jibal. Fa abaina anyah milnaha waasfakna minha wahamalahal insanu. ‘ Artinya : sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya ‘
Dan karena firman Allah inilah kita mengucap : Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah ‘ Yang berarti : Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya AllahSemata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan.
 ‘ Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri. ‘ Karena bila manusia dapat mengenal dirinya, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Allah.
‘ Hadits Qudsi. MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah
ALIF ITU ARTINYA : BERDIRI

berdiri tegak seperti tegaknya alif dalam berdiri kita mensifati api jadilah manusia yang selalu menerangi,, “Urip iku Urub” kata mbah Damar Jati Supajar (prof filsafat timur UGM” dalam hidup itu haruslah jadi penerang semampu kita,tergantung dari apa yang dititipkan Tuhan pada kita,, Yang diberikan ilmu..jadilah penerang dengan ilmunya. Yang diberi harta jadilah penerang dengan hartanya. Yang diberi kekuasaan jadilah penerang dengan kekuasaanya,,jangan hanya digunakan untuk kepentingan diri…..
 LAM ITU ARTINYA : RUKU
’ Rukuk mensifati Air… banyak sekali sifat2 air… #”menghidupi”
MINAL MAAI KULLI SYAIIN HAIY” ‘dari air kami buat segala sesuatu yang hidup’ #”membersihkan”..jadilah manusia yang selalu mengajak orang lain untuk berjalan dalam kebersihan..bukan jalan2 yang kotor dan merugikan. #”menyesuaikan tempat”..air itu tak mempunyai bentuk yang pasti,,bentuknya sesuai wadah/tempatnya…”janganlah jadi manusia yang sombong,atau meng agungkan profil diri(sebagai Pejabat,kiai,buruh) karna di hadapan Tuhan bukan itu yang membedakan. Sesuai sifatnya yang Rukuk adalah untuk bisa saling menghormati sesama mahkluk ###dan masih banyak lagi sifat2 air.. bacalah sendiri …dan itulah yang dinamakan ayat kauniah(ayat2 alam)
HA ITU ARTINYA : SUJUD
 Sujud mensifati Angin…yang akan selalu bergerak mencari keridzoan Tuhan,. kemanapun dimanapun ada angin
. MIM ITU ARTINYA : DUDUK
 mensifati bumi/tanah…kesabaran adalah sifat utama bumi..ia akan selalu diam dan menerima apapun perlakuan terhadap dirinya..karna ia Tahu bahwa siapapun yang berlaku atas dirinya adalah bagian dari dirinya juga… banyak sekali sifat2 dari 4 unsur hidup yang belum tertulis di sini…bacalah alam karna Rosulullah pernah menangis ketika turun ayat ini..yang ketika itu seorang sahabat nabi menghampiri Rosulullah SAW dan dijumpainya Beliau sedang menangis..berkatalh sahabat :”wahai kekasih Allah mengapa Engkau menangis sedang engkau seorang yang maksum (telah di sucikan dari segala dosa) dan jaminan surga Allah atas Mu Jawab Rosulullah..”Aku bukanlah menagisi diriku sendiri wahai sahabat..tapi umatku..Celakalah umatku yang tak mengetahhui ayat ini INNA FI KHOQIS SAMAWATI WAMA FIL ARD WAMAA BAINAHUMMA LA AAYATAL LIULIL ALBAAB (sesungguhnya dalam penciptaan angit dan bumi dan diantaranya terdapat tanda tanda bagi kaum yang berfikir) Karenanyalah penulis tidak menyampaikan semua tentang sifat2 unsur hidup yang dapat diambil hikmah sebagai betuk dari hidupnya sholat.,supaya pembaca juga termasuk dari golongan orang2 yang berfikir..yang tidak celaka walau sudah jadi umat Rosulullah Muhammad SAW …
sesungguhnya ketika kita sholat adalah membentuk lafal ILAH yang artinya Tuhan …
ALLAH Berdiri…ALIF Rukuk…LAM Sujud…HA Duduk..harkat yang membuyikan A pada AH ‘

Dalam sembahyang harus memenuhi 3 syarat : 1.Fiqli (perbuatan) 2.Qauli (bacaan) 3.Qalbi (Hati atau roh atau qalbu) ‘
 Mengapa kita sembahyang sehari semalam 17 rakaat : Adalah mengambil pengertian sebagai berikut : Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah ‘ 1.Ah Itu Menandakan Sembahyang Subuh Rakaat Yaitu Zat Dan Sifat ‘ 2.Allah Itu Menandakan Sembahyang Zohor Rakaat Yaitu : Wujud, Alam, Nur Dan Shahadat. ‘ 3.Muhammad Itu Menandakan Sembahyang Asar Rakaat Yaitu : Tanah, Air, Api, Dan Angin ‘ 4.Adam Itu Menandakan Sembahyang Maghrib Rakaat Yaitu : Ahda, Wahda, Dan Wahdia ‘ 5.Hawa Itu Menandakan Sembahyang Isya Rakaat Yaitu : Mani, Manikam, Madi, Dan Di (tentang mani madi manikam dan di akan di bahas dalam artikel lain tentang jalan menuju Allah yang terbagi menjadi tiga)
 MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG
Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah. Dua kalimah syahadat pada : ‘ 1.Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia) ‘ 2.Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH ‘ 3.Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA ‘ 4.Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD ‘ 5.Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD
‘ MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG
Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang. Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati : ‘ Niat sbb : aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allahsemata-mata. ‘
Dalilnya : 1.LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI
Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya) ‘
 2.LAYASUL SHALAT ILLA BIN MARIFATULLAH
Artinya : Tidak Syah Sholat TanpaMengenal Allah
‘ 3.WAKALBUL MUMININ BAITULLAH
Artinya : Jiwa Orang Mumin Itu Rumahnya Allah
‘ 4.WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ
Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu
 ‘ 5.IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADUU
 Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah YangKarena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi ) ‘
6.AKI MIS SHALATA LI ZIKRI
 Artinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145) ‘
 Sedangkan : 1.Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang ‘ 2.Tahayat ialah merupakan hati sembahyang ‘ 3.Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan
 HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT ‘ 1.Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT ‘ 2.Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu : 1.Bulu 2.Kulit 3.Daging 4.Darah 5.Tulang 6.Lemak 7.Lendir 3.7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling kabah.
 ‘ HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH : Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri danNabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar. ‘ Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung olehmanusia dengan 4 perkara yaitu ‘ 1. Wujud 2. Ilmu 3. Nur 4. Syahadat Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan Akbar pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat. ‘ Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji ‘ Sebelum melakukan sholat diwajibkan wudhu sholat tanpa wudhu tak sah atau batal..maka sebenarnya sholat dan wudhu adalah satu kesatuan. Wudhu adalah membersihkan diri dari sifat2 dosa anggauta tubuh..sedang sholat adalah bagaimana kita berjalan….menggerakkan anggauta tubuh dalam kehidupan . .
. HAKIKAT WUDHU .
 Ialah membersihkan diri sebelum menunaikan shalat
 1.Niat 2.Membasuh Muka 3.Membasuh Tangan 4.Membasuh Kepala 5.Membasuh Telinga 6.Membasuh Kaki 7.Tertib .
Hakekat Niat dalam Wuduk : ialah tiada wujud pada diriku hanya Allah semata Jadi Kita Mengisbatkan Hidup Kita, Ilmu Kita, Pandangan Kita, Penglihatan, Kuasa Kita, Kata-Kata Kita Semuanya Adalah Hak Allah Semata. (Ia Haiyun, Ia Alimun, Ia Samiun, Ia Basirun, Ia Kadirun, Ia Maridun, Ia Mutakalimun Bil Hakki Illallah). .
Hakekat Membersihkan Muka dalam wuduk ialah : Membuang semua sifat : sombong angkuh, kemuliaan, kebesaran,yang ada pada diri manusia. .
Hakekat Membasuh Tangan dalam wuduk ialah : Membuang semua sifat-sifat aku berkuasa, aku orang kuat dan aku orang besar. Juga untuk membersihkan diri dari sifat2 buruk tangan.. seperti panjang tangan,enteng tangan,campur tangan. .
 Hakekat Membasuh Kepala dalam wuduk ialah : Membersihkan segala fikiran dari segala urusan dunia ingatlah bahwa dunia itu apa saja…kemana hati terikat itulah dunia..baik sekarang atau kelak . Hakekat Membasuh Telinga dalam wuduk ialah : Membersih segala pendengaran dari hal-hal yang tidak perlu,, .
Hakekat Membasuh Kaki dalam wuduk ialah : Kita harus membetulkan perjalanan kita hanya untuk satu tujuan yaitu : Allah SWT semata Memang benar adanya bahwa Sholat itu TANHA ‘ANIL FAHSYAKI WAL MUNGKAR.. (ketika sholat)..tapi waktu yang dimiliki manusia itu lebih banyak di luar sholat..artinya jika perbuatan dalam melangkahi kehidupan tidak mencerminkan akan hakikat sholat,,maka itulah yang di maksud dalam surat al maun sebagai FAWAILUL LIL MUSHOLIIIN (kecelakaan bagi orang yang sholat)dan pula jika masih ada DOSA anggota badan yang selalu diperbuat dalam kehidupan…maka kehidupan yang dijalani “telah batal” seperti batalnya sholat tanpa wudhu Maka hidup(menjalani hakikat sholat) harusla menjalani hakikat wudhu(bersihkan perbuatan dosa anggota tubuh) maka kehidupan yang dijalani adalah kehiupan yang sholat.. Ingatlah ketika perjalanan Rosulullah ke Sidrotul muntaha beliau ditampakkan siksa para penghuni neraka…antara lain #..tangan selalu dipotong pulih kembali bagi pendosa tangan #…kepala selalu dipecah pulih kembali bagi pemfikir dunia saja,,,dan kesombongan #…teling ditusuk besi membara hingga hancur dan pulih kembali bagi pendosa telinga,,, #…kemaluan selalu ditusuk besi membara/dipotong dan selalu pulih kembali bagi penzina ….. dan masih banyak lagi kehidupan2 yang dijalani tanpa hakikat wudhu…adalah suatu tanda sebagai batalnya kehidupan Maka diwajibkan oleh Allah untuk berwudhu lalu sholat (untuk menyaksikan dirinya sendiri bahwa manusia adalah penanggung atas rahasia Allah dan Tajjali atas Sifat2 untuk dijalani sebagai wujud dari manifestasi Dzat Yang Maha) 

Sabtu, 04 Januari 2014

Membuka Rahasia Huruf Hijaiyah

بسم الله الرحمن الرحم
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. AL-FATH ayat 29)

Ada dua puluh sembilan huruf Hijaiyah. Awalnya adalah alif, kemudian ba, kemudian ta, dan akhirnya adalah ya. Huruf kedua, Ba, merangkum semua pengetahuan tentang wujud semesta. Ba adalah Bahr, Samudera. Setiap wujud sejatinya meng-ada di dalam “samudera” abadi ini. Renungkanlah perlahan sekali…

Ba-Bahr Al Qudrah-Samudera Kehendak
Tubuh kita dan segala benda-benda, air yang kita teguk dan udara yang kita hirup, segala yang kita lihat sentuh dan rasakan, padat cair dan gas, semuanya terbangun dari atom-atom. Kita semua sudah tahu itu. Meski atom bukanlah elemen terkecil dari benda-benda, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para ahli fisika kuantum, mari kita batasi perjalanan kita hanya sampai di atom ini. Inti atom (nucleus) merupakan pusat atom. Seberapa besar inti atom ini? Jika kita perbesar ukuran sebiji atom menjadi sebesar bola berdiameter 200 meter, maka besarnya inti atom adalah sebesar sebutir debu di pusatnya.

Hebatnya, sebutir debu ini membawa 99,95% massa atom seluruhnya yang dipadatkan oleh strong nuclear force ke dalam partikel proton. Sementara elektron-elektron sangatlah ringan dan bergerak mengelilingi proton pada jarak yang jauh sekali. Seberapa jauh? Jika kita perbesar ukuran elektron menjadi sebesar biji kelereng, maka jarak antara elektron ini ke inti atom adalah sejauh satu kilometer! Ada apa di antara elektron dengan proton? Tidak ada apa-apa. Hanya ruang kosong semata sepanjang jarak satu kilometer itu!

Sebutir garam terdiri dari banyak sekali atom. Jika kita bisa menghitung satu milyar atom dalam sedetik, maka kita membutuhkan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah seluruh atom di dalam sebutir garam saja! Atom-atom itu secara rapi membangun wujud sebutir garam. Dan di dalamnya terbentang ruang kosong di antara atom-atomnya. Sebagaimana samudera. Sebutir garam mewujud di dalamnya. Ia “berenang” dan meng-ada di dalamnya. Juga kita dan semua benda-benda.

Wujud kita sejatinya selalu berada di dalam samudera ruang kosong….di dalam samudera atomis gaya-gaya….di dalam samudera kehendakNya (Bahr al-Qudrah)…

Kaf Ha Yaa 'Ain ShoodYaa SiinAlif Lam Miim

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : "apa faedah dari huruf hijaiyah ?"
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.
Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.
Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.
Kemudian Ali berkata :
  1. “Adapun Alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
  2. Adapun Ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
  3. Adapun Ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
  4. adapun Tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
  5. Adapun Jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
  6. Adapun Ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
  7. Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
  8. Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
  9. Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
  10. Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
  11. Zay artinya hiasan penghambaan.
  12. Sin artinya Maha mendengar dan melihat. 
  13. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
  14. Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
  15. Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
  16. Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
  17. Dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
  18. Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
  19. Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
  20. Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
  21. Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
  22. Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
  23. Adapun Lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
  24. Mim artinya pemilik semua kerajaan.
  25. Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
  26. Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
  27. Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
  28. Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
  29. Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. 
Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas dan sanadnya Rosulullah SAW, ia berkata: “Segala sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.

Kandungan empat unsur alam  semesta dalam huruf hijaiyah, yaitu:
  1. Unsur api : alif, haa’, tha’, shad, mim, fa’, syin.
  2. Unsur udara : ba’, wawu, ya’, nun, shat, ta’, dha’.
  3. Unsur air : jim, za’, kaf, sin, qaf, tsa’, zha’.
  4. Unsur tanah : ha’, lam, ‘ain, ra’, kha’, ghain.

30 kunci huruf hijaiyah yang berada di tubuh manusia yaitu:
1. alif = hidung
2. ba" = mata
3. ta" = tempat mata(lubang tempat mata)
4. tsa" = bahu kanan
5. jim = bahu kiri
6. ha = tangan kanan
7. kha = tangan kiri
8. dal = telapak tangan kanan dan kiri
9. dzal = kepala dan rambut
10. ro" = rusuk kanan
11. zai = rusuk kiri
12. sin = dada kanan
13. syin = dada kiri
14. shod = pantat kanan
15. dhod = pantat kiri
16. tho" = hati
17. zho" = gigi
18. ain = paha kanan
19. ghoin = paha kiri
20. fa" = betis kanan
21. kof = betis kiri
22. kaf = kulit
23. lam = daging
24. mim = otak
25. nun = nur/cahaya
26. wau = telapak kaki kanan dan kiri
27. HA" = sungsum tulam
28. lam alif = manusia utuh
29. hamzah = memenuhi segala
30. ya" = mulut/manusia

Affirmasi:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ...................

contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ALIF
contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan Hamzah

30 kunci dipakai untuk membersihkan bagian bagian tubuh dari hal -hal yang negatif.sehingga tubuh dapat berfungsi normal.dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia dan spiritual..

Nb.
Artikel ini sekedar sebagai referensi bahan kajian untuk seluruh praktisi QUANTUM TRANCEFORMASI  NAQS DNA. Dan sebenarnya masih banyak lagi kajian mengenai ilmu huruf ini, yaitu diantaranya mengenai ilmu khodam huruf dan lain sebagainya Yang mana kajian itu tidak saya tampilkan di sini karena sudah terlalu jauh dari prinsip dasar NAQS DNA.

Huruf hijaiyah itu adalah Intisari Asma-asma Allah Ta’ala. Hanya Allah swt, saja yang Maha Mengetahui rahasianya. Bila ada seorang Ulama Sufi dibukakan rahasia huruf, itu pun masih sebagian kecil sekali, dibanding samudera rahasia huruf itu sendiri.

Allah swt, tidak memerintahkan kita agar menyelidiki rahasia-rahasia ghaib yang tersembunyi dibalik huruf-huruf hijaiyah. Kecuali jika Allah swt, menghendaki hambaNya untuk mengetahuinya, Allah swt membukakan hijab huruf itu. Dan itu pun hanya kurang dari setetes samuderaNya hakikat huruf yang tiada hingga. Oleh karena itu, janganlah kita membatasi diri terhadap rahasia & karunia ilmu dari Allah swt.

INILAH BEBERAPA PRINSIP DASAR METHODE NAQS DNA :
  • Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)
  • Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)
  • “Katakanlah: ‘(Al-Qur`an) itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)
  • Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21)
  • Dari Syifa` bintu Abdullah radhiallahu ‘anha:

    أَنَّهَا كَانَتْ تُرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ، قَالَتْ: لاَ أَرْقِي حَتَّى اسْتَأْذَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُهُ. فَقَالَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ارْقِي مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا شِرْكٌ

    Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam, maka dia berkata: ‘Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Silahkan engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik’.” (HR. Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan yang lainnya. Al-Huwaini berkata: “Sanadnya muqarib.” Ibid, hal. 220). 
  • Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
    "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf." (HR. At-Tirmidziy 5/175, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 3/9 serta Shahiihul Jaami' Ash-Shaghiir 5/340)