Kamis, 02 April 2015
MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH
أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله لاَ إِلهَ إلاَّ الله
merupakan kalimat yang sangat akrab dengan kita, bahkan kalimat inilah yang kita jadikan sebagai panji tauhid dan identitas keislaman. Ia sangat mudah diucapkan, namun menuntut adanya sebuah konsekwensi yang amat besar. Oleh karena itu, Allah gelari kalimat ini dengan “Al ‘Urwatul Wutsqo” (buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus), sebagaimana dalam firman-Nya: لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّيْنِ قَدْ تَبَيَّنَ الُّرشْدُ مِنَ اْلغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ اْلُوْثَقى َلااْنفِصَامَ لهَا وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (segala apa yang diibadahi selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 256) Memahami makna لاَ إِلهَ إِلاَّ الله merupakan perkara yang diwajibkan oleh Allah atas setiap muslim, sebagaimana dalam firman-Nya : فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله “Maka ketahuilah (ilmuilah) bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan ( yang haq) melainkan Allah.” (QS. Muhammad : 19) Al Imam Al Biqo’i berkata: “Sesungguhnya ilmu tentang (لاَ إِلهَ إِلاَّ الله) ini merupakan ilmu yang paling agung yang dapat menyelamatkan dari kengerian di hari kiamat (Fathul Majid hal. 54) . لاَ إِلهَ إِلاَّ الله bila ditinjau secara harfiah bermakna : -لاَ (Laa) : Tidak ada, atau tiada -إله (Ilaaha): Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:” اَلإلَهُ adalah Dzat yang diibadahi lagi ditaati. Al Imam Ibnul Qoyyim berkata : اَلإلَهُ adalah Dzat yang hati ini rela untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh kecintaan, pemujaan, kepasrahan, pemuliaan, pengagungan, pengabdian, perendahan diri, ketakutan dan harapan serta penyerahan diri. (lihat Taisirul ‘Azizil Hamid hal.75) إلاَّ- (Illa) : Kecuali, atau melainkan الله- (Allah) : Ibnu Abbas berkata: Allah, Dialah yang mempunyai hak penyembahan dan ibadah atas seluruh makhluk-Nya. (Fathul Majid hal. 19). Adapun bila ditinjau dari rangkaian kata secara utuh, maka maknanya adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Al Ushul Ats Tsalatsah yaitu : لاَ مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلاَّ الله “Tiada sesembahan (Tuhan) yang berhak diibadahi melainkan Allah semata. لاَإِلهَ sebagai nafyu (peniadaan) atas segala apa yang diibadahi selain Allah, إِلاَّالله sebagai itsbat (penetapan) bahwa seluruh ibadah hanyalah milik Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dalam hal ibadah ini sebagaimana tiada sekutu bagi-Nya dalam hal kekuasaan.” Dari penjelasan Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di atas ada suatu permasalahan yang menarik untuk dibahas, yaitu : yang berkaitan dengan makna لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ itu sendiri, dimana muncul suatu tanda tanya : - Mengapa dimaknakan seperti itu ?! Dan mengapa tidak dimaknakan dengan لاَ إِلَهَ مَوْجُوْدٌ إِلاَّ الله “Tiada Tuhan melainkan Allah?” atau لاَ خَالِقَ إِلاَّ الله“Tiada Pencipta melainkan Allah?” - Mengapa ada tambahan بِحقٍّ “ yang berhak”, apakah ada dasarnya ? Adapun tanda tanya pertama, mengapa tidak dimaknakan dengan لاَ إِلهَ مَوْجُوْدٌ إِلاَّ الله “Tiada tuhan melainkan Allah” ? maka jawabnya adalah, karena tidak sesuai dengan realita yang ada, yaitu adanya Tuhan-Tuhan di dalam semesta ini yang diibadahi selain Allah, seperti pohon, batu, manusia dan lain sebagainya. Allah berfirman : ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ ما يَدْعُوْنَ مِن دُوْنِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ “Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq (Tuhan yang sebenarnya, yang wajib diibadahi, yang berkuasa dan sebagainya), dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru (ibadahi) selain Allah itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Q.S. Luqman:30). Bahkan Allah sendiri yang mengistilahkan sesembahan-sesembahan selain-Nya itu dengan istilah أَلِهَة”Tuhan-Tuhan” sebagaimana dalam Q.S Huud: 101, Q.S Shaad: 5 dan sebagainya. Tidak pula dimaknakan dengan لاَ خَالِقَ إلاَّ الله “tiada pencipta melainkan Allah”, karena إله dalam kalimat لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ini bermakna مَأْلُوْهٌ yang artinya مَعْبُوْدٌ ”yang diibadahi” sebagaimana yang telah lalu dari penjelasan para ulama. Bahkan Allah ? telah menyebutkannya dalam banyak ayat, seperti firman-Nya : أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ اللهَ “Agar kalian tidak beribadah kecuali kepada Allah.” (Q.S. Huud:2) إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُوْنَ إِلاَّ الَّذِي فَطَرَنِي “Sesungguhnya aku (Ibrohim) berlepas diri dari apa yang kalian ibadahi kecuali Dzat yang telah menciptakanku (Allah).” (Q.S. Az Zukhruf : 26-27) أَلاَّ نَعْبُدَ إِلاَّ اللهَ ولاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا “Agar kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun “.(Q.S. Ali Imron : 64) Yang semua ini merupakan tafsiran dari kalimat لاَ إِلهَ إِلاَّ الله dan terkhusus lafadz إله yang darinya diketahui bahwa ia bermakna : مَعْبُوْدٌ “yang diibadahi” bukan “yang ada” atau pun “Pencipta”. Kemudian, bila kita tinjau keadaan orang-orang musyrik Quraisy yang saat itu enggan bahkan menentang untuk mengucapkan لاَ إِلهَ إِلاَّ الله niscaya kita mendapati bahwa mereka telah berikrar bahwa Allahlah yang menciptakan mereka. Allah berfirman : وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيُقُوْلُنَّ اللهُ “Dan sesungguhnya jika kamu bertanya kepada mereka :”Siapakah yang menciptakan mereka? niscaya mereka menjawab : “Allah.” (Q.S. Az Zukhruf : 87) Kalau seandainya yang dimaukan dari kalimat لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ tersebut suatu ikrar bahwa Allah adalah pencipta, maka tentunya tidak akan ada permusuhan antara mereka dengan Rosululloh, dan tidak akan pula mereka dinyatakan sebagai orang-orang musyrik. Namun disaat kalimat tauhid ini berkonsekuensi untuk meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selain Allah, dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya Dzat yang diibadahi, maka terjadilah apa yang terjadi antara Rosululloh dengan kaum Quraisy, bahkan antara para Rosul dengan kaum mereka. Allah berfirman : إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيْل لَهُم لاَ إِلهَ إِلاَّ الله يَسْتَكْبِرُوْنَ وَيَقُوْلُوْنَ أَئِنَّا لَتَارِكُواْ ءَالِهَتِنا لِشَاعِرٍ مَجْنُوْنٍ “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan (kepada mereka) : لاَ إِلهَ إِلاَّ الله(tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Allah) mereka menyombongkan diri dan mereka berkata :”ِِApakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair gila?” (Q.S. Ash Shooffaat : 35-36) Dia juga berfirman (tentang ucapan orang-orang kafir) : أَجَعَلَ اْلأَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَـْئٌ عُجَابٌ “Mengapa ia (Rosul) menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Q.S. Shaad :5) Dari sini jelaslah bahwa makna لاَ إِلهَ إِلاَّ الله adalah لاَ مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلاَّ الله , tidak selainnya. Adapun tambahan بِحَقٍّ atau حَقٌّ, maka berdasarkan firman Allah dalam Q.S. Luqman : 30 (yang telah lalu) dan juga firman-Nya dalam Q.S. Al Hajj : 6 dan Q.S Al Hajj : 62, ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ … “Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq (Tuhan yang sebenarnya, Yang wajib diibadahi, Yang berkuasa dan sebagainya)…” Demikianlah penjelasan dari kami seputar makna لاَ إِلهَ إِلاَّ الله , semoga penjelasan yang relatif singkat ini dapat membantu kita semua di dalam memahami kalimat لاَ إِلهَ إِلاَّ الله sesuai dengan apa yang di maukan oleh Allah dan Rosul-nya. Tanya – Jawab Tanya : Mengenai dua rukun لاَ إِلهَ إِلاَّ الله (An nafyu dan Al Itsbat) apakah harus selalu beriringan ataukah bisa dipisahkan ? Jawab : Dua rukun ini harus selalu beriringan dan tidak bisa dipisahkan, karena demikianlah yang disebutkan oleh Allah dalam ayat-ayat-Nya, dan juga Rosululloh dalam hadits-hadistnya tatkala menjelaskan tentang konsekuensi yang terkandung dalam kalimat لاَ إِلهَ إِلاَّ الله . Adapun firman-firman Allah itu adalah, beberapa ayat yang telah lalu (Q.S Huud: 2, Q.s Az Zukhruf: 26-27, Ali Imron: 64) dan juga firman-Nya: وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِك مِنْ رَسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّه لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ “Dan tidaklah Kami utus seorang rosul pun sebelummu kecuali Kami wahyukan kepadanya:”Bahwasanya tiada Tuhan yang berhak di ibadahi kecuali Aku, maka beribadahlah kalian semua kepada-Ku”.(Q.S Al Anbiyaa’: 25) وَ لَقَدْ بَعَثْنَا في كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَ اجْتَنِبُوْا الطَّاغُوتَ “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) :”Beribadahlah kalian hanya kepada Allah dan jauhilah thaghut itu. (Q.S An Nahl: 36) Rosulullah ? Bersabda: مَنْ وَحَّدَ اللهَ وَ كَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُوْنِ اللهِ حَرُمَ مَالُهُ وَ دَمُهُ وَ حِسَابُهُ عَلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ (رَوَاه أَحْمَد) “Barangsiapa mentauhidkan (beribadah hanya kepada) Allah dan mengingkari segala apa yang diibadahi selain Allah, akan terjaga harta dan darahnya, dan perhitungannya atas Allah “Azza wa Jalla”.(H.R Ahmad) Bahkan Allah menegaskan bahwasanya seseorang tidak akan menjadi baik lagi istiqomah di atas tauhid dan agamanya, kecuali setelah ada padanya dua rukun tersebut.Allah berfirman : فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْـتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَانْفِصَامَ لها “Karena itulah barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (Q.S. Al-Baqarah: 256) Al Hafizh Ibnu Katsir berkata: “Barang siapa berlepas diri dari sekutu-sekutu, berhala-berhala, dan segala seruan setan untuk beribadah kepada selain Allah, dan mentauhidkan Allah, beribadah hanya kepada-Nya, bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Dia, maka telah tetap dan istiqomah agamanya di atas jalan yang baik lagi lurus”(tafsir Ibnu Katsir Juz I, hal. 294) Al-Imam Ibnul Qoyyim berkata: :”An Nafyu (peniadaan) saja tidak tergolong tauhid, demikian pula Al Itsbat (penetapan) saja tanpa An Nafyu, dan tidaklah disebut tauhid kecuali di saat mencakup An Nafyu dan Al Itsbat, inilah hakikat tauhid”. (Fathul Majid, hal. 29) Asy Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh berkata: ” Maka لاَإِلهَ إِلاَّ الله menunjukkan adanya keharusan untuk meniadakan peribadatan kepada selain Allah siapun dia, dan menetapkan bahwasanya hak peribadatan itu hanyalah milik Allah semata. Inilah sesungguhnya hakikat tauhid yang di dakwahkan oleh para Rosul dan yang di jelaskan dalam Al Qur’an dari awal hingga akhir”.(Fathul Majid, hal. 54) Berdasarkan keterangan diatas maka jelaslah bagi kita semua bahwa dua rukun لاَإله إلاَّ الله , an nafyu dan al itsbat tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.
Wallahu ‘A’lam Bish Showaab
Dahulukan La Ilaha
ill-Allah Bukan Moralisme أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول
الله
Assalamualaikum Wr Wb Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bukan bendera lainnya. Padahal dengan mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bangsa Arab bukan saja enggan menerima seruan tersebut, tetapi bahkan menentang dengan keras sampai ke tingkat mengusir dan memerangi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat. Tidakkah ada pilihan strategi lain yang lebih memperkecil resiko dan mengandung maslahat lebih besar? Misalnya, mengapa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak diarahkan Allah untuk mengibarkan panji Moralisme yang lebih solutif menghadapi problema perilaku bangsa Arab yang saat itu sarat diwarnai kerusakan dan kebejatan? Bila bendera Moralisme yang dikibarkan sejak hari pertama sangat mungkin menghasilkan penerimaan kaum pejuang susila dari kalangan bangsa Arab yang sudah muak menyaksikan tersebarnya kerusakan moral. Perhatikanlahlah tulisan Sayyid Quthb berikut ini: Pada waktu Rasulullah s.a.w. diutus, tingkat kesusilaan di Semenanjung Arab berada dalam titik yang amat rendah dalam banyak seginya, di samping hal-hal yang mulia yang asli baduwi (di perkampungan dan bukan di kota, pent) yang masih ada dalam masyarakat. Ketidakadilan merajalela dalam masyarakat, tergambar dalam kata-kata penyair Zuhair bin Abi Salma : “Siapa yang tidak mempertahankan kolam airnya dengan senjatanya akan diruntuhkan dan siapa yang tidak menganiaya manusia akan dianiaya.” Hal itu digambarkan juga oleh perkataan yang terkenal di zaman jahiliyah: “Tolonglah saudaramu baik ia menganiaya atau dianiaya.” Minuman yang memabukkan dan perjudian telah menjadi tradisi masyarakat yang tersebar luas. Dan menjadi suatu hal yang dibangga-banggakan. Pelacuran dengan segala bentuknya telah menjadi tanda dari masyarakat ini, sebagaimana keadaannya dalam setiap masyarakat jahiliyah, baik yang kuno maupun yang modern. Barangkali ada yang mengatakan : Sesungguhnya adalah dalam kekuasaan Muhammad s.a.w. untuk mengumumkan suatu da’wah reforrnasi yang menyangkut dengan perbaikan budi pekerti, pembersihan masyararakat dan pensucian diri. Barangkali ada yang mengatakan : Sesungguhnya Muhammad shollollahu alaihi wa sallam pada waktu itu dapat menjumpai jiwa-jiwa yang baik yang merasa sakit melihat kekotoran ini, sebagaimana dijumpai oleh setiap reformis susila di setiap lingkungan. Jiwa-jiwa ini dipengaruhi oleh keluhuran dan keinginan untuk memperkenankan seruan reformasi dan pembersihan. Barangkali ada orang yang berkata : Seandainya hal itu diperbuat oleh Rasulullah s.a.w. semenjak dari pertama kali tentulah ia akan diperkenankan oleh sejumlah orang yang baik, yang bersih budi pekertinya, yang suci jiwa mereka, sehingga mereka itu lebih dekat untuk menerima dan memikul aqidah, dan tidak perlu lagi mengobarkan seruan La ilaha illa-llah yang menimbulkan opposisi yang kuat semenjak permulaan jalan. Jelas sekali bahwa saat Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diperintahkan Allah untuk berda’wah di Mekkah beliau menghadapi problema kebangkrutan moral di tengah masyarakat. Adalah sangat wajar bila orang mengusulkan agar Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengawali da’wahnya dengan mengibarkan bendera Moralisme. Artinya bisa saja Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyerukan suatu gerakan reformasi moral, apalagi beliau sendiri terkenal berakhlak mulia. Jika ini dijadikan entry point beliau dalam mengawali da’wah Islam tentulah akan begitu banyak pendukung berbaris di belakang beliau. Bukankah ini jauh lebih kondusif daripada mengibarkan bendera La Ilaha ill-Allah yang hanya menimbulkan kegoncangan dan perlawanan dari kebanyakan bangsa Arab? Lalu mengapa bukan jalan ini yang ditempuh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam? Mengapa beliau malah menempuh jalan yang susah-payah menghasilkan begitu banyak rintangan bahkan repons balik yang keras? Simaklah penjelasan Sayyid Quthb selanjutnya: Tetapi Allah Yang Mahasuci mengetahui bahwa bukan itu jalannya. la mengetahui bahwa akhlak hanya dapat berdiri di atas dasar suatu aqidah yang meletakkan ukuran dan menetapkan nilai : sebagaimana juga menetapkan kekuasaan yang akan menjadi sandaran ukuran dan nilai ini dan pembalasan yang dimiliki kekuasaan ini, dan memberikannya baik kepada yang mematuhi maupun kepada yang melanggar. Sebelum aqidah yang seperti ini ditetapkan, dan kekuasaan yang seperti ini ditentukan maka seluruh nilai-nilai akan tetap terombang- ambing, dan kesusilaan yang berdiri di atasnya akan tetap terombang-ambing juga, tanpa pengendalian, tanpa kekuasaan dan tanpa sanksi. Islam merupakan ajaran yang memposisikan aqidah sebagai fondasi sedangkan akhlak sebagai bangunan yang berdiri di atas fondasi tersebut. Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam diperintahkan untuk mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah terlebih dahulu bukan panji Akhlak atau Moralisme. Sebab bendera La ilaha ill-Allah yang mencerminkan penancapan fondasi aqidah haruslah didahulukan sebelum berharap masyarakat dapat merubah atau memperbaiki akhlaknya. Sehingga jelas dan tegas Sayyid Quthb menyatakan: ” Sebelum aqidah yang seperti ini ditetapkan, dan kekuasaan yang seperti ini ditentukan maka seluruh nilai-nilai akan tetap terombang- ambing, dan kesusilaan yang berdiri di atasnya akan tetap terombang-ambing juga, tanpa pengendalian, tanpa kekuasaan dan tanpa sanksi.” Bilamana aqidah telah tertancap dengan benar dan lengkap dalam suatu masyarakat maka mereka akan memiliki motivasi yang tidak terkait dengan kepentingan duniawi apapun ketika menegakkan segenap tuntutan aqidah tersebut. Mereka akan menjadikan sesuatu di luar dunia sebagai pendorong utama mereka dalam mewujudkan kelengkapan bangunan Islam di atas fondasi aqidah kokoh tadi. Motivasi tersebut berupa cita-cita menikmati janji Allah di akhirat, yakni: Surga. Hal inilah yang menyebabkan mereka sejak awal rela bersusah-payah mengibarkan bendera La Ilaha ill-Allah walaupun berakibat derita dan permusuhan dari keluarga dan masyarakat mereka sendiri. Inilah yang ditulis Sayyid Quthb selanjutnya: Untuk mendirikan agama ini mereka telah mendapat satu janji, di mana kemenangan dan kekuasaan tidak ikut serta dan bahkan juga tidak bagi agama yang berada di tangan mereka ini, suatu janji yang tidak berhubungan dengan sesuatupun dalam kehidupan dunia ini, sebuah janji, yaitu: sorga. Inilah hanya yang dijanjikan kepada mereka atas perjuangan yang penuh derita dan penderitaan yang pahit, dan terus berda’wah dan menghadapi kejahiliyahan dengan sesuatu hal yang dibenci oleh mereka yang berkuasa di tiap zaman dan di tiap tempat : yaitu: La ilaha illa-llah. Para sahabat tatkala diajak kepada seruan aqidah tidak dijanjikan oleh Nabi suatu kepentingan duniawi apapun. Mereka tidak dijanjikan apapun selain surga di akhirat. Mereka tidak dijanjikan bakal mendapat perbaikan nasib berupa gaji besar atau kedudukan prestisius berupa jabatan formal di tengah masyarakat. Maka pantaslah bilamana istri Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu Aisyah radhiyallahu ‘anha melontarkan kalimat sebagai berikut: لو أن أول ما نزل من القرآن لا تشربوا الخمر لقالوا لا والله لا نترك الخمر أبدا و لو كان أول ما نزل من القرآن لا تزنوا لقالو لا و الله لا نترك الزنا أبدا و لكن كان أول ما نزل من القرآن سور المفصل فيها ذكر الجنة و النار حتى ثابت القلوب إلى ربها ثم نزل الحلال و الحرام “Andaikan awal yang diturunkan dari Al-Qur’an adalah jangan minum khamr, niscaya mereka berkata “Demi Allah kami takkan meninggalkan khamr”. Andaikan awal yang diturunkan dari Al-Qur’an adalah jangan berzina, niscaya mereka berkata “Demi Allah kami takkan meninggalkan zina”. Akan tetapi awal yang diturunkan ialah surah-2 detail mengenai surga dan neraka, sehingga hati menjadi teguh mengingat Allah. Barulah kemudian (lambat-laun) diturunkan (daftar perkara) halal dan haram.” Saudaraku, inilah barangkali pokok pangkal masalah di negeri kita dan banyak negeri muslim lainnya. Banyak orang tahu bahwa ada kebangkrutan moral yang berkembang dimana-mana dewasa ini. Namun kita tidak secara konsisten membenahi masalah dari akarnya, yakni pembinaan aqidah. Kita mengira bahwa kerusakan moral dapat diselesaikan hanya dengan mengibarkan bendera gerakan reformasi moral dengan penuh semangat. Kita menyangka bahwa urusan perbaikan moral tidak ada kaitannya dengan urusan aqidah serta ideologi. Kita tidak sadar bahwa manusia tidak mungkin disuruh mentaati suatu perintah atau menjauhi suatu larangan bila di dalam dirinya belum ada fondasi aqidah serta keyakinan kokoh terhadap fihak yang menjadi sumber perintah dan larangan tersebut. Di sinilah kita lihat mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam secara konsisten di bawah bimbingan wahyu Allah terus mendahulukan pengibaran bendera La ilaha ill-Allah sebelum pengibaran panji Moralisme. Padahal beliau sangat faham bahwa kebangkrutan moral sedang merajalela di tengah masyarakat. Padahal beliau adalah seorang manusia yang dikenal luas memiliki akhlak mulia yang dapat menjadi teladan dalam bidang pembenahan moral dan akhlak. Padahal beliau sangat faham bahwa langkah pengibaran bendera La ilaha ill-Allah merupakan pilihan yang tidak populer di tengah masyarakatnya. Padahal beliau sangat faham bahwa pengibaran panji Moralisme sangat mugkin mendulang simpati masyarakat luas. Saudaraku, prioritas utama da’wah Islam bukanlah memperbanyak pendukung atau konstituen. Walaupun tentunya selaku aktivis da’wah kita pastilah akan sangat gembira bila melihat da’wah Islam memperoleh dukungan banyak orang. Tetapi itu bukanlah prioritas utama. Prioritas utama da’wah Islam ialah memastikan gerakannya berada di atas jalan yang diridhai Allah, jalan yang telah ditempuh oleh teladan utama kita bersama, yaitu jalan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Memang idealnya ialah gerakan da’wah Islam berada di atas jalan yang diridhai Allah sambil memperoleh dukungan banyak orang. Tetapi belajar dari teladan utama kita Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidaklah demikian keadaannya. Setidaknya tidaklah demikian keadaannya saat da’wah berada dalam tahap awal perjuangannya menghadapi kejahiliyahan masyarakat yang masih begitu dominan. Wallahu a’lam bish-showwaab.- Ya Allah, curahkanlah kepada kami rahmat dan ridhaMu selalu. Bimbinglah kami selalu agar berada di atas jalanMu yang benar, jalan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, janganlah dunia menjadi pertimbangan utama kami saat berjuang di atas jalan da’wahMu. Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan segenap ucapan serta perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari nerakaMu dan segenap ucapan serta perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Assalamualaikum Wr Wb Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bukan bendera lainnya. Padahal dengan mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bangsa Arab bukan saja enggan menerima seruan tersebut, tetapi bahkan menentang dengan keras sampai ke tingkat mengusir dan memerangi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat. Tidakkah ada pilihan strategi lain yang lebih memperkecil resiko dan mengandung maslahat lebih besar? Misalnya, mengapa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak diarahkan Allah untuk mengibarkan panji Moralisme yang lebih solutif menghadapi problema perilaku bangsa Arab yang saat itu sarat diwarnai kerusakan dan kebejatan? Bila bendera Moralisme yang dikibarkan sejak hari pertama sangat mungkin menghasilkan penerimaan kaum pejuang susila dari kalangan bangsa Arab yang sudah muak menyaksikan tersebarnya kerusakan moral. Perhatikanlahlah tulisan Sayyid Quthb berikut ini: Pada waktu Rasulullah s.a.w. diutus, tingkat kesusilaan di Semenanjung Arab berada dalam titik yang amat rendah dalam banyak seginya, di samping hal-hal yang mulia yang asli baduwi (di perkampungan dan bukan di kota, pent) yang masih ada dalam masyarakat. Ketidakadilan merajalela dalam masyarakat, tergambar dalam kata-kata penyair Zuhair bin Abi Salma : “Siapa yang tidak mempertahankan kolam airnya dengan senjatanya akan diruntuhkan dan siapa yang tidak menganiaya manusia akan dianiaya.” Hal itu digambarkan juga oleh perkataan yang terkenal di zaman jahiliyah: “Tolonglah saudaramu baik ia menganiaya atau dianiaya.” Minuman yang memabukkan dan perjudian telah menjadi tradisi masyarakat yang tersebar luas. Dan menjadi suatu hal yang dibangga-banggakan. Pelacuran dengan segala bentuknya telah menjadi tanda dari masyarakat ini, sebagaimana keadaannya dalam setiap masyarakat jahiliyah, baik yang kuno maupun yang modern. Barangkali ada yang mengatakan : Sesungguhnya adalah dalam kekuasaan Muhammad s.a.w. untuk mengumumkan suatu da’wah reforrnasi yang menyangkut dengan perbaikan budi pekerti, pembersihan masyararakat dan pensucian diri. Barangkali ada yang mengatakan : Sesungguhnya Muhammad shollollahu alaihi wa sallam pada waktu itu dapat menjumpai jiwa-jiwa yang baik yang merasa sakit melihat kekotoran ini, sebagaimana dijumpai oleh setiap reformis susila di setiap lingkungan. Jiwa-jiwa ini dipengaruhi oleh keluhuran dan keinginan untuk memperkenankan seruan reformasi dan pembersihan. Barangkali ada orang yang berkata : Seandainya hal itu diperbuat oleh Rasulullah s.a.w. semenjak dari pertama kali tentulah ia akan diperkenankan oleh sejumlah orang yang baik, yang bersih budi pekertinya, yang suci jiwa mereka, sehingga mereka itu lebih dekat untuk menerima dan memikul aqidah, dan tidak perlu lagi mengobarkan seruan La ilaha illa-llah yang menimbulkan opposisi yang kuat semenjak permulaan jalan. Jelas sekali bahwa saat Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diperintahkan Allah untuk berda’wah di Mekkah beliau menghadapi problema kebangkrutan moral di tengah masyarakat. Adalah sangat wajar bila orang mengusulkan agar Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengawali da’wahnya dengan mengibarkan bendera Moralisme. Artinya bisa saja Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyerukan suatu gerakan reformasi moral, apalagi beliau sendiri terkenal berakhlak mulia. Jika ini dijadikan entry point beliau dalam mengawali da’wah Islam tentulah akan begitu banyak pendukung berbaris di belakang beliau. Bukankah ini jauh lebih kondusif daripada mengibarkan bendera La Ilaha ill-Allah yang hanya menimbulkan kegoncangan dan perlawanan dari kebanyakan bangsa Arab? Lalu mengapa bukan jalan ini yang ditempuh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam? Mengapa beliau malah menempuh jalan yang susah-payah menghasilkan begitu banyak rintangan bahkan repons balik yang keras? Simaklah penjelasan Sayyid Quthb selanjutnya: Tetapi Allah Yang Mahasuci mengetahui bahwa bukan itu jalannya. la mengetahui bahwa akhlak hanya dapat berdiri di atas dasar suatu aqidah yang meletakkan ukuran dan menetapkan nilai : sebagaimana juga menetapkan kekuasaan yang akan menjadi sandaran ukuran dan nilai ini dan pembalasan yang dimiliki kekuasaan ini, dan memberikannya baik kepada yang mematuhi maupun kepada yang melanggar. Sebelum aqidah yang seperti ini ditetapkan, dan kekuasaan yang seperti ini ditentukan maka seluruh nilai-nilai akan tetap terombang- ambing, dan kesusilaan yang berdiri di atasnya akan tetap terombang-ambing juga, tanpa pengendalian, tanpa kekuasaan dan tanpa sanksi. Islam merupakan ajaran yang memposisikan aqidah sebagai fondasi sedangkan akhlak sebagai bangunan yang berdiri di atas fondasi tersebut. Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam diperintahkan untuk mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah terlebih dahulu bukan panji Akhlak atau Moralisme. Sebab bendera La ilaha ill-Allah yang mencerminkan penancapan fondasi aqidah haruslah didahulukan sebelum berharap masyarakat dapat merubah atau memperbaiki akhlaknya. Sehingga jelas dan tegas Sayyid Quthb menyatakan: ” Sebelum aqidah yang seperti ini ditetapkan, dan kekuasaan yang seperti ini ditentukan maka seluruh nilai-nilai akan tetap terombang- ambing, dan kesusilaan yang berdiri di atasnya akan tetap terombang-ambing juga, tanpa pengendalian, tanpa kekuasaan dan tanpa sanksi.” Bilamana aqidah telah tertancap dengan benar dan lengkap dalam suatu masyarakat maka mereka akan memiliki motivasi yang tidak terkait dengan kepentingan duniawi apapun ketika menegakkan segenap tuntutan aqidah tersebut. Mereka akan menjadikan sesuatu di luar dunia sebagai pendorong utama mereka dalam mewujudkan kelengkapan bangunan Islam di atas fondasi aqidah kokoh tadi. Motivasi tersebut berupa cita-cita menikmati janji Allah di akhirat, yakni: Surga. Hal inilah yang menyebabkan mereka sejak awal rela bersusah-payah mengibarkan bendera La Ilaha ill-Allah walaupun berakibat derita dan permusuhan dari keluarga dan masyarakat mereka sendiri. Inilah yang ditulis Sayyid Quthb selanjutnya: Untuk mendirikan agama ini mereka telah mendapat satu janji, di mana kemenangan dan kekuasaan tidak ikut serta dan bahkan juga tidak bagi agama yang berada di tangan mereka ini, suatu janji yang tidak berhubungan dengan sesuatupun dalam kehidupan dunia ini, sebuah janji, yaitu: sorga. Inilah hanya yang dijanjikan kepada mereka atas perjuangan yang penuh derita dan penderitaan yang pahit, dan terus berda’wah dan menghadapi kejahiliyahan dengan sesuatu hal yang dibenci oleh mereka yang berkuasa di tiap zaman dan di tiap tempat : yaitu: La ilaha illa-llah. Para sahabat tatkala diajak kepada seruan aqidah tidak dijanjikan oleh Nabi suatu kepentingan duniawi apapun. Mereka tidak dijanjikan apapun selain surga di akhirat. Mereka tidak dijanjikan bakal mendapat perbaikan nasib berupa gaji besar atau kedudukan prestisius berupa jabatan formal di tengah masyarakat. Maka pantaslah bilamana istri Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu Aisyah radhiyallahu ‘anha melontarkan kalimat sebagai berikut: لو أن أول ما نزل من القرآن لا تشربوا الخمر لقالوا لا والله لا نترك الخمر أبدا و لو كان أول ما نزل من القرآن لا تزنوا لقالو لا و الله لا نترك الزنا أبدا و لكن كان أول ما نزل من القرآن سور المفصل فيها ذكر الجنة و النار حتى ثابت القلوب إلى ربها ثم نزل الحلال و الحرام “Andaikan awal yang diturunkan dari Al-Qur’an adalah jangan minum khamr, niscaya mereka berkata “Demi Allah kami takkan meninggalkan khamr”. Andaikan awal yang diturunkan dari Al-Qur’an adalah jangan berzina, niscaya mereka berkata “Demi Allah kami takkan meninggalkan zina”. Akan tetapi awal yang diturunkan ialah surah-2 detail mengenai surga dan neraka, sehingga hati menjadi teguh mengingat Allah. Barulah kemudian (lambat-laun) diturunkan (daftar perkara) halal dan haram.” Saudaraku, inilah barangkali pokok pangkal masalah di negeri kita dan banyak negeri muslim lainnya. Banyak orang tahu bahwa ada kebangkrutan moral yang berkembang dimana-mana dewasa ini. Namun kita tidak secara konsisten membenahi masalah dari akarnya, yakni pembinaan aqidah. Kita mengira bahwa kerusakan moral dapat diselesaikan hanya dengan mengibarkan bendera gerakan reformasi moral dengan penuh semangat. Kita menyangka bahwa urusan perbaikan moral tidak ada kaitannya dengan urusan aqidah serta ideologi. Kita tidak sadar bahwa manusia tidak mungkin disuruh mentaati suatu perintah atau menjauhi suatu larangan bila di dalam dirinya belum ada fondasi aqidah serta keyakinan kokoh terhadap fihak yang menjadi sumber perintah dan larangan tersebut. Di sinilah kita lihat mengapa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam secara konsisten di bawah bimbingan wahyu Allah terus mendahulukan pengibaran bendera La ilaha ill-Allah sebelum pengibaran panji Moralisme. Padahal beliau sangat faham bahwa kebangkrutan moral sedang merajalela di tengah masyarakat. Padahal beliau adalah seorang manusia yang dikenal luas memiliki akhlak mulia yang dapat menjadi teladan dalam bidang pembenahan moral dan akhlak. Padahal beliau sangat faham bahwa langkah pengibaran bendera La ilaha ill-Allah merupakan pilihan yang tidak populer di tengah masyarakatnya. Padahal beliau sangat faham bahwa pengibaran panji Moralisme sangat mugkin mendulang simpati masyarakat luas. Saudaraku, prioritas utama da’wah Islam bukanlah memperbanyak pendukung atau konstituen. Walaupun tentunya selaku aktivis da’wah kita pastilah akan sangat gembira bila melihat da’wah Islam memperoleh dukungan banyak orang. Tetapi itu bukanlah prioritas utama. Prioritas utama da’wah Islam ialah memastikan gerakannya berada di atas jalan yang diridhai Allah, jalan yang telah ditempuh oleh teladan utama kita bersama, yaitu jalan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Memang idealnya ialah gerakan da’wah Islam berada di atas jalan yang diridhai Allah sambil memperoleh dukungan banyak orang. Tetapi belajar dari teladan utama kita Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidaklah demikian keadaannya. Setidaknya tidaklah demikian keadaannya saat da’wah berada dalam tahap awal perjuangannya menghadapi kejahiliyahan masyarakat yang masih begitu dominan. Wallahu a’lam bish-showwaab.- Ya Allah, curahkanlah kepada kami rahmat dan ridhaMu selalu. Bimbinglah kami selalu agar berada di atas jalanMu yang benar, jalan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, janganlah dunia menjadi pertimbangan utama kami saat berjuang di atas jalan da’wahMu. Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan segenap ucapan serta perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari nerakaMu dan segenap ucapan serta perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
April Mop, Balasan Barat Terhadap Muslim Andalusia
April Mop di Barat dikenal dengan The April’s Fool Day. Pada 1 April itu, orang boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan, dengan mengatakan, "April Mop!".
Namun banyak umat Islam yang ikut-ikutan merayakan April Mop ini tidak mengetahui, bahwa April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Saat itu terjadi pembantaian ribuan umat Islam di Granada Spanyol di depan pelabuhan. Dengan tipuan akan diberangkatkan ke keluar Andalusia dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Ratu Isabella, Muslim Andalusia malah dikonsentrasikan dan dengan mudah dibantai habis dalam waktu sangat singkat oleh ratusan pasukan salib yang mengelilingi dari segala penjuru.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Mereka kebanyakan terdiri atas para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
Itulah akhir dari kejayaan Islam di Andalusia. Sebuah peradaban Islam yang dimulai dari perjuangan Tariq Bin Ziyad pada tahun 711 M dan berakhir pada 1487 M. Selama tujuh abad lebih peradaban ini telah menyumbangkan kepada dunia, kemajuan dalam berbagai ilmu pengetahuan, kebudayaan serta aspek-aspek ke-islaman, Andalusia kala itu boleh dikatakan sebagai pusat kebudayaan Islam dan Ilmu Pengetahuan yang tiada tandingannya setelah Konstantinopel dan Bagdad.
Balasan Barat Terhadap Muslim Andalusia
Namun ada sebuah kisah yang sangat memilukan. Pada 2 Januari 1492, kardinal Devider memasang salib di atas Istana Hamra; istana kerajaan Nashiriyah di Spanyol. Tujuannya sebagai bentuk proklamasi atas berakhirnya pemerintahan Islam di Spanyol.
Kaum Muslimin dilarang menganut Islam, dan dipaksa untuk murtad. Begitu juga mereka tidak boleh menggunakan bahasa Arab, siapa yang menentang perintah itu akan dibakar hidup hidup setelah disiksa dengan berbagai cara. Gereja di masa pemerintahan monarki Raja Ferdianand dan Isabella membuat Dewan Mahkamah Luar Biasa atau yang dikenal dengan Lembaga Inkuisi sebuah lembaga peradilan yang bertugas untuk menghabisi siapa saja orang-orang di luar Katholik. Lembaga ini kemudian bermetamorfosa menjadi Opus Dei.
Empat abad setelah jatuhnya Islam di Spanyol, Napoleon Bonaparte pada 1808 mengeluarkan instruksi untuk menghapuskan Dewan Mahkamah Luar Biasa tersebut. Dan di sinilah kisah ini berawal. Ditulis oleh Syaikh Muhammad Al Ghazali dalam bukunya At Ta’asub Wat Tasamuh (hal 311-318).
Tentara Prancis menemukan tempat sidang Dewan Mahkamah Luar Biasa itu di sebuah ruang rahasia di dalam gereja. Di sana ada alat alat penyiksaan seperti alat pematah tulang dan alat pengoyak badan. Alat ini untuk membelah tubuh manusia. Ditemukan pula satu peti sebesar kepala manusia. Di situlah diletakkan kepala orang yang hendak disiksa. Satu lagi alat penyiksaan ialah satu kotak yang dipasang mata pisau yang tajam. Mereka campakkan orang orang muda ke dalam kotak ini, bila dihempaskan pintu maka terkoyaklah badan yang disiksa tersebut.
Di samping itu ada mata kail yang menusuk lidah dan tersentak keluar, dan ada pula yang disangkutkan ke payudara wanita, lalu ditarik dengan kuat sehingga payudara tersebut terkoyak dan putus karena tajamnya benda benda tersebut. Nasib wanita dalam siksaan ini sama saja dengan nasib laki laki, mereka ditelanjangi dan tak terhindar dari siksaan.
Inilah jawaban untuk kita, mengapa saat ini, kita tidak menemukan bekas-bekas peradaban Islam yang masih hidup di Spanyol. Seolah-olah tersapu bersih, sebersih-bersihnya. Inilah balasan Barat terhadap Muslim.
Dahulukan La Ilaha
ill-Allah Bukan Moralisme أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول
الله Assalamualaikum Wr Wb Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bukan bendera lainnya. Padahal
dengan mengibarkan bendera La ilaha ill-Allah bangsa Arab bukan saja
enggan menerima seruan tersebut, tetapi bahkan menentang dengan keras
sampai ke tingkat mengusir dan memerangi Nabi shollallahu ’alaih wa
sallam dan para sahabat. Tidakkah ada pilihan strategi lain yang lebih
memperkecil resiko dan mengandung maslahat lebih besar? Misalnya,
mengapa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak diarahkan Allah untuk
mengibarkan panji Moralisme yang lebih solutif menghadapi problema
perilaku bangsa Arab yang saat itu sarat diwarnai kerusakan dan
kebejatan? Bila bendera Moralisme yang dikibarkan sejak hari pertama
sangat mungkin menghasilkan penerimaan kaum pejuang susila dari kalangan
bangsa Arab yang sudah muak menyaksikan tersebarnya kerusakan moral.
Perhatikanlahlah tulisan Sayyid Quthb berikut ini: Pada waktu Rasulullah
s.a.w. diutus, tingkat kesusilaan di Semenanjung Arab berada dalam
titik yang amat rendah dalam banyak seginya, di samping hal-hal yang
mulia yang asli baduwi (di perkampungan dan bukan di kota, pent) yang
masih ada dalam masyarakat. Ketidakadilan merajalela dalam masyarakat,
tergambar dalam kata-kata penyair Zuhair bin Abi Salma : “Siapa yang
tidak mempertahankan kolam airnya dengan senjatanya akan diruntuhkan dan
siapa yang tidak menganiaya manusia akan dianiaya.” Hal itu digambarkan
juga oleh perkataan yang terkenal di zaman jahiliyah: “Tolonglah
saudaramu baik ia menganiaya atau dianiaya.” Minuman yang memabukkan dan
perjudian telah menjadi tradisi masyarakat yang tersebar luas. Dan
menjadi suatu hal yang dibangga-banggakan. Pelacuran dengan segala
bentuknya telah menjadi tanda dari masyarakat ini, sebagaimana
keadaannya dalam setiap masyarakat jahiliyah, baik yang kuno maupun yang
modern. Barangkali ada yang mengatakan : Sesungguhnya adalah dalam
kekuasaan Muhammad s.a.w. untuk mengumumkan suatu da’wah reforrnasi yang
menyangkut dengan perbaikan budi pekerti, pembersihan masyararakat dan
pensucian diri. Barangkali ada yang mengatakan : Sesungguhnya Muhammad
shollollahu alaihi wa sallam pada waktu itu dapat menjumpai jiwa-jiwa
yang baik yang merasa sakit melihat kekotoran ini, sebagaimana dijumpai
oleh setiap reformis susila di setiap lingkungan. Jiwa-jiwa ini
dipengaruhi oleh keluhuran dan keinginan untuk memperkenankan seruan
reformasi dan pembersihan. Barangkali ada orang yang berkata :
Seandainya hal itu diperbuat oleh Rasulullah s.a.w. semenjak dari
pertama kali tentulah ia akan diperkenankan oleh sejumlah orang yang
baik, yang bersih budi pekertinya, yang suci jiwa mereka, sehingga
mereka itu lebih dekat untuk menerima dan memikul aqidah, dan tidak
perlu lagi mengobarkan seruan La ilaha illa-llah yang menimbulkan
opposisi yang kuat semenjak permulaan jalan. Jelas sekali bahwa saat
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diperintahkan Allah untuk
berda’wah di Mekkah beliau menghadapi problema kebangkrutan moral di
tengah masyarakat. Adalah sangat wajar bila orang mengusulkan agar Nabi
shollallahu ’alaih wa sallam mengawali da’wahnya dengan mengibarkan
bendera Moralisme. Artinya bisa saja Nabi shollallahu ’alaih wa sallam
menyerukan suatu gerakan reformasi moral, apalagi beliau sendiri
terkenal berakhlak mulia. Jika ini dijadikan entry point beliau dalam
mengawali da’wah Islam tentulah akan begitu banyak pendukung berbaris di
belakang beliau. Bukankah ini jauh lebih kondusif daripada mengibarkan
bendera La Ilaha ill-Allah yang hanya menimbulkan kegoncangan dan
perlawanan dari kebanyakan bangsa Arab? Lalu mengapa bukan jalan ini
yang ditempuh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam? Mengapa beliau malah
menempuh jalan yang susah-payah menghasilkan begitu banyak rintangan
bahkan repons balik yang keras? Simaklah penjelasan Sayyid Quthb
selanjutnya: Tetapi Allah Yang Mahasuci mengetahui bahwa bukan itu
jalannya. la mengetahui bahwa akhlak hanya dapat berdiri di atas dasar
suatu aqidah yang meletakkan ukuran dan menetapkan nilai : sebagaimana
juga menetapkan kekuasaan yang akan menjadi sandaran ukuran dan nilai
ini dan pembalasan yang dimiliki kekuasaan ini, dan memberikannya baik
kepada yang mematuhi maupun kepada yang melanggar. Sebelum aqidah yang
seperti ini ditetapkan, dan kekuasaan yang seperti ini ditentukan maka
seluruh nilai-nilai akan tetap terombang- ambing, dan kesusilaan yang
berdiri di atasnya akan tetap terombang-ambing juga, tanpa pengendalian,
tanpa kekuasaan dan tanpa sanksi. Islam merupakan ajaran yang
memposisikan aqidah sebagai fondasi sedangkan akhlak sebagai bangunan
yang berdiri di atas fondasi tersebut. Itulah sebabnya Nabi shollallahu
’alaih wa sallam diperintahkan untuk mengibarkan bendera La ilaha
ill-Allah terlebih dahulu bukan panji Akhlak atau Moralisme. Sebab
bendera La ilaha ill-Allah yang mencerminkan penancapan fondasi aqidah
haruslah didahulukan sebelum berharap masyarakat dapat merubah atau
memperbaiki akhlaknya. Sehingga jelas dan tegas Sayyid Quthb menyatakan:
” Sebelum aqidah yang seperti ini ditetapkan, dan kekuasaan yang
seperti ini ditentukan maka seluruh nilai-nilai akan tetap terombang-
ambing, dan kesusilaan yang berdiri di atasnya akan tetap
terombang-ambing juga, tanpa pengendalian, tanpa kekuasaan dan tanpa
sanksi.” Bilamana aqidah telah tertancap dengan benar dan lengkap dalam
suatu masyarakat maka mereka akan memiliki motivasi yang tidak terkait
dengan kepentingan duniawi apapun ketika menegakkan segenap tuntutan
aqidah tersebut. Mereka akan menjadikan sesuatu di luar dunia sebagai
pendorong utama mereka dalam mewujudkan kelengkapan bangunan Islam di
atas fondasi aqidah kokoh tadi. Motivasi tersebut berupa cita-cita
menikmati janji Allah di akhirat, yakni: Surga. Hal inilah yang
menyebabkan mereka sejak awal rela bersusah-payah mengibarkan bendera La
Ilaha ill-Allah walaupun berakibat derita dan permusuhan dari keluarga
dan masyarakat mereka sendiri. Inilah yang ditulis Sayyid Quthb
selanjutnya: Untuk mendirikan agama ini mereka telah mendapat satu
janji, di mana kemenangan dan kekuasaan tidak ikut serta dan bahkan juga
tidak bagi agama yang berada di tangan mereka ini, suatu janji yang
tidak berhubungan dengan sesuatupun dalam kehidupan dunia ini, sebuah
janji, yaitu: sorga. Inilah hanya yang dijanjikan kepada mereka atas
perjuangan yang penuh derita dan penderitaan yang pahit, dan terus
berda’wah dan menghadapi kejahiliyahan dengan sesuatu hal yang dibenci
oleh mereka yang berkuasa di tiap zaman dan di tiap tempat : yaitu: La
ilaha illa-llah. Para sahabat tatkala diajak kepada seruan aqidah tidak
dijanjikan oleh Nabi suatu kepentingan duniawi apapun. Mereka tidak
dijanjikan apapun selain surga di akhirat. Mereka tidak dijanjikan bakal
mendapat perbaikan nasib berupa gaji besar atau kedudukan prestisius
berupa jabatan formal di tengah masyarakat. Maka pantaslah bilamana
istri Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu Aisyah radhiyallahu ‘anha
melontarkan kalimat sebagai berikut: لو أن أول ما نزل من القرآن لا
تشربوا الخمر لقالوا لا والله لا نترك الخمر أبدا و لو كان أول ما نزل من
القرآن لا تزنوا لقالو لا و الله لا نترك الزنا أبدا و لكن كان أول ما نزل
من القرآن سور المفصل فيها ذكر الجنة و النار حتى ثابت القلوب إلى ربها ثم
نزل الحلال و الحرام “Andaikan awal yang diturunkan dari Al-Qur’an adalah
jangan minum khamr, niscaya mereka berkata “Demi Allah kami takkan
meninggalkan khamr”. Andaikan awal yang diturunkan dari Al-Qur’an adalah
jangan berzina, niscaya mereka berkata “Demi Allah kami takkan
meninggalkan zina”. Akan tetapi awal yang diturunkan ialah surah-2
detail mengenai surga dan neraka, sehingga hati menjadi teguh mengingat
Allah. Barulah kemudian (lambat-laun) diturunkan (daftar perkara) halal
dan haram.” Saudaraku, inilah barangkali pokok pangkal masalah di negeri
kita dan banyak negeri muslim lainnya. Banyak orang tahu bahwa ada
kebangkrutan moral yang berkembang dimana-mana dewasa ini. Namun kita
tidak secara konsisten membenahi masalah dari akarnya, yakni pembinaan
aqidah. Kita mengira bahwa kerusakan moral dapat diselesaikan hanya
dengan mengibarkan bendera gerakan reformasi moral dengan penuh
semangat. Kita menyangka bahwa urusan perbaikan moral tidak ada
kaitannya dengan urusan aqidah serta ideologi. Kita tidak sadar bahwa
manusia tidak mungkin disuruh mentaati suatu perintah atau menjauhi
suatu larangan bila di dalam dirinya belum ada fondasi aqidah serta
keyakinan kokoh terhadap fihak yang menjadi sumber perintah dan larangan
tersebut. Di sinilah kita lihat mengapa Nabi Muhammad shollallahu
’alaih wa sallam secara konsisten di bawah bimbingan wahyu Allah terus
mendahulukan pengibaran bendera La ilaha ill-Allah sebelum pengibaran
panji Moralisme. Padahal beliau sangat faham bahwa kebangkrutan moral
sedang merajalela di tengah masyarakat. Padahal beliau adalah seorang
manusia yang dikenal luas memiliki akhlak mulia yang dapat menjadi
teladan dalam bidang pembenahan moral dan akhlak. Padahal beliau sangat
faham bahwa langkah pengibaran bendera La ilaha ill-Allah merupakan
pilihan yang tidak populer di tengah masyarakatnya. Padahal beliau
sangat faham bahwa pengibaran panji Moralisme sangat mugkin mendulang
simpati masyarakat luas. Saudaraku, prioritas utama da’wah Islam
bukanlah memperbanyak pendukung atau konstituen. Walaupun tentunya
selaku aktivis da’wah kita pastilah akan sangat gembira bila melihat
da’wah Islam memperoleh dukungan banyak orang. Tetapi itu bukanlah
prioritas utama. Prioritas utama da’wah Islam ialah memastikan
gerakannya berada di atas jalan yang diridhai Allah, jalan yang telah
ditempuh oleh teladan utama kita bersama, yaitu jalan Nabi Muhammad
shollallahu ’alaih wa sallam. Memang idealnya ialah gerakan da’wah Islam
berada di atas jalan yang diridhai Allah sambil memperoleh dukungan
banyak orang. Tetapi belajar dari teladan utama kita Nabi Muhammad
shollallahu ’alaih wa sallam tidaklah demikian keadaannya. Setidaknya
tidaklah demikian keadaannya saat da’wah berada dalam tahap awal
perjuangannya menghadapi kejahiliyahan masyarakat yang masih begitu
dominan. Wallahu a’lam bish-showwaab.- Ya Allah, curahkanlah kepada kami
rahmat dan ridhaMu selalu. Bimbinglah kami selalu agar berada di atas
jalanMu yang benar, jalan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
Ya Allah, janganlah dunia menjadi pertimbangan utama kami saat berjuang
di atas jalan da’wahMu. Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan
segenap ucapan serta perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya. Ya
Allah, kami berlindung kepadaMu dari nerakaMu dan segenap ucapan serta
perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya. Wassalam
Read more at:
http://alifbraja.blogspot.com/2012/07/dahulukan-la-ilaha-ill-allah-bukan.html
Copyright
© ALIFBRAJA|alifbraja.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
HAKIKAT DUA KALIMAH
SYAHADAH
Ahli Makrifat itu tidak mempunyai makrifat jika ia tidak mengenal Allah dari segala sudut dan dari segala arah mana saja ia menghadap. Ahli Hakikat hanya ada satu arah iaitu ke arah Yang Hakiki itu sendiri. "Ke mana saja kamu memandang, di situ ada Wajah Allah" (Al-Qur-an) "Ke mana saja kamu memandang", sama ada dengan deria atau akal atau khayalan, maka di situ ada Wajah Allah". Oleh itu dalam tiap-tiap ain [di mana] ada ain (Zat Ilahi) dan semuanya adalah "La ilaha illalLah" (Tiada Tuhan Melainkan Allah). Dalam "La ilaha illalLah" semua wujud ada terkandung, iaitu Wujud Semesta Raya dan Wujud secara khusus; atau Wujud atau apa yang dianggap Wujud; atau wujud Hakiki dan Wujud makhluk. Wujud makhluk tertakluk kepada kepada "La ilaha" yang bererti bahawa segala-galanya kecuali Allah adalah kosong(batil), iaitu dinafikan bukan diisbatkan. Wujud Hakiki termasuk dalam "illaLlah". Oleh itu semua kejahatan tertakluk di bawah "La ilaha" dan semua yang dipuji tertakluk di bawah "illaLlah". Semua wujud terkandung dalam mengisbatkan Keesaan (La ilaha illaLlah) dan anda mesti memasukkkannya juga dalam menamakan hamba yang paling mulia (dalam mengatakan Muhammadun RasuluLlah). "Muhammadun RasuluLlah" ini mengandungi tiga alam. Muhammad itu menunjukkan Alam Nyata(Alam Nasut); iaitu alam yang boleh dipandang dengan deria(senses). Rasul itu menunjukkan Alam Perintah(Alam Malakut); iaitu Alam batin berkenaan rahsia-rahsia tanggapan yang mujarad; dan ini terletak antara yang muhaddas dengan Yang Qadim. Nama Ilahi(Allah) itu menunjukkan Alam Pertuanan(Alam Jabarut). Lautan darinya terpancar pengertian dan tanggapan. "Rasul" itu sebenarnya pengantara yang muhaddas dengan Yang Qadim; kerana tanpa dia tidak akan ada wujud, kerana jika yang muhaddas bertemu dengan yang Qadim, maka binasalah yang muhaddas dan tinggallah Yang Qadim. Apabila Rasul diletakkan pada tempatnya yang wajar pada kedua itu, maka barulah alam ini diperintahkan, kerana pada zhohirnya ia adalah hanyalah seketul tanah liat, tetapi batinnya ia adalah khalifah Allah. Pendeknya, maksud mengisbatkan Tauhid itu tidaklah sempurna dan tidaklah meliputi tanpa diisbatkan Keesaan atau Tauhid Zat, Sifat dan Lakuan. Pengisbatan itu difahami dari "Muhammadun RasuluLlah". Apabila seorang ahli Makrifat berkata "La-ilaha illaLlah" maka ia ketahui pada hakikatnya bukan hanya pada majazi sahaja, iaitu tidak ada jalan lain melainkan Allah. Oleh itu wahai saudaraku, janganlah hanya mengucapkan dengan mulut saja syahadah yang mulia ini, kerana dengan itu mulut sajalah yang akan mendapat manfaatnya. Dan ini bukanlah matlamat yang hendak dituju. Yang pentingnya ialah Mengenal Allah sebagaimana Ia sebenarnya. "Allah itu dahulu seperti Ia sekarang jua tanpa sekutu, dan Ia sekarang seperti Ia dahulu jua". Fahamilah ini, dan anda tidak akan dibebankan lagi dengan penafian, dan tidak ada yang tinggal bagi anda lagi melainkan pengisbatan agar apabila anda berkata anda akan berkata; "Allah, Allah, Allah". Tetapi kini hati anda dibebankan dan pandangannya lemah. Semenjak anda dijadikan anda hanya berkata; La-ilaha........ tetapi bilakah penafian itu akan berkesan?. Bahkan ia tidak berkesan kerana penafian itu hanya dengan lidah sahaja. Jika anda nafikan dengan Akal iaitu dengan Hati anda dan rahsia anda yang paling dalam, maka seluruh alam ini akan lenyap dari pandangan anda dan anda akan lihat Allah sendiri, bukannya diri anda sendiri dan juga makhluk-makhluk lain. Kaum Sufi menafikan wujud yang lain kecuali Allah. Maka mereka mencapai kedamaian dan kerehatan dan terus memasuki KalamNya. Mereka tidak akan keluar lagi. Tetapi penafian anda tidak ada langsung hujungnya............ Ghirullah(selain Allah) tidak akan lenyap dengan hanya mengatakan "tidak" dengan lidah sahaja; dan belum sempurna juga lagi dengan mata keimanan dan keyakinan, tetapi akan lenyap dengan pandangan secara langsung dan berhadapan muka. "Sesungguhnya Allah itulah matlamat anda yang terakhir" (Al-Qur'an). Dialah sumber segala-galanya. Maka anda tidak perlu lagi nafi dan tidak perlu isbat. Ini adalah kerana Yang Wajib itu telah memangnya isbat walaupun belum anda isbatkan, dan yang ghairullah itu sememangnya nafi walaupun sebelum anda nafikan. Tidakkah anda ingin menemui guru yang dapat mengajar anda bagaimana menafikan ghairullah dan membawa anda kepada kedamaian di mana anda dapati tidak ada yang lain kecuali Allah?. Maka barulah anda hidup dengan Allah dan dapat menjadi penghuni "Dalam tempat tinggal orang-orang yang ikhlas di Majlis Tuhan Yang Maha Agung", dan ini adalah semuanya hasil daripada ingat anda dan makrifat anda bahawa "Tiada Tuhan selain Allah". Anda tahu kata-kata Syahadah itu sahaja dan yang paling dalam yang anda tahu ialah berkata; "Tidak ada yang patut disembah melainkan Allah". Ini adalah pengetahuan orang-orang awam(biasa) tetapi apakah kaitannya dengan pengetahuan atau ilmu orang-orang Sufi?. Pengetahuan anda yang sekarang itulah yang menghalang anda memahami pengetahuan orang-orang pilihan(Sufi). Masihkan anda menafikan pengetahuan yang didapati dari bimbingan guru menuju Hakikat, padahal mereka yang dipimpin itu memandang tidak yang wujud kecuali Allah? Mereka bukan sahaja mengenal Allah dengan Iman dan keyakinan saja, tetapi mereka memandang dengan cara pandangan yang terus tanpa halangan. Omong kosong tidak sama dengan melihat, bertemu muka. أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Posted by alif braja at 2:47 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest Reactions: Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Selamat Datang Di Blog ALIF BRAJA Translate Powered by Translate Blog Archive ▼ 2012 (1471) ► June (375) ▼ July (475) SEJARAH PEMBAWA THORIQOH AL-TIJANIYYAH KE-INDONESI... Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. MALAIKAT WAHYU, KETERJAGAAN & PENYINGKAPAN Ketika Segala Rahasia Terungkap KAJIAN KITAB SIRRUL ASROR LENGKAP kitab Risalah Alladuniyah-Imam Ghazaly TIGA SUDUT PANDANG TASAWUF Syair dan Sastra SUFI WASIAT KAUM SUFI 7 (tujuh) Lapis Energi Bismillah dan hakikatnya MEMBACA TANPA CAHAYA TAK KAN BERTEMU MAKNA Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya Exposing the Universe WILAYYAH & QUTBANIYYAH 9 Pedang Nabi Muhammad SAW Kitab Sairul Salikin RATIB AL-AYDRUS Kitab Futuhal Ghaib MELIHAT WAJAH ULAMA’ DALAM BERTAREKAT AHWAL PARA PENEMPUH JALAN KONTAK BATHINIYAH Asal Muasal Munculnya Tasawuf HAKIKAT DUA KALIMAH SYAHADAH INTI PADA THAREKAT JABAL QOF RUANG KOSONG PADA ATOM Muthaba’ah 3 Wali pada Muhammad SAW Kitab Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA KAYFIYAT HAKIKAT " KASYF " Qalbu Kaum Arifbillah Tasawuf Ahlus Sunnah Wal Jamaah ILMU KALAM (USHULUDIN) Ilmu Tafsir Ilmu Fiqih Wangsit (wasia) Silihwangi Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi jalan lurus menuju ma,rifat tuloh Risalah Al Ghautsiyyah PENGERTIAN HAQIQAT NUR MUHAMMAD & ROSULLOH MUHMMAD... SIAPAKAH KEKASIH ALLAH YANG SESUNGGUHNYA AL-BIDAYAH FIL-IMAN wan NIHAAYAH FIL-IHSAN SYAHADAT kitab ‘Al-Mawaqif wal Mukhtabat’, karya syech Muha... MENENGOK SEJARAH LAMA YANG DI RIWAYATKAN OLEH SYEC... TANDA-TANDA HARI QIAMAT LETAK PENYIMPANGAN AQIDAH DARI 72 ALIRAN ISLAM Rahasia Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid) PENGERTIAN BER'TAJALLI DALAM PANDANGAN ILMU TAUHID... MENGENAL SIFAT WAJIB ALLOH 20 DAN SIFAT MUSTAHILNY... Cadar dalam Kitab-Kitab NU SIAPAKAH AHLUSSUNAH ? PERNYATAAN PARA IMAM YANG 4 HADITS JIBRIL SEBAGAI PONDASI ISLAM DAN IMAN SEJARAH SURAM IKHWANUL MUSLIMIN Wihdatul Wujud dan Wihdatus Syuhud Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. Merebut Cinta Tuhan SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM DI NUSANTARA - SASTRA ME... SaStra Melayu Bercorak tasawuf. Keris dan Piramid di dasar lautan Okinawa. Makrifat Shalat : Sujud Tauhid Agama itu Perkara Fitri liqâ’ullâh Turunnnya Manusia ke Alam yang Paling Bawah Qimiya al-Sa'adah Al-Hikam Al-Munqidz min Adh-Dhalal keikhlasan Antara Ruh Dan Jasad. Sifat Ruh 7 (tujuh versi) mengenai proses meninggalnya Syekh... Empat Malaikat Yang Memiliki Tingkatan Tertinggi D... Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 Lapis Kesadaran Manusia Kecerdasan Laduni (Laduni Quotient) Hakekat Shalawat Kesadaran Ruh Ilahi Syeikh Siti Jenar Mati dan Pesannya Yang Jadi Keny... Jasadnya Dimakamkan oleh Malaikat Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali Dengan Basma... Antara Fushush al-Hikam dan al-Hikam Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali Nafsu: Karakter dan Uraiannya TAKHALLI – TAHALLI – TAJALLI 3 TINGKAT KEYAKINAN PERJANJIAN IBADAH Jenis Manusia BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ( CONTOH JAUHAR ILMU) SYEH SITI JENAR MEMBUKA JAUHAR ILMU MERAIH “MA’AN GHODAQO” Dahulukan La Ilaha ill-Allah Bukan Moralisme TAUHID : HAQ DAN BATHIL Mengenal Tuhan SYARAT-SYARAT & CARA MA’RIFAT KAYU YAQIN KEADAAN MANUSIA KETIKA MASIH DIDALAM BUMI Pusaka Kalimosodo SHIROOTHOL MUSTAQIIM Di Manakah ALLAH ? Syajarotut Thoyyibah MAQAM (MAKAM) DIRI KITAB FADHAIL AL-A’MAL tentang ruh GURU SUCI TANAH JAWA SUNAN KALIJAGA DALAM WARAWEDHA Imam Mahdi as Dalam Al-Quran Sejarah Munculnya Syi’ah Ensiklopedi Hukum Islam Psikologi Lahirnya Agama Bukhara: Kota Imam Para Ahli Hadis Dinasti-Dinasti Islam di Negeri Hindustan Mengosongkan Sirr :Takhalliyyah As-Sirr Wujud Para Pemilik Kalbu SYEKH SITI JENAR RUH ANTARA SYEKH SITI JENAR DAN AL-HALLAJ Tasawuf Tanpa Tarekat Tarekat Tasauf Sanad (Silsilah) Talqin Kaum Sufi Perbedaan Antara Karamah Dan Istidraj Tarian Rumi & Rumi House in Konya Servanthood And What It Is Ulama Sodoqun dan Ulama Solihun KITAB SYAIKH AHMAD AL-KHUSYAIRI PALEMBANG JIHAD PALING BESAR MELAWAN HAWA NAFSU Sholawat Badar Abu Yazid Al Busthami – Raja Para Mistik "Al-Bahru Al-maurud" Kitab Tasawuf yang Langka Shalat: Guru Sejati Kita Kitab Al Ajnass Sayyid Asif Bin Barkhoya Kisah Kitab Kuning dari Kampung Arab Kejadian malaikat & tugasnya Wahyu dan Ilham Memahami Alam menurut Alqur'an TITIK PERTEMUAN ANTARA TASAWUF DAN KEBATINAN KESYIRIKAN DIZAMAN KITA LEBIH PARAH. Pandangan ilmuwan Nasrani Tentang ke-WAHYU-an CAHAYA KESESATAN & CAHAYA KEBENARAN WALI ALLAH MENURUT AT-TIRMIDZI kelemahan tasawuf sunni Fathimah az-Zahra ; pintu rumah keluarga Nabi yang... DUA TUBUH SAHABAT NABI MASIH UTUH WALAU SUDAH DIMA... ILMU TAUHID (AQAI'DUL IMAN) Warisan Kabudayan Jawa KAJIAN kitab Idharu Asrari Ulumil Muqarrabin Analisa Keabsahan Tulisan Wafaq Kitab Kuno Yang Jadi Rebutan Hadis palsu dalam kitab kuning ISI KITAB KUNO LENGKAP & Download AL QURAN 30 JUZ ... Syiah menyatakan bahawa kelebihan menziarahi Maqa... Kitab Sifat Dua Puluh : Telaah Filologis Naskah Me... Ilmu Ushuludin tentang Allah ada tanpa tempat lagi MINHAJUL A’BIDIN Download KITAB KUNING & Kitab Arab Gratis Makna Dua Kalimat Syahadat & Shalawat Misteri Tentara ALLAH Berwujud Malaikat di Gaza Surat-surat Rasulullah: Ajak Penguasa & Raja-raja ... kitab-kitab tauhid & penjelasan lengkap Ketuhanan Dalam Nahjul Balaghah dan mazhab Ahlulba... sahabat Nabi SAW yang tergolong syi’ah ali KESAKSIAN DALAM DIAM Rahasia Penciptaan Sayidah Fatimah Az-Zahra Perkara yang wajib dima’rifati (dikenal secara utu... KEUTAMAAN TAUHID Menghidupkan Hidup Melalui Kematian Home Perihal Pahala, musibah, penyakit, kegun... pelbagai tingkatan dan stasiun sair-suluk TUDUHAN KEPADA Nabi Musa As keyakinan mazhab Wahabi tanda-tanda kemunculan Imam Zaman perang Jamal pengaruhnya DOSA terhadap ruh dan jiwa manusia? kisah tentang keengganan Iblis untuk sujud itu mem... Makna Khuluq atau Akhlaq Trend Pemikiran Semua Agama adalah Sama (?) Jadilah “Generasi Syahadat”, Generasi Tahan Uji! Iman dan Istiqomah Di Manakah Allah? 7 Ciri Manusia "Berwajah Buruk" Menurut Nabi AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Oran... Faidah Tafsir Ihdinash Shirathal Mustaqim TAWASUL DAN WASILAH SYIRIK MAHABBAH HAKEKAT KAROMAH MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK TASAWUF DAN AQIDAH MANUNGGALING KAWULA GUSTI MANHAJ SALAF Mengenal Jalan Hidup Golongan Yang Selamat (Manhaj... MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI Shalallahu ‘alaihi wa Sal... SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORAN... Manusia yang dilaknat Allah SWT dan Nabi SAW Hakikat Manusia Dalam Matsnawi Rumi Kesempurnaan MANUSIAWI GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (1) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (2) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (3) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (6) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (5) Foto Para Sholihin GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (4) Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW BUKTI PENINGGALAN NABI DAUD Istana Nabi Sulaiman NABI IDRIS Nabi Adam dan Hawa Kota Tempat Dibakarnya Ibrahim a.s Raja Namrudz / Nimrod Wilayah Nabi dan Rasul Dugaan Perahu Nabi Nuh AS Musa Dan Khidir Gua Ashhabul Kahfi Foto Mushaf dari Zaman ke Zaman MISTERI TABUT NABI MUSA & Raja Fir'aun (Pharaoh) Rongsokan Kereta Kuda Fir’aun Fir’aun Manakah yang Tenggelam di Laut Merah? tongkatnya Nabi Musa a.s Khatamul Auliya' Nur Allah Qolb, Aql, Ruh, Nafs MAQAMAT 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDU DZAT (1) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL AF’AL (2) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL ASMA (3) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL SIFAT (4) HAKIKAT DZAT (ALLAH) TAJALLI Nur Muhammad & Tradisi Tasawuf Tiga Sudut Pandang Tasawuf TRILOGI FILSAFAT: TUHAN, ALAM DAN MANUSIA NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA'RIFATULLAH ... NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA'RIFATULLAH ... DASAR-DASAR FALSAFI AHWAL DAN MAQAMAT Manshur al-Hallaj Makam Penetapan Fitrah dan wahyu Hadrat Ilahi Ciri-ciri Dan Doktrin Munafik Taubat: Pintu Keselamatan Tarekat Ujian Bala Bencana Perjalanan Menuju Allah Persediaan Menerima Kedatangan Jazbah Pembahasan Nur Muhammad Dialog Ibn Athaillah dan Ibn Taymiyah (Malay) Dimanakah tahap sembahyang kita? Perjalanan mencari yang haq Antara Shadr, Qalb, Fu'ad dan Lubb TUJUH LATIFAH SIMPUL BATHIN DAN 7 TITIK BATHIN YAN... Membuka hijab yang membatasi diri dengan ALLAH PANDANGAN DUNIA ISLAM TAUHID Sikap Muthahhari terhadap Sains Modern 21 Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan Bisikan & Ajakan Kejadian Bisikan Laknatullah kemampuan dan kekuasaan setan dan jin, Pusaka Madinah STRUKTUR INSAN MENGENAI RUH, JASAD, JIWA DAN CAHAY... TEMPAT DAN SUMBER TAUHID TAQSIMAN DAN TINGKATAN TAUHID PEMBERSIHAN HATI MENUJU MA’RIFAT TAUHID Manusia diberi petujuk (Hidayah) oleh Alloh Swt. K... KIBLAT HAL RAHASIA DIRI Kenal diri kenal ALLAH martabat alam insan Mutiara Tauhid Bab ilmu Mutiara Tauhid Bab Iman Mutiara Tauhid Bab Ma'rifat Empat Tahapan Mencapai Kesempurnaan ‘Nafs’ Tujuh Tingkatan Nafs Meng Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Ahli Makrifat itu tidak mempunyai makrifat jika ia tidak mengenal Allah dari segala sudut dan dari segala arah mana saja ia menghadap. Ahli Hakikat hanya ada satu arah iaitu ke arah Yang Hakiki itu sendiri. "Ke mana saja kamu memandang, di situ ada Wajah Allah" (Al-Qur-an) "Ke mana saja kamu memandang", sama ada dengan deria atau akal atau khayalan, maka di situ ada Wajah Allah". Oleh itu dalam tiap-tiap ain [di mana] ada ain (Zat Ilahi) dan semuanya adalah "La ilaha illalLah" (Tiada Tuhan Melainkan Allah). Dalam "La ilaha illalLah" semua wujud ada terkandung, iaitu Wujud Semesta Raya dan Wujud secara khusus; atau Wujud atau apa yang dianggap Wujud; atau wujud Hakiki dan Wujud makhluk. Wujud makhluk tertakluk kepada kepada "La ilaha" yang bererti bahawa segala-galanya kecuali Allah adalah kosong(batil), iaitu dinafikan bukan diisbatkan. Wujud Hakiki termasuk dalam "illaLlah". Oleh itu semua kejahatan tertakluk di bawah "La ilaha" dan semua yang dipuji tertakluk di bawah "illaLlah". Semua wujud terkandung dalam mengisbatkan Keesaan (La ilaha illaLlah) dan anda mesti memasukkkannya juga dalam menamakan hamba yang paling mulia (dalam mengatakan Muhammadun RasuluLlah). "Muhammadun RasuluLlah" ini mengandungi tiga alam. Muhammad itu menunjukkan Alam Nyata(Alam Nasut); iaitu alam yang boleh dipandang dengan deria(senses). Rasul itu menunjukkan Alam Perintah(Alam Malakut); iaitu Alam batin berkenaan rahsia-rahsia tanggapan yang mujarad; dan ini terletak antara yang muhaddas dengan Yang Qadim. Nama Ilahi(Allah) itu menunjukkan Alam Pertuanan(Alam Jabarut). Lautan darinya terpancar pengertian dan tanggapan. "Rasul" itu sebenarnya pengantara yang muhaddas dengan Yang Qadim; kerana tanpa dia tidak akan ada wujud, kerana jika yang muhaddas bertemu dengan yang Qadim, maka binasalah yang muhaddas dan tinggallah Yang Qadim. Apabila Rasul diletakkan pada tempatnya yang wajar pada kedua itu, maka barulah alam ini diperintahkan, kerana pada zhohirnya ia adalah hanyalah seketul tanah liat, tetapi batinnya ia adalah khalifah Allah. Pendeknya, maksud mengisbatkan Tauhid itu tidaklah sempurna dan tidaklah meliputi tanpa diisbatkan Keesaan atau Tauhid Zat, Sifat dan Lakuan. Pengisbatan itu difahami dari "Muhammadun RasuluLlah". Apabila seorang ahli Makrifat berkata "La-ilaha illaLlah" maka ia ketahui pada hakikatnya bukan hanya pada majazi sahaja, iaitu tidak ada jalan lain melainkan Allah. Oleh itu wahai saudaraku, janganlah hanya mengucapkan dengan mulut saja syahadah yang mulia ini, kerana dengan itu mulut sajalah yang akan mendapat manfaatnya. Dan ini bukanlah matlamat yang hendak dituju. Yang pentingnya ialah Mengenal Allah sebagaimana Ia sebenarnya. "Allah itu dahulu seperti Ia sekarang jua tanpa sekutu, dan Ia sekarang seperti Ia dahulu jua". Fahamilah ini, dan anda tidak akan dibebankan lagi dengan penafian, dan tidak ada yang tinggal bagi anda lagi melainkan pengisbatan agar apabila anda berkata anda akan berkata; "Allah, Allah, Allah". Tetapi kini hati anda dibebankan dan pandangannya lemah. Semenjak anda dijadikan anda hanya berkata; La-ilaha........ tetapi bilakah penafian itu akan berkesan?. Bahkan ia tidak berkesan kerana penafian itu hanya dengan lidah sahaja. Jika anda nafikan dengan Akal iaitu dengan Hati anda dan rahsia anda yang paling dalam, maka seluruh alam ini akan lenyap dari pandangan anda dan anda akan lihat Allah sendiri, bukannya diri anda sendiri dan juga makhluk-makhluk lain. Kaum Sufi menafikan wujud yang lain kecuali Allah. Maka mereka mencapai kedamaian dan kerehatan dan terus memasuki KalamNya. Mereka tidak akan keluar lagi. Tetapi penafian anda tidak ada langsung hujungnya............ Ghirullah(selain Allah) tidak akan lenyap dengan hanya mengatakan "tidak" dengan lidah sahaja; dan belum sempurna juga lagi dengan mata keimanan dan keyakinan, tetapi akan lenyap dengan pandangan secara langsung dan berhadapan muka. "Sesungguhnya Allah itulah matlamat anda yang terakhir" (Al-Qur'an). Dialah sumber segala-galanya. Maka anda tidak perlu lagi nafi dan tidak perlu isbat. Ini adalah kerana Yang Wajib itu telah memangnya isbat walaupun belum anda isbatkan, dan yang ghairullah itu sememangnya nafi walaupun sebelum anda nafikan. Tidakkah anda ingin menemui guru yang dapat mengajar anda bagaimana menafikan ghairullah dan membawa anda kepada kedamaian di mana anda dapati tidak ada yang lain kecuali Allah?. Maka barulah anda hidup dengan Allah dan dapat menjadi penghuni "Dalam tempat tinggal orang-orang yang ikhlas di Majlis Tuhan Yang Maha Agung", dan ini adalah semuanya hasil daripada ingat anda dan makrifat anda bahawa "Tiada Tuhan selain Allah". Anda tahu kata-kata Syahadah itu sahaja dan yang paling dalam yang anda tahu ialah berkata; "Tidak ada yang patut disembah melainkan Allah". Ini adalah pengetahuan orang-orang awam(biasa) tetapi apakah kaitannya dengan pengetahuan atau ilmu orang-orang Sufi?. Pengetahuan anda yang sekarang itulah yang menghalang anda memahami pengetahuan orang-orang pilihan(Sufi). Masihkan anda menafikan pengetahuan yang didapati dari bimbingan guru menuju Hakikat, padahal mereka yang dipimpin itu memandang tidak yang wujud kecuali Allah? Mereka bukan sahaja mengenal Allah dengan Iman dan keyakinan saja, tetapi mereka memandang dengan cara pandangan yang terus tanpa halangan. Omong kosong tidak sama dengan melihat, bertemu muka. أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Posted by alif braja at 2:47 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest Reactions: Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Selamat Datang Di Blog ALIF BRAJA Translate Powered by Translate Blog Archive ▼ 2012 (1471) ► June (375) ▼ July (475) SEJARAH PEMBAWA THORIQOH AL-TIJANIYYAH KE-INDONESI... Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. MALAIKAT WAHYU, KETERJAGAAN & PENYINGKAPAN Ketika Segala Rahasia Terungkap KAJIAN KITAB SIRRUL ASROR LENGKAP kitab Risalah Alladuniyah-Imam Ghazaly TIGA SUDUT PANDANG TASAWUF Syair dan Sastra SUFI WASIAT KAUM SUFI 7 (tujuh) Lapis Energi Bismillah dan hakikatnya MEMBACA TANPA CAHAYA TAK KAN BERTEMU MAKNA Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya Exposing the Universe WILAYYAH & QUTBANIYYAH 9 Pedang Nabi Muhammad SAW Kitab Sairul Salikin RATIB AL-AYDRUS Kitab Futuhal Ghaib MELIHAT WAJAH ULAMA’ DALAM BERTAREKAT AHWAL PARA PENEMPUH JALAN KONTAK BATHINIYAH Asal Muasal Munculnya Tasawuf HAKIKAT DUA KALIMAH SYAHADAH INTI PADA THAREKAT JABAL QOF RUANG KOSONG PADA ATOM Muthaba’ah 3 Wali pada Muhammad SAW Kitab Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA KAYFIYAT HAKIKAT " KASYF " Qalbu Kaum Arifbillah Tasawuf Ahlus Sunnah Wal Jamaah ILMU KALAM (USHULUDIN) Ilmu Tafsir Ilmu Fiqih Wangsit (wasia) Silihwangi Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi jalan lurus menuju ma,rifat tuloh Risalah Al Ghautsiyyah PENGERTIAN HAQIQAT NUR MUHAMMAD & ROSULLOH MUHMMAD... SIAPAKAH KEKASIH ALLAH YANG SESUNGGUHNYA AL-BIDAYAH FIL-IMAN wan NIHAAYAH FIL-IHSAN SYAHADAT kitab ‘Al-Mawaqif wal Mukhtabat’, karya syech Muha... MENENGOK SEJARAH LAMA YANG DI RIWAYATKAN OLEH SYEC... TANDA-TANDA HARI QIAMAT LETAK PENYIMPANGAN AQIDAH DARI 72 ALIRAN ISLAM Rahasia Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid) PENGERTIAN BER'TAJALLI DALAM PANDANGAN ILMU TAUHID... MENGENAL SIFAT WAJIB ALLOH 20 DAN SIFAT MUSTAHILNY... Cadar dalam Kitab-Kitab NU SIAPAKAH AHLUSSUNAH ? PERNYATAAN PARA IMAM YANG 4 HADITS JIBRIL SEBAGAI PONDASI ISLAM DAN IMAN SEJARAH SURAM IKHWANUL MUSLIMIN Wihdatul Wujud dan Wihdatus Syuhud Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. Merebut Cinta Tuhan SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM DI NUSANTARA - SASTRA ME... SaStra Melayu Bercorak tasawuf. Keris dan Piramid di dasar lautan Okinawa. Makrifat Shalat : Sujud Tauhid Agama itu Perkara Fitri liqâ’ullâh Turunnnya Manusia ke Alam yang Paling Bawah Qimiya al-Sa'adah Al-Hikam Al-Munqidz min Adh-Dhalal keikhlasan Antara Ruh Dan Jasad. Sifat Ruh 7 (tujuh versi) mengenai proses meninggalnya Syekh... Empat Malaikat Yang Memiliki Tingkatan Tertinggi D... Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 Lapis Kesadaran Manusia Kecerdasan Laduni (Laduni Quotient) Hakekat Shalawat Kesadaran Ruh Ilahi Syeikh Siti Jenar Mati dan Pesannya Yang Jadi Keny... Jasadnya Dimakamkan oleh Malaikat Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali Dengan Basma... Antara Fushush al-Hikam dan al-Hikam Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali Nafsu: Karakter dan Uraiannya TAKHALLI – TAHALLI – TAJALLI 3 TINGKAT KEYAKINAN PERJANJIAN IBADAH Jenis Manusia BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ( CONTOH JAUHAR ILMU) SYEH SITI JENAR MEMBUKA JAUHAR ILMU MERAIH “MA’AN GHODAQO” Dahulukan La Ilaha ill-Allah Bukan Moralisme TAUHID : HAQ DAN BATHIL Mengenal Tuhan SYARAT-SYARAT & CARA MA’RIFAT KAYU YAQIN KEADAAN MANUSIA KETIKA MASIH DIDALAM BUMI Pusaka Kalimosodo SHIROOTHOL MUSTAQIIM Di Manakah ALLAH ? Syajarotut Thoyyibah MAQAM (MAKAM) DIRI KITAB FADHAIL AL-A’MAL tentang ruh GURU SUCI TANAH JAWA SUNAN KALIJAGA DALAM WARAWEDHA Imam Mahdi as Dalam Al-Quran Sejarah Munculnya Syi’ah Ensiklopedi Hukum Islam Psikologi Lahirnya Agama Bukhara: Kota Imam Para Ahli Hadis Dinasti-Dinasti Islam di Negeri Hindustan Mengosongkan Sirr :Takhalliyyah As-Sirr Wujud Para Pemilik Kalbu SYEKH SITI JENAR RUH ANTARA SYEKH SITI JENAR DAN AL-HALLAJ Tasawuf Tanpa Tarekat Tarekat Tasauf Sanad (Silsilah) Talqin Kaum Sufi Perbedaan Antara Karamah Dan Istidraj Tarian Rumi & Rumi House in Konya Servanthood And What It Is Ulama Sodoqun dan Ulama Solihun KITAB SYAIKH AHMAD AL-KHUSYAIRI PALEMBANG JIHAD PALING BESAR MELAWAN HAWA NAFSU Sholawat Badar Abu Yazid Al Busthami – Raja Para Mistik "Al-Bahru Al-maurud" Kitab Tasawuf yang Langka Shalat: Guru Sejati Kita Kitab Al Ajnass Sayyid Asif Bin Barkhoya Kisah Kitab Kuning dari Kampung Arab Kejadian malaikat & tugasnya Wahyu dan Ilham Memahami Alam menurut Alqur'an TITIK PERTEMUAN ANTARA TASAWUF DAN KEBATINAN KESYIRIKAN DIZAMAN KITA LEBIH PARAH. Pandangan ilmuwan Nasrani Tentang ke-WAHYU-an CAHAYA KESESATAN & CAHAYA KEBENARAN WALI ALLAH MENURUT AT-TIRMIDZI kelemahan tasawuf sunni Fathimah az-Zahra ; pintu rumah keluarga Nabi yang... DUA TUBUH SAHABAT NABI MASIH UTUH WALAU SUDAH DIMA... ILMU TAUHID (AQAI'DUL IMAN) Warisan Kabudayan Jawa KAJIAN kitab Idharu Asrari Ulumil Muqarrabin Analisa Keabsahan Tulisan Wafaq Kitab Kuno Yang Jadi Rebutan Hadis palsu dalam kitab kuning ISI KITAB KUNO LENGKAP & Download AL QURAN 30 JUZ ... Syiah menyatakan bahawa kelebihan menziarahi Maqa... Kitab Sifat Dua Puluh : Telaah Filologis Naskah Me... Ilmu Ushuludin tentang Allah ada tanpa tempat lagi MINHAJUL A’BIDIN Download KITAB KUNING & Kitab Arab Gratis Makna Dua Kalimat Syahadat & Shalawat Misteri Tentara ALLAH Berwujud Malaikat di Gaza Surat-surat Rasulullah: Ajak Penguasa & Raja-raja ... kitab-kitab tauhid & penjelasan lengkap Ketuhanan Dalam Nahjul Balaghah dan mazhab Ahlulba... sahabat Nabi SAW yang tergolong syi’ah ali KESAKSIAN DALAM DIAM Rahasia Penciptaan Sayidah Fatimah Az-Zahra Perkara yang wajib dima’rifati (dikenal secara utu... KEUTAMAAN TAUHID Menghidupkan Hidup Melalui Kematian Home Perihal Pahala, musibah, penyakit, kegun... pelbagai tingkatan dan stasiun sair-suluk TUDUHAN KEPADA Nabi Musa As keyakinan mazhab Wahabi tanda-tanda kemunculan Imam Zaman perang Jamal pengaruhnya DOSA terhadap ruh dan jiwa manusia? kisah tentang keengganan Iblis untuk sujud itu mem... Makna Khuluq atau Akhlaq Trend Pemikiran Semua Agama adalah Sama (?) Jadilah “Generasi Syahadat”, Generasi Tahan Uji! Iman dan Istiqomah Di Manakah Allah? 7 Ciri Manusia "Berwajah Buruk" Menurut Nabi AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Oran... Faidah Tafsir Ihdinash Shirathal Mustaqim TAWASUL DAN WASILAH SYIRIK MAHABBAH HAKEKAT KAROMAH MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK TASAWUF DAN AQIDAH MANUNGGALING KAWULA GUSTI MANHAJ SALAF Mengenal Jalan Hidup Golongan Yang Selamat (Manhaj... MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI Shalallahu ‘alaihi wa Sal... SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORAN... Manusia yang dilaknat Allah SWT dan Nabi SAW Hakikat Manusia Dalam Matsnawi Rumi Kesempurnaan MANUSIAWI GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (1) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (2) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (3) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (6) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (5) Foto Para Sholihin GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (4) Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW BUKTI PENINGGALAN NABI DAUD Istana Nabi Sulaiman NABI IDRIS Nabi Adam dan Hawa Kota Tempat Dibakarnya Ibrahim a.s Raja Namrudz / Nimrod Wilayah Nabi dan Rasul Dugaan Perahu Nabi Nuh AS Musa Dan Khidir Gua Ashhabul Kahfi Foto Mushaf dari Zaman ke Zaman MISTERI TABUT NABI MUSA & Raja Fir'aun (Pharaoh) Rongsokan Kereta Kuda Fir’aun Fir’aun Manakah yang Tenggelam di Laut Merah? tongkatnya Nabi Musa a.s Khatamul Auliya' Nur Allah Qolb, Aql, Ruh, Nafs MAQAMAT 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDU DZAT (1) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL AF’AL (2) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL ASMA (3) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL SIFAT (4) HAKIKAT DZAT (ALLAH) TAJALLI Nur Muhammad & Tradisi Tasawuf Tiga Sudut Pandang Tasawuf TRILOGI FILSAFAT: TUHAN, ALAM DAN MANUSIA NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA'RIFATULLAH ... NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA'RIFATULLAH ... DASAR-DASAR FALSAFI AHWAL DAN MAQAMAT Manshur al-Hallaj Makam Penetapan Fitrah dan wahyu Hadrat Ilahi Ciri-ciri Dan Doktrin Munafik Taubat: Pintu Keselamatan Tarekat Ujian Bala Bencana Perjalanan Menuju Allah Persediaan Menerima Kedatangan Jazbah Pembahasan Nur Muhammad Dialog Ibn Athaillah dan Ibn Taymiyah (Malay) Dimanakah tahap sembahyang kita? Perjalanan mencari yang haq Antara Shadr, Qalb, Fu'ad dan Lubb TUJUH LATIFAH SIMPUL BATHIN DAN 7 TITIK BATHIN YAN... Membuka hijab yang membatasi diri dengan ALLAH PANDANGAN DUNIA ISLAM TAUHID Sikap Muthahhari terhadap Sains Modern 21 Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan Bisikan & Ajakan Kejadian Bisikan Laknatullah kemampuan dan kekuasaan setan dan jin, Pusaka Madinah STRUKTUR INSAN MENGENAI RUH, JASAD, JIWA DAN CAHAY... TEMPAT DAN SUMBER TAUHID TAQSIMAN DAN TINGKATAN TAUHID PEMBERSIHAN HATI MENUJU MA’RIFAT TAUHID Manusia diberi petujuk (Hidayah) oleh Alloh Swt. K... KIBLAT HAL RAHASIA DIRI Kenal diri kenal ALLAH martabat alam insan Mutiara Tauhid Bab ilmu Mutiara Tauhid Bab Iman Mutiara Tauhid Bab Ma'rifat Empat Tahapan Mencapai Kesempurnaan ‘Nafs’ Tujuh Tingkatan Nafs Meng Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
HAKIKAT DUA KALIMAH
SYAHADAH Ahli Makrifat itu tidak mempunyai makrifat jika ia tidak
mengenal Allah dari segala sudut dan dari segala arah mana saja ia
menghadap. Ahli Hakikat hanya ada satu arah iaitu ke arah Yang Hakiki
itu sendiri. "Ke mana saja kamu memandang, di situ ada Wajah Allah"
(Al-Qur-an) "Ke mana saja kamu memandang", sama ada dengan deria atau
akal atau khayalan, maka di situ ada Wajah Allah". Oleh itu dalam
tiap-tiap ain [di mana] ada ain (Zat Ilahi) dan semuanya adalah "La
ilaha illalLah" (Tiada Tuhan Melainkan Allah). Dalam "La ilaha illalLah"
semua wujud ada terkandung, iaitu Wujud Semesta Raya dan Wujud secara
khusus; atau Wujud atau apa yang dianggap Wujud; atau wujud Hakiki dan
Wujud makhluk. Wujud makhluk tertakluk kepada kepada "La ilaha" yang
bererti bahawa segala-galanya kecuali Allah adalah kosong(batil), iaitu
dinafikan bukan diisbatkan. Wujud Hakiki termasuk dalam "illaLlah". Oleh
itu semua kejahatan tertakluk di bawah "La ilaha" dan semua yang dipuji
tertakluk di bawah "illaLlah". Semua wujud terkandung dalam
mengisbatkan Keesaan (La ilaha illaLlah) dan anda mesti memasukkkannya
juga dalam menamakan hamba yang paling mulia (dalam mengatakan
Muhammadun RasuluLlah). "Muhammadun RasuluLlah" ini mengandungi tiga
alam. Muhammad itu menunjukkan Alam Nyata(Alam Nasut); iaitu alam yang
boleh dipandang dengan deria(senses). Rasul itu menunjukkan Alam
Perintah(Alam Malakut); iaitu Alam batin berkenaan rahsia-rahsia
tanggapan yang mujarad; dan ini terletak antara yang muhaddas dengan
Yang Qadim. Nama Ilahi(Allah) itu menunjukkan Alam Pertuanan(Alam
Jabarut). Lautan darinya terpancar pengertian dan tanggapan. "Rasul" itu
sebenarnya pengantara yang muhaddas dengan Yang Qadim; kerana tanpa dia
tidak akan ada wujud, kerana jika yang muhaddas bertemu dengan yang
Qadim, maka binasalah yang muhaddas dan tinggallah Yang Qadim. Apabila
Rasul diletakkan pada tempatnya yang wajar pada kedua itu, maka barulah
alam ini diperintahkan, kerana pada zhohirnya ia adalah hanyalah seketul
tanah liat, tetapi batinnya ia adalah khalifah Allah. Pendeknya, maksud
mengisbatkan Tauhid itu tidaklah sempurna dan tidaklah meliputi tanpa
diisbatkan Keesaan atau Tauhid Zat, Sifat dan Lakuan. Pengisbatan itu
difahami dari "Muhammadun RasuluLlah". Apabila seorang ahli Makrifat
berkata "La-ilaha illaLlah" maka ia ketahui pada hakikatnya bukan hanya
pada majazi sahaja, iaitu tidak ada jalan lain melainkan Allah. Oleh itu
wahai saudaraku, janganlah hanya mengucapkan dengan mulut saja syahadah
yang mulia ini, kerana dengan itu mulut sajalah yang akan mendapat
manfaatnya. Dan ini bukanlah matlamat yang hendak dituju. Yang
pentingnya ialah Mengenal Allah sebagaimana Ia sebenarnya. "Allah itu
dahulu seperti Ia sekarang jua tanpa sekutu, dan Ia sekarang seperti Ia
dahulu jua". Fahamilah ini, dan anda tidak akan dibebankan lagi dengan
penafian, dan tidak ada yang tinggal bagi anda lagi melainkan
pengisbatan agar apabila anda berkata anda akan berkata; "Allah, Allah,
Allah". Tetapi kini hati anda dibebankan dan pandangannya lemah.
Semenjak anda dijadikan anda hanya berkata; La-ilaha........ tetapi
bilakah penafian itu akan berkesan?. Bahkan ia tidak berkesan kerana
penafian itu hanya dengan lidah sahaja. Jika anda nafikan dengan Akal
iaitu dengan Hati anda dan rahsia anda yang paling dalam, maka seluruh
alam ini akan lenyap dari pandangan anda dan anda akan lihat Allah
sendiri, bukannya diri anda sendiri dan juga makhluk-makhluk lain. Kaum
Sufi menafikan wujud yang lain kecuali Allah. Maka mereka mencapai
kedamaian dan kerehatan dan terus memasuki KalamNya. Mereka tidak akan
keluar lagi. Tetapi penafian anda tidak ada langsung
hujungnya............ Ghirullah(selain Allah) tidak akan lenyap dengan
hanya mengatakan "tidak" dengan lidah sahaja; dan belum sempurna juga
lagi dengan mata keimanan dan keyakinan, tetapi akan lenyap dengan
pandangan secara langsung dan berhadapan muka. "Sesungguhnya Allah
itulah matlamat anda yang terakhir" (Al-Qur'an). Dialah sumber
segala-galanya. Maka anda tidak perlu lagi nafi dan tidak perlu isbat.
Ini adalah kerana Yang Wajib itu telah memangnya isbat walaupun belum
anda isbatkan, dan yang ghairullah itu sememangnya nafi walaupun sebelum
anda nafikan. Tidakkah anda ingin menemui guru yang dapat mengajar anda
bagaimana menafikan ghairullah dan membawa anda kepada kedamaian di
mana anda dapati tidak ada yang lain kecuali Allah?. Maka barulah anda
hidup dengan Allah dan dapat menjadi penghuni "Dalam tempat tinggal
orang-orang yang ikhlas di Majlis Tuhan Yang Maha Agung", dan ini adalah
semuanya hasil daripada ingat anda dan makrifat anda bahawa "Tiada
Tuhan selain Allah". Anda tahu kata-kata Syahadah itu sahaja dan yang
paling dalam yang anda tahu ialah berkata; "Tidak ada yang patut
disembah melainkan Allah". Ini adalah pengetahuan orang-orang
awam(biasa) tetapi apakah kaitannya dengan pengetahuan atau ilmu
orang-orang Sufi?. Pengetahuan anda yang sekarang itulah yang menghalang
anda memahami pengetahuan orang-orang pilihan(Sufi). Masihkan anda
menafikan pengetahuan yang didapati dari bimbingan guru menuju Hakikat,
padahal mereka yang dipimpin itu memandang tidak yang wujud kecuali
Allah? Mereka bukan sahaja mengenal Allah dengan Iman dan keyakinan
saja, tetapi mereka memandang dengan cara pandangan yang terus tanpa
halangan. Omong kosong tidak sama dengan melihat, bertemu muka.
Read more at:
http://alifbraja.blogspot.com/2012/07/hakikat-dua-kalimah-syahadah.html
Copyright © ALIFBRAJA|alifbraja.blogspot.com Under Common Share Alike
Atribution
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
HAKIKAT DUA KALIMAH
SYAHADAH Ahli Makrifat itu tidak mempunyai makrifat jika ia tidak
mengenal Allah dari segala sudut dan dari segala arah mana saja ia
menghadap. Ahli Hakikat hanya ada satu arah iaitu ke arah Yang Hakiki
itu sendiri. "Ke mana saja kamu memandang, di situ ada Wajah Allah"
(Al-Qur-an) "Ke mana saja kamu memandang", sama ada dengan deria atau
akal atau khayalan, maka di situ ada Wajah Allah". Oleh itu dalam
tiap-tiap ain [di mana] ada ain (Zat Ilahi) dan semuanya adalah "La
ilaha illalLah" (Tiada Tuhan Melainkan Allah). Dalam "La ilaha illalLah"
semua wujud ada terkandung, iaitu Wujud Semesta Raya dan Wujud secara
khusus; atau Wujud atau apa yang dianggap Wujud; atau wujud Hakiki dan
Wujud makhluk. Wujud makhluk tertakluk kepada kepada "La ilaha" yang
bererti bahawa segala-galanya kecuali Allah adalah kosong(batil), iaitu
dinafikan bukan diisbatkan. Wujud Hakiki termasuk dalam "illaLlah". Oleh
itu semua kejahatan tertakluk di bawah "La ilaha" dan semua yang dipuji
tertakluk di bawah "illaLlah". Semua wujud terkandung dalam
mengisbatkan Keesaan (La ilaha illaLlah) dan anda mesti memasukkkannya
juga dalam menamakan hamba yang paling mulia (dalam mengatakan
Muhammadun RasuluLlah). "Muhammadun RasuluLlah" ini mengandungi tiga
alam. Muhammad itu menunjukkan Alam Nyata(Alam Nasut); iaitu alam yang
boleh dipandang dengan deria(senses). Rasul itu menunjukkan Alam
Perintah(Alam Malakut); iaitu Alam batin berkenaan rahsia-rahsia
tanggapan yang mujarad; dan ini terletak antara yang muhaddas dengan
Yang Qadim. Nama Ilahi(Allah) itu menunjukkan Alam Pertuanan(Alam
Jabarut). Lautan darinya terpancar pengertian dan tanggapan. "Rasul" itu
sebenarnya pengantara yang muhaddas dengan Yang Qadim; kerana tanpa dia
tidak akan ada wujud, kerana jika yang muhaddas bertemu dengan yang
Qadim, maka binasalah yang muhaddas dan tinggallah Yang Qadim. Apabila
Rasul diletakkan pada tempatnya yang wajar pada kedua itu, maka barulah
alam ini diperintahkan, kerana pada zhohirnya ia adalah hanyalah seketul
tanah liat, tetapi batinnya ia adalah khalifah Allah. Pendeknya, maksud
mengisbatkan Tauhid itu tidaklah sempurna dan tidaklah meliputi tanpa
diisbatkan Keesaan atau Tauhid Zat, Sifat dan Lakuan. Pengisbatan itu
difahami dari "Muhammadun RasuluLlah". Apabila seorang ahli Makrifat
berkata "La-ilaha illaLlah" maka ia ketahui pada hakikatnya bukan hanya
pada majazi sahaja, iaitu tidak ada jalan lain melainkan Allah. Oleh itu
wahai saudaraku, janganlah hanya mengucapkan dengan mulut saja syahadah
yang mulia ini, kerana dengan itu mulut sajalah yang akan mendapat
manfaatnya. Dan ini bukanlah matlamat yang hendak dituju. Yang
pentingnya ialah Mengenal Allah sebagaimana Ia sebenarnya. "Allah itu
dahulu seperti Ia sekarang jua tanpa sekutu, dan Ia sekarang seperti Ia
dahulu jua". Fahamilah ini, dan anda tidak akan dibebankan lagi dengan
penafian, dan tidak ada yang tinggal bagi anda lagi melainkan
pengisbatan agar apabila anda berkata anda akan berkata; "Allah, Allah,
Allah". Tetapi kini hati anda dibebankan dan pandangannya lemah.
Semenjak anda dijadikan anda hanya berkata; La-ilaha........ tetapi
bilakah penafian itu akan berkesan?. Bahkan ia tidak berkesan kerana
penafian itu hanya dengan lidah sahaja. Jika anda nafikan dengan Akal
iaitu dengan Hati anda dan rahsia anda yang paling dalam, maka seluruh
alam ini akan lenyap dari pandangan anda dan anda akan lihat Allah
sendiri, bukannya diri anda sendiri dan juga makhluk-makhluk lain. Kaum
Sufi menafikan wujud yang lain kecuali Allah. Maka mereka mencapai
kedamaian dan kerehatan dan terus memasuki KalamNya. Mereka tidak akan
keluar lagi. Tetapi penafian anda tidak ada langsung
hujungnya............ Ghirullah(selain Allah) tidak akan lenyap dengan
hanya mengatakan "tidak" dengan lidah sahaja; dan belum sempurna juga
lagi dengan mata keimanan dan keyakinan, tetapi akan lenyap dengan
pandangan secara langsung dan berhadapan muka. "Sesungguhnya Allah
itulah matlamat anda yang terakhir" (Al-Qur'an). Dialah sumber
segala-galanya. Maka anda tidak perlu lagi nafi dan tidak perlu isbat.
Ini adalah kerana Yang Wajib itu telah memangnya isbat walaupun belum
anda isbatkan, dan yang ghairullah itu sememangnya nafi walaupun sebelum
anda nafikan. Tidakkah anda ingin menemui guru yang dapat mengajar anda
bagaimana menafikan ghairullah dan membawa anda kepada kedamaian di
mana anda dapati tidak ada yang lain kecuali Allah?. Maka barulah anda
hidup dengan Allah dan dapat menjadi penghuni "Dalam tempat tinggal
orang-orang yang ikhlas di Majlis Tuhan Yang Maha Agung", dan ini adalah
semuanya hasil daripada ingat anda dan makrifat anda bahawa "Tiada
Tuhan selain Allah". Anda tahu kata-kata Syahadah itu sahaja dan yang
paling dalam yang anda tahu ialah berkata; "Tidak ada yang patut
disembah melainkan Allah". Ini adalah pengetahuan orang-orang
awam(biasa) tetapi apakah kaitannya dengan pengetahuan atau ilmu
orang-orang Sufi?. Pengetahuan anda yang sekarang itulah yang menghalang
anda memahami pengetahuan orang-orang pilihan(Sufi). Masihkan anda
menafikan pengetahuan yang didapati dari bimbingan guru menuju Hakikat,
padahal mereka yang dipimpin itu memandang tidak yang wujud kecuali
Allah? Mereka bukan sahaja mengenal Allah dengan Iman dan keyakinan
saja, tetapi mereka memandang dengan cara pandangan yang terus tanpa
halangan. Omong kosong tidak sama dengan melihat, bertemu muka. أشهد أن
لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Posted by alif braja at 2:47
AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to
Pinterest Reactions: Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe
to: Post Comments (Atom) Selamat Datang Di Blog ALIF BRAJA Translate
Powered by Translate Blog Archive ▼ 2012 (1471) ► June (375) ▼ July
(475) SEJARAH PEMBAWA THORIQOH AL-TIJANIYYAH KE-INDONESI... Kesempurnaan
seorang wali Allah Swt. MALAIKAT WAHYU, KETERJAGAAN & PENYINGKAPAN
Ketika Segala Rahasia Terungkap KAJIAN KITAB SIRRUL ASROR LENGKAP kitab
Risalah Alladuniyah-Imam Ghazaly TIGA SUDUT PANDANG TASAWUF Syair dan
Sastra SUFI WASIAT KAUM SUFI 7 (tujuh) Lapis Energi Bismillah dan
hakikatnya MEMBACA TANPA CAHAYA TAK KAN BERTEMU MAKNA Antara Syariat
Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya Exposing the Universe WILAYYAH &
QUTBANIYYAH 9 Pedang Nabi Muhammad SAW Kitab Sairul Salikin RATIB
AL-AYDRUS Kitab Futuhal Ghaib MELIHAT WAJAH ULAMA’ DALAM BERTAREKAT
AHWAL PARA PENEMPUH JALAN KONTAK BATHINIYAH Asal Muasal Munculnya
Tasawuf HAKIKAT DUA KALIMAH SYAHADAH INTI PADA THAREKAT JABAL QOF RUANG
KOSONG PADA ATOM Muthaba’ah 3 Wali pada Muhammad SAW Kitab
Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA KAYFIYAT HAKIKAT " KASYF " Qalbu Kaum
Arifbillah Tasawuf Ahlus Sunnah Wal Jamaah ILMU KALAM (USHULUDIN) Ilmu
Tafsir Ilmu Fiqih Wangsit (wasia) Silihwangi Terjemahan bebas Uga
Wangsit Siliwangi jalan lurus menuju ma,rifat tuloh Risalah Al
Ghautsiyyah PENGERTIAN HAQIQAT NUR MUHAMMAD & ROSULLOH MUHMMAD...
SIAPAKAH KEKASIH ALLAH YANG SESUNGGUHNYA AL-BIDAYAH FIL-IMAN wan
NIHAAYAH FIL-IHSAN SYAHADAT kitab ‘Al-Mawaqif wal Mukhtabat’, karya
syech Muha... MENENGOK SEJARAH LAMA YANG DI RIWAYATKAN OLEH SYEC...
TANDA-TANDA HARI QIAMAT LETAK PENYIMPANGAN AQIDAH DARI 72 ALIRAN ISLAM
Rahasia Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid) PENGERTIAN BER'TAJALLI DALAM
PANDANGAN ILMU TAUHID... MENGENAL SIFAT WAJIB ALLOH 20 DAN SIFAT
MUSTAHILNY... Cadar dalam Kitab-Kitab NU SIAPAKAH AHLUSSUNAH ?
PERNYATAAN PARA IMAM YANG 4 HADITS JIBRIL SEBAGAI PONDASI ISLAM DAN IMAN
SEJARAH SURAM IKHWANUL MUSLIMIN Wihdatul Wujud dan Wihdatus Syuhud
Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. Merebut Cinta Tuhan SEJARAH
INTELEKTUAL ISLAM DI NUSANTARA - SASTRA ME... SaStra Melayu Bercorak
tasawuf. Keris dan Piramid di dasar lautan Okinawa. Makrifat Shalat :
Sujud Tauhid Agama itu Perkara Fitri liqâ’ullâh Turunnnya Manusia ke
Alam yang Paling Bawah Qimiya al-Sa'adah Al-Hikam Al-Munqidz min
Adh-Dhalal keikhlasan Antara Ruh Dan Jasad. Sifat Ruh 7 (tujuh versi)
mengenai proses meninggalnya Syekh... Empat Malaikat Yang Memiliki
Tingkatan Tertinggi D... Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 Lapis Kesadaran
Manusia Kecerdasan Laduni (Laduni Quotient) Hakekat Shalawat Kesadaran
Ruh Ilahi Syeikh Siti Jenar Mati dan Pesannya Yang Jadi Keny... Jasadnya
Dimakamkan oleh Malaikat Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali Dengan
Basma... Antara Fushush al-Hikam dan al-Hikam Enam Pertanyaan Imam
al-Ghazali Nafsu: Karakter dan Uraiannya TAKHALLI – TAHALLI – TAJALLI 3
TINGKAT KEYAKINAN PERJANJIAN IBADAH Jenis Manusia
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ( CONTOH JAUHAR ILMU) SYEH SITI JENAR MEMBUKA
JAUHAR ILMU MERAIH “MA’AN GHODAQO” Dahulukan La Ilaha ill-Allah Bukan
Moralisme TAUHID : HAQ DAN BATHIL Mengenal Tuhan SYARAT-SYARAT &
CARA MA’RIFAT KAYU YAQIN KEADAAN MANUSIA KETIKA MASIH DIDALAM BUMI
Pusaka Kalimosodo SHIROOTHOL MUSTAQIIM Di Manakah ALLAH ? Syajarotut
Thoyyibah MAQAM (MAKAM) DIRI KITAB FADHAIL AL-A’MAL tentang ruh GURU
SUCI TANAH JAWA SUNAN KALIJAGA DALAM WARAWEDHA Imam Mahdi as Dalam
Al-Quran Sejarah Munculnya Syi’ah Ensiklopedi Hukum Islam Psikologi
Lahirnya Agama Bukhara: Kota Imam Para Ahli Hadis Dinasti-Dinasti Islam
di Negeri Hindustan Mengosongkan Sirr :Takhalliyyah As-Sirr Wujud Para
Pemilik Kalbu SYEKH SITI JENAR RUH ANTARA SYEKH SITI JENAR DAN AL-HALLAJ
Tasawuf Tanpa Tarekat Tarekat Tasauf Sanad (Silsilah) Talqin Kaum Sufi
Perbedaan Antara Karamah Dan Istidraj Tarian Rumi & Rumi House in
Konya Servanthood And What It Is Ulama Sodoqun dan Ulama Solihun KITAB
SYAIKH AHMAD AL-KHUSYAIRI PALEMBANG JIHAD PALING BESAR MELAWAN HAWA
NAFSU Sholawat Badar Abu Yazid Al Busthami – Raja Para Mistik "Al-Bahru
Al-maurud" Kitab Tasawuf yang Langka Shalat: Guru Sejati Kita Kitab Al
Ajnass Sayyid Asif Bin Barkhoya Kisah Kitab Kuning dari Kampung Arab
Kejadian malaikat & tugasnya Wahyu dan Ilham Memahami Alam menurut
Alqur'an TITIK PERTEMUAN ANTARA TASAWUF DAN KEBATINAN KESYIRIKAN DIZAMAN
KITA LEBIH PARAH. Pandangan ilmuwan Nasrani Tentang ke-WAHYU-an CAHAYA
KESESATAN & CAHAYA KEBENARAN WALI ALLAH MENURUT AT-TIRMIDZI
kelemahan tasawuf sunni Fathimah az-Zahra ; pintu rumah keluarga Nabi
yang... DUA TUBUH SAHABAT NABI MASIH UTUH WALAU SUDAH DIMA... ILMU
TAUHID (AQAI'DUL IMAN) Warisan Kabudayan Jawa KAJIAN kitab Idharu Asrari
Ulumil Muqarrabin Analisa Keabsahan Tulisan Wafaq Kitab Kuno Yang Jadi
Rebutan Hadis palsu dalam kitab kuning ISI KITAB KUNO LENGKAP &
Download AL QURAN 30 JUZ ... Syiah menyatakan bahawa kelebihan
menziarahi Maqa... Kitab Sifat Dua Puluh : Telaah Filologis Naskah Me...
Ilmu Ushuludin tentang Allah ada tanpa tempat lagi MINHAJUL A’BIDIN
Download KITAB KUNING & Kitab Arab Gratis Makna Dua Kalimat Syahadat
& Shalawat Misteri Tentara ALLAH Berwujud Malaikat di Gaza
Surat-surat Rasulullah: Ajak Penguasa & Raja-raja ... kitab-kitab
tauhid & penjelasan lengkap Ketuhanan Dalam Nahjul Balaghah dan
mazhab Ahlulba... sahabat Nabi SAW yang tergolong syi’ah ali KESAKSIAN
DALAM DIAM Rahasia Penciptaan Sayidah Fatimah Az-Zahra Perkara yang
wajib dima’rifati (dikenal secara utu... KEUTAMAAN TAUHID Menghidupkan
Hidup Melalui Kematian Home Perihal Pahala, musibah, penyakit, kegun...
pelbagai tingkatan dan stasiun sair-suluk TUDUHAN KEPADA Nabi Musa As
keyakinan mazhab Wahabi tanda-tanda kemunculan Imam Zaman perang Jamal
pengaruhnya DOSA terhadap ruh dan jiwa manusia? kisah tentang keengganan
Iblis untuk sujud itu mem... Makna Khuluq atau Akhlaq Trend Pemikiran
Semua Agama adalah Sama (?) Jadilah “Generasi Syahadat”, Generasi Tahan
Uji! Iman dan Istiqomah Di Manakah Allah? 7 Ciri Manusia "Berwajah
Buruk" Menurut Nabi AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA Kisah Seorang
Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Oran... Faidah Tafsir Ihdinash Shirathal
Mustaqim TAWASUL DAN WASILAH SYIRIK MAHABBAH HAKEKAT KAROMAH MAKNA LAA
ILAAHA ILLALLAH KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK TASAWUF DAN AQIDAH
MANUNGGALING KAWULA GUSTI MANHAJ SALAF Mengenal Jalan Hidup Golongan
Yang Selamat (Manhaj... MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI Shalallahu ‘alaihi wa
Sal... SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORAN... Manusia
yang dilaknat Allah SWT dan Nabi SAW Hakikat Manusia Dalam Matsnawi Rumi
Kesempurnaan MANUSIAWI GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA
(1) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (2) GURU MURSYID,
HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (3) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA
BESAR INDONESIA (6) GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (5)
Foto Para Sholihin GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (4)
Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW BUKTI PENINGGALAN NABI DAUD Istana
Nabi Sulaiman NABI IDRIS Nabi Adam dan Hawa Kota Tempat Dibakarnya
Ibrahim a.s Raja Namrudz / Nimrod Wilayah Nabi dan Rasul Dugaan Perahu
Nabi Nuh AS Musa Dan Khidir Gua Ashhabul Kahfi Foto Mushaf dari Zaman ke
Zaman MISTERI TABUT NABI MUSA & Raja Fir'aun (Pharaoh) Rongsokan
Kereta Kuda Fir’aun Fir’aun Manakah yang Tenggelam di Laut Merah?
tongkatnya Nabi Musa a.s Khatamul Auliya' Nur Allah Qolb, Aql, Ruh, Nafs
MAQAMAT 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDU DZAT (1) 4 MAQAM MUSYAHADAH :
TAUHIDUL AF’AL (2) 4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL ASMA (3) 4 MAQAM
MUSYAHADAH : TAUHIDUL SIFAT (4) HAKIKAT DZAT (ALLAH) TAJALLI Nur
Muhammad & Tradisi Tasawuf Tiga Sudut Pandang Tasawuf TRILOGI
FILSAFAT: TUHAN, ALAM DAN MANUSIA NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP
MA'RIFATULLAH ... NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA'RIFATULLAH ...
DASAR-DASAR FALSAFI AHWAL DAN MAQAMAT Manshur al-Hallaj Makam Penetapan
Fitrah dan wahyu Hadrat Ilahi Ciri-ciri Dan Doktrin Munafik Taubat:
Pintu Keselamatan Tarekat Ujian Bala Bencana Perjalanan Menuju Allah
Persediaan Menerima Kedatangan Jazbah Pembahasan Nur Muhammad Dialog Ibn
Athaillah dan Ibn Taymiyah (Malay) Dimanakah tahap sembahyang kita?
Perjalanan mencari yang haq Antara Shadr, Qalb, Fu'ad dan Lubb TUJUH
LATIFAH SIMPUL BATHIN DAN 7 TITIK BATHIN YAN... Membuka hijab yang
membatasi diri dengan ALLAH PANDANGAN DUNIA ISLAM TAUHID Sikap
Muthahhari terhadap Sains Modern 21 Perbedaan Malaikat dengan Jin /
Setan Bisikan & Ajakan Kejadian Bisikan Laknatullah kemampuan dan
kekuasaan setan dan jin, Pusaka Madinah STRUKTUR INSAN MENGENAI RUH,
JASAD, JIWA DAN CAHAY... TEMPAT DAN SUMBER TAUHID TAQSIMAN DAN TINGKATAN
TAUHID PEMBERSIHAN HATI MENUJU MA’RIFAT TAUHID Manusia diberi petujuk
(Hidayah) oleh Alloh Swt. K... KIBLAT HAL RAHASIA DIRI Kenal diri kenal
ALLAH martabat alam insan Mutiara Tauhid Bab ilmu Mutiara Tauhid Bab
Iman Mutiara Tauhid Bab Ma'rifat Empat Tahapan Mencapai Kesempurnaan
‘Nafs’ Tujuh Tingkatan Nafs Mengenal ‘Nafs’ Lebih Jauh MAKNA DUA KALIMAT
SYAHADAT Pembagian Tauhid – Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Si...
AD-DAJJAL mengaku sebagai RABB tandingan ALLAH Falsafah Ratu Syetan
Kesempurnaan di Atas Kesempurnaan dalam Nama dan S... Dzikir
syariat-thoriqoh-haqiqat-makrifat BUKAN SEKEDAR MA'RIFAT Kriteria Ahlus
sunnah Wal Jamaah Sejarah Shalat TAFSIR MAQASHIDI : SEBUAH METODE
PENAFSIRAN ALTERN... ISLAM DAN AKAL MANUSIA Mengenai Malaikat
Bersandarkan Sunnah PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH
SEBAB NABI IDRIS MASUK SURGA PEMILIK "SAPI BETINA" DALAM SURAT
AL-BAQOROH IBADAH 500 TAHUN Hanya Sebanding dengan Satu Kenik... Hakikat
tauhid dan nasehat seorang murid kepada gu... TINGKATAN-TINGKATAN DALAM
IBADAH Ulama Ahlussunnah itu Kaum Sufi Sejati Sejarah Kelam Dari Masa
Ke Masa 20 Pertanyaan Nabi Muhammad SAW kepada Iblis(Dialo... AJARAN
FILSAFAT HIDUP BERDASARKAN HURUF AKSARA JAW... Peperangan Badr Al Kubro
Kamus Bahasa Arab Indonesia v2.0 software TANDA-TANDA PENCAPAIAN NENG,
NING, NUNG, NANG PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH
PERISTIWA BESAR YANG TERJADI PADA BULAN RAMADHAN KEAJAIBAN LAILATUL
QODAR SIFAT-SIFAT ALLAH : Analisa Akidah 50 versi Asy’ar... DASAR ISLAMI
TASAWUF Agama dan filsafat Makhluk Pencari Kesempurnaan Lebih Mudah
Mengenal Tuhan Monotheisme dalam Islam Agama Filsafat Tuhan AKAL; RASUL
DAN HUJJAH TUHAN MENGIKIS BERBAGAI KERAGUAN TERHADAP WUJUD TUHAN PARA
FILOSOF BERTUTUR TENTANG TUHAN [1] PARA FILOSOF BERTUTUR TENTANG TUHAN
LAGI [2] FITRAH; BUKTI KONKRET WUJUD TUHAN MENCARI PENCIPTA TUHAN
ARGUMEN KENABIAN LANGKAH-LANGKAH MENUJU AGAMA RAHASIA HALILINTAR TAUHID
PADA WUJUD MANUSIA KETERATURAN PADA SETIAP FENOMENA SEMESTA RAHASIA
PLANET BULAN RAHASIA PLANET MATAHARI ATOM PERTAMA DI ALAM RAYA TUHAN
PENCIPTA SEMESTA TAHARI SUMBER ENERGI DAN KEHIDUPAN TAUHID PADA DUNIA
TUMBUHAN Tentang Mufaddhal SERI TAUHID MUFADDHAL [1] SERI TAUHID
MUFADDHAL [2] SERI TAUHID MUFADDHAL [3] Seri Tauhid Mufaddhal [4]
Menimbang Tujuan Keberadaan Manusia Sebuah Kehidupan Di Lingkungan yang
Mati Struktur Buah yang Penuh Misteri Dialog Ihwal Keberadaan Tuhan
Dialog Ihwal Wujud Tuhan Dialog Ihwal Pembuktian Wujud Tuhan Dialog
Ihwal Nabi dan al-Qur'an Tuhan Itu Ada 38 Titah dan 10 Perintah dalam
Islam dan Kristen Injil Adalah Saksi Untuk Muhammad Persamaan dan
Perbedaan Islam dan Kristen Ihwal Is... BURHAN SHIDDIQIEN AKAL, WAHYU
DAN JALAN MENGENAL TUHAN MEMBINCANG RELASI ANTARA IMAN DAN ILMU TAUHID
DALAM TINJAUAN FILSAFAT MAQAM-MAQAM PARA SALIKIN Kitab Iman TAFSIR
SUFISTIK TIGA JARI KHALWAT DASAR ISLAMI TASAWUF Bahaya Kemunafikan,
Tasykik,Tasawuf, Sekulerisme, ... Kitab Kehidupan Agama Itu Nasehat,
Sampaikan Kebenaran Walaupun It... Pengubah Takdir Menanggulangi Mimpi
Buruk & Nasib ... ALAM SEMESTA ADALAH KITAB SUCI Meluruskan Konsep
Manunggaling Kawulo Gusti Kitab Usul At-Tahqiq Allah melampaui segala...
Permulaan alam…. Permulaan ciptaan rohani Permulaan Jasad Manusia
Kewujudan makhluk rohani Penanggung Arasy Ilmu darjat & pangkat Masa
yang ada…. Rahsia syariat…. Perbendaharaan Yang Tersembunyi Hadlirat
Ilahi Mafhum Tasawuf dan Tareqat Asas Tasawuf Kamus Tasawuf MA’RIFAT
DALAM TASAWUF Perjalanan mencari yang haq 99 Santapan Jiwa Gambaran
Makrifat Cara dan Kaedah Mendapatkan Ilmu = YAA TARIM WA AHLAHA =
Mukjizat Al-Qur'an 1 Mukjizat Al-Qur'an 2 Mukjizat Al-Qur'an 3 Mukjizat
Al-Qur'an 4 Mukjizat Al-Qur'an 5 RIWAYAT EMPAT MADZHAB PERANG SALIB 1
PERANG SALIB 2 PERANG SALIB 3 PERANG SALIB 4 PERANG SALIB 5 PERANG SALIB
6 PERANG SALIB 7 Sejarah Wahabi Rendah Diri Kaum Wahhabi MENGGUGAT
“ORTODOKSI” ISLAM TERHADAP DISKURSUS WAH... Asas tareqat 1 Asas Tareqat 2
(Mursyid) Asas Tareqat 3 (Wajah Ulama) Asas Tareqat 4( Mereka Yang
Bertawassul) Asas Tareqat 5 (Pengertian Tawassul) Asas Tareqat
6(Pengertian) Asas Tareqat 6(Usuluddin) Nama dan Bentuk Roh Hati Kitab
Risalah Tasawuf Nur Yang Membukakan Hakikat IMAN YANG BENAR? Pokok Pokok
Ilmu Laduni Al Hilm, Al Anah dan Ar Rifq MAHABBATULLAH SYARAT MENDAPAT
HIDAYAH MACAM-MACAM TAUHID DAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGANNY... Adab&
Akhlak Penuntut Ilmu Sifat Kaum Sufi dan Siapa Mereka? Menguak Rahasia
Puasa Orang-orang Arif MANUSIA ILAHI Dimensi Mistis KEBANGKITAN ASYURA 1
DIMENSI MISTIS Kebangkitan asyura (2) Sisi Irfan Asyura TASAWUF WANITA
JIHAD AN-NAFS MERINDUKAN SYAHADAH INGAT ALLAH ULAMA YANG MENYESATKAN
ULAMA PUASA, LAPAR & CINTA Dua Orang Penyebab Kehancuran Umat Jihad
Melawan Hawa Nafsu atau Jihad Karena Hawa Na... Wasiat Imam Ali bin Abi
Thalib as kepada Imam Hasa... Rahasia Menyucikan Diri Menyembunyikan
Ibadah Zikir Yang Paling Sempurna TALI ALLAH Tingkatan Alam Menurut para
Sufi. SALAH TAFSIR TERHADAP KITAB SUFI MATA ILAHI Sifat Ruh Sebagai
“Nur” Ramadhan Meraih Fitrah Ilmu Huruf dan Filsafat Ketuhanan (Mencari
Tuhan d... Dan Siapakah Yang Melihat Ketika Kamu Melihat..? Meraih 99
Rahmat Allah ILMU SEJATI, MEMBUKTIKAN SEJATINYA ILMU Sebelas Ajaran
Utama Syeh Siti Jenar SPIRITUAL TINGKAT TINGGI RAJA-RAJA MATARAM KAJIAN
TASSAWUF SULUK WUJIL Pemikiran Islam Soekarno Sang Prokamator RAHASIA
KALIMAT SAHADAT DAN HANACARAKA (CARAKAN) MENGENAL RASA TENTANG ALLAH,
TAUHID DAN MANUNGGALING KAWULA GUST... WUJUD ALLAH MENURUT SEMBILAN WALI
TAUHID SEJATI Ruh dan Raga Beribadah Haji Nabi Khidir, Ajaran dan Jati
dirinya Nabi Khidir Ajari Ilmu Abul Qosim al-Qusyairi Pesan Makrifat
Nabi Khidir Kepada Nabi Musa Perkembangan Tasawuf Prinsip-Prinsip &
Tingkat Keimaman Tasawuf Cahaya di atas Cahaya Konsep ALLAH Bangsa Arab
Jahiliyah Penyembah Berhala Menurut Al-Qur’an Benarkah Islam Akan
Terbagi Menjadi 73 Aliran MENYINGKAP RAHASIA IMAN Ajaran Shalat Sunan
Bonang … !? Macam-Macam Dzikir Dalam Tharekat Sifat Ruh Sebagai “Nur”
RANGKAIAN TIRAI ILAHI TIGA TUBUH GURU SEJATI CABANG IMAN Kesanggupan
Thoriqoh Shiddiqiyyah Letak Kesalahan dalam Suatu Pemikiran Keagamaan
MA’RIFATULLAH Nama-nama Nabi Muhammad SAW ALASAN IBLIS MENEMUI
RASULULLAH MUHAMMAD SAW ► August (205) ► September (201) ► October (207)
► November (8) ► 2013 (110) KETUHANAN Hubungan MANUSIA & TUHAN
Powered By Blogger Temukan kami di Google+ Add to Google About Me My
Photo alif braja Tidak ada yang nyata kecuali Allah, la hayyun, la
samiun, la bashirun, la muridun, la kadirun, la mutakallimun, la ilmun,
.. BILL HAQQI ILLALLAH. View my complete profile Element By ALIF BRAJA
Your browser does not support frame. Kirim SMS Gratis FeedBurner
FeedCount My Headlines KETUHANAN KITAB LAUH MAHFUD 8/17/2013 أشهد أن لا
اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ Lauh Mahfuzh (Kitab Terpelihara)… Ayat-ayat Ma'rifatullah 2
8/17/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Secara
ringkas, dapat dikatakan bahwa ketauhidan seseorang dalam… Pemikul Arasy
8/17/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله [Bab
Penanggung Arasy] Dengan Allah, Arasy menanggung ar-Rahman,… Ibnu Araby
Dalam Kitab Khatamul Auliya' 9 8/17/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد
أن محمدا رسول الله HIERARKI KEWALIAN Syaikhul Akbar Ibnu Araby dalam
kitab… Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 8 8/17/2013 أشهد أن لا
اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Lalu apa puncak dari tingkatan
kewalian itu? Puncak… Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 7
8/17/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Lalu
tingkatan berikutnya? Tingkatan berikutnya, ada yang disebut… Ibnu Araby
Dalam Kitab Khatamul Auliya' 6 8/17/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد
أن محمدا رسول الله Lalu, siapa saja yang sudah tergolong wali dalam…
Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 4 8/17/2013 أشهد أن لا اله الا
الله و أشهد أن محمدا رسول الله Al-Afraad, yaitu Wali yang sangat
spesial, di luar… Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 5 8/17/2013
أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Dengan adanya
tingkatan-tingkatan tadi, apa saja kriterianya sehingga… Ibnu Araby
Dalam Kitab Khatamul Auliya' 3 8/17/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد
أن محمدا رسول الله Lahiriyah dan sekaligus Batiniyah: Pertama, diam,
secara lahiriyah… Headlines by FeedBurner Halaman Beranda VIDEO Syiah
Membuat Ka_bah Sendiri Di IRAK kajian AL HIKAM KITAB Afdhal Al Shalawat
ala Sayyid Al Saadah KITAB Kaifiyyah Al Wushul li ru'yah Al Rasul KITAB
Download Dalail Khayrat Hadist Sohih ALAM SEMESTA & KETUHANAN Makkah
& Madinah Live TV Fish Shvoong Summaries and Short Reviews Hosting
Gratis Feedjit Subscribe in a reader StatCounter - Free Web Tracker and
Counter View My Stats "TANDA 100 HARI SEBELUM KEMATIAN" | (0
comments)BANTAHAN KEPADA PENGHANCUR TAUHID | (0 comments)DOWNLOAD Sahih
Asy-Syifaa Bagian 1 | (0 comments)Istilah Dan tahapan Akhirat dalam
Al-Quran | (0 comments)KITAB RISALAH TASAWWUF | (0 comments)KITAB USUL
DIRI -ZIKIR 1 | (0 comments)KITAB USUL DIRI -ZIKIR 2 | (0
comments)Kebenaran Masjidil Aqsa | (0 comments)Mengenal
Lathifah-lathifah Batin dalam Thariqat Sufi | (0 comments)PEMBAGIAN
TAUHID | (0 comments)RAHASIA KEPENTINGAN-KEPENTINGAN SHOLAT | (0
comments)RISALAH AL SYEIKH WAN AHMAD BIN ZAIN MUSTAFA AL Fathoni | (0
comments)Rahasia segala hakikat | (0 comments)Tafsir Al Quranul Adzim |
(0 comments)bahasa Arab itu merupakan bahasa yang paling sempurna | (0
comments)jawaban yang dapat disodorkan atas syubha yang menyatakan bahwa
“Apabila Tuhan itu memang ada maka seluruh manusia akan beriman
kepada-Nya?” | (0 comments)manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 3 | (0
comments)manhaj salaf, manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 1 | (0
comments)manhaj salaf, manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 2 | (0 comments)"
KASYF " | (0 comments)"Al-Bahru Al-maurud" Kitab Tasawuf yang Langka |
(0 comments)10 Sebab Turunnya Rahmat Allah Ta’ala | (0 comments)10
maksiat bathin | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 01 | (0
comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 02 | (0 comments)101 Bukti Yesus
Bukan Tuhan 03 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 04 | (0
comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 05 | (0 comments)101 Bukti Yesus
Bukan Tuhan 06 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 07 | (0
comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 08 | (0 comments)101 Bukti Yesus
Bukan Tuhan 09 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 10 | (0
comments)12 Imam Setelah Rasulullah Saaw Dalam Riwayat Ahlussunnah | (0
comments)20 KUNCI KEHIDUPAN | (0 comments)20 Pertanyaan Nabi Muhammad
SAW kepada Iblis(Dialog Nabi Muhammad vs Iblis) | (1 comments)21
Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan | (0 comments)3 TINGKAT KEYAKINAN |
(0 comments)3 TINGKAT KEYAKINAN BAGIAN 1 | (0 comments)36 KUMPULAN WALI
YANG DIAKUI ALLAH | (0 comments)38 NASEHAT SEBAGAI BEKAL AKHIRAT DALAM
HADIST QUDSI (Dari Imam Al Ghazali) | (0 comments)38 Titah dan 10
Perintah dalam Islam dan Kristen | (0 comments)4 Kaidah Untuk Membedakan
antara Agama Islam dan Sekuler | (0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH :
TAUHIDU DZAT (1) | (0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL AF’AL (2) |
(0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL ASMA (3) | (0 comments)4
MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL SIFAT (4) | (0 comments)4 Malaikat Yang
Mendatangi Orang Sakit | (0 comments)4 Nabi Yang Masih Hidup | (0
comments)40 Fakta Menarik Tentang Islam | (0 comments)41 Cara Menyambut
Malaikat Maut | (0 comments)6 Perkara yang di Sembunyikan Allah | (0
comments)7 (tujuh versi) mengenai proses meninggalnya Syekh Siti Jenar |
(0 comments)7 (tujuh) Lapis Energi | (0 comments)7 Ciri Manusia
"Berwajah Buruk" Menurut Nabi | (0 comments)7 martabat nafsu | (0
comments)73 golongan islam akhir zaman | (0 comments)77 CABANG IMAN | (0
comments)8 Definisi Manusia Menurut al- Toumy al- Syaibani | (0
comments)82 Kata Cinta Menurut Para Ulama' | (0 comments)9 Pedang Nabi
Muhammad SAW | (0 comments)99 Santapan Jiwa | (0 comments)= YAA TARIM WA
AHLAHA = | (0 comments)A Z A L I | (0 comments)AD-DAJJAL | (0
comments)AD-DAJJAL mengaku sebagai RABB tandingan ALLAH | (0
comments)ADZAN ( Sebagai panggilan shalat ) | (0 comments)AGAMA ISLAM |
(0 comments)AHWAL PARA PENEMPUH JALAN | (0 comments)AJARAN DAN PEMIKIRAN
SYEKH SITI JENAR | (0 comments)AJARAN FILSAFAT HIDUP BERDASARKAN HURUF
AKSARA JAWA | (0 comments)AJARAN SUNAN KALIJAGA TENTANG CUPU MANIK
ASTAGINA | (0 comments)AJARAN TENTANG PENERAPAN RUKUN IMAN, ISLAM DAN
IHSAN | (0 comments)AKAL, WAHYU DAN JALAN MENGENAL TUHAN | (0
comments)AKAL; RASUL DAN HUJJAH TUHAN | (0 comments)AKHLAQ TASAWUF | (0
comments)AKU MERASA RIDHA DENGAN KETENTUAN TUHANKU | (0 comments)AL
IHSAN AL ILLAHIYYAH | (0 comments)AL QUR'AN KITAB YANG MENDAHULUI JAMAN |
(0 comments)AL-BIDAYAH FIL-IMAN wan NIHAAYAH FIL-IHSAN | (0
comments)AL-HIKAM ALHATIMIYAH (IMAM IBNU ARABI) | (0 comments)AL-QUR’AN
DALAM DIRI MANUSIA | (0 comments)ALAM BERDAKWAH | (0 comments)ALAM
MAKHLUK | (0 comments)ALAM RUHANIAH | (0 comments)ALAM SEMESTA ADALAH
KITAB SUCI | (0 comments)ALAM SEMESTA DAN DIRI MANUSIA SEBAGAI AYAT-AYAT
AL-QUR’AN | (0 comments)ALASAN IBLIS MENEMUI RASULULLAH MUHAMMAD SAW |
(0 comments)ALLAH MAHA NYATA (AD-DZAHIR ) | (0 comments)ALLAH Maha
GHOIB, kita wajib mengaji Rasa. | (0 comments)ALLAH, MUHAMMAD, ISLAM,
ALQURAN DAN SHOLAT | (0 comments)ANTARA SUCI LAHIR & BATIN | (0
comments)ANTARA SYEKH SITI JENAR DAN AL-HALLAJ | (0 comments)APA HAKIKAT
ALQURAN WA SUNNATURRASUL | (0 comments)AQIDAH ISLAMIYAH DAN
KEISTIMEWAANNYA | (0 comments)ARGUMEN KENABIAN | (0 comments)ATOM
PERTAMA DI ALAM RAYA | (0 comments)AUTOPSI KEMATIAN PEMIMPIN AGUNG | (0
comments)AYAT QURSY | (0 comments)Abu Yazid Al Busthami – Raja Para
Mistik | (0 comments)Adab& Akhlak Penuntut Ilmu | (0 comments)Agama
Filsafat Tuhan | (0 comments)Agama Itu Nasehat, Sampaikan Kebenaran
Walaupun Itu Pahit | (0 comments)Agama Sebelum Rasulullah Diutus | (0
comments)Agama Untuk Manusia Atau Manusia Untuk Agama? | (0
comments)Agama dan filsafat | (0 comments)Agama itu Perkara Fitri | (0
comments)Agama-agama Besar Yang Ada Di Dunia | (0 comments)Ahlus Sunnah
Wal Jamaah | (0 comments)Ajaran Kaum Sufi Tentang Keesaan Tuhan di jaman
modern | (0 comments)Ajaran Makrifat Syaikh Siti Jenar | (0
comments)Ajaran Ma’rifat Syekh Siti Jenar | (0 comments)Ajaran Shalat
Sunan Bonang … !? | (0 comments)Ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani | (0
comments)Ajaran Syekh Siti Jenar | (0 comments)Ajaran Tarekat Qadiriyah
wa Naqsyabandiyah | (0 comments)Akhir Kehidupan Khalifah Umar Al Khattab
| (0 comments)Akibat Maksiat Suatu Negeri | (0 comments)Al Hallaj -
Antara Drama Ilahi dan Tragedi Penyingkapan Rahasia | (0 comments)Al
Hikam | (0 comments)Al Hilm, Al Anah dan Ar Rifq | (0 comments)Al
Muntahi (bag. 10) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 12) | (0 comments)Al
Muntahi (bag. 13) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 14) | (0 comments)Al
Muntahi (bag. 8) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 9) | (0 comments)Al
Urwah Al Wutsqa | (0 comments)Al,muntahi (bag 11 ) | (0
comments)Al,muntahi (bag. 7 ) | (0 comments)Al,muntahi (bagian 1) | (0
comments)Al,muntahi (bagian 2) | (0 comments)Al,muntahi (bagian 3) | (0
comments)Al-Hikam | (0 comments)Al-Ittihad | (0 comments)Al-Munqidz min
Adh-Dhalal | (0 comments)Al-Muntahi (Bag.4) | (0 comments)Al-Muntahi
(bag. 5) | (0 comments)Al-Muntahi (bag.6) | (0 comments)Al-Qur'an dalam
Konsep Ketuhanan | (0 comments)Al-Qur'an menjelaskan Tentang shalat | (0
comments)Al-Qur’an Dalam Pandangan Hakekat | (0 comments)Al-kisah
Pecinta Tuhan | (0 comments)Al-qur'an 30 Juz plus MP3 | (0
comments)Alala Tanalul ‘Ilma | (0 comments)Alam Jabarut | (0
comments)Alam Mitsal | (0 comments)Alam Pada Zahirnya Dan Batinnya | (0
comments)Alam Sufistik | (0 comments)Alasan Al-Qur'an diturunkan dalam
bahasa Arab | (0 comments)Alasan Nabi Isa As tidak menikah | (0
comments)Alasan Nabi Isa di angkat ke Langit | (0 comments)Allah Memberi
Kebebasan kepada Manusia : Iman atau Kafir! | (0 comments)Allah
Muhammad Adam | (0 comments)Allah berseru pada hamba-Nya, | (0
comments)Allah melampaui segala... | (0 comments)Allah swt Mengharamkan
Api Neraka Untuk Menyentuh Anggota Sujud | (0 comments)Allah, Tauhid dan
Manunggaling Kawula Gusti | (0 comments)Almuntahi ( Bag. 15 selesai ) |
(0 comments)Amalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam | (0
comments)Amalan Thariqat Tijaniyah | (0 comments)Analisa Keabsahan
Tulisan Wafaq | (0 comments)Antara Fushush al-Hikam dan al-Hikam | (0
comments)Antara Ruh Dan Jasad. | (0 comments)Antara Shadr, Qalb, Fu'ad
dan Lubb | (0 comments)Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali
Lainnya | (0 comments)Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya
| (0 comments)Antara Tasawuf dan Syari'at | (0 comments)Apa Itu Huwa La
Huwa? | (0 comments)Apakah Ma'ul-Hayat Itu? | (0 comments)Apakah
Seorang Wali Dapat Mengetahui Kewalian Dirinya | (0 comments)Aqidah Imam
Syafi'i | (0 comments)Arasy Bukan Tempat Bagi Dzat Allah SWT | (0
comments)Arti Mengenal Tuhan | (0 comments)Arti kata Shalat | (0
comments)Artikel Penghinaan Pada Ulama Hadramaut Yaman | (0
comments)Asal Muasal Munculnya Tasawuf | (0 comments)Asal-Usul Syekh
Siti Jenar | (0 comments)Asal-usul tasawuf | (0 comments)Asas Tareqat 2
(Mursyid) | (0 comments)Asas Tareqat 3 (Wajah Ulama) | (0 comments)Asas
Tareqat 4( Mereka Yang Bertawassul) | (0 comments)Asas Tareqat 5
(Pengertian Tawassul) | (0 comments)Asas Tareqat 6(Pengertian) | (0
comments)Asas Tareqat 6(Usuluddin) | (0 comments)Asas Tasawuf | (0
comments)Asas tareqat 1 | (0 comments)Ashif al Barkhiya | (0
comments)Asma`ul Husna dan Sifat Allah | (0 comments)At Thawasin Al Azal
| (0 comments)Awal Agama Mengenal Allah-Naqsyabandiyah | (0
comments)Awal Kiblat ke Arah Ka'bah | (0 comments)Awaluddin
MAKRIFATULLAH | (0 comments)Ayat-ayat Ma'rifatullah | (0
comments)Ayat-ayat Ma'rifatullah 2 | (0 comments)BAB SHOLAT | (0
comments)BABAD TANAH JAWA,Syekh Subakir | (0 comments)BAJU “ALLAH” DARI
DZAT YANG MAHA AGUNG | (0 comments)BERBAGAI PENYIMPANGAN AQIDAH 72
ALIRAN ISLAM | (0 comments)BERDIRINYA MATARAM & HUBUNGAN MISTIS
DENGAN RATU KIDUL | (0 comments)BERTAUHID | (0 comments)BERTAUHID 1 | (0
comments)BILA AKU CERITAKAN NISCAYA HALAL DARAHKU | (0
comments)BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ( CONTOH JAUHAR ILMU) | (0
comments)BUKAN SEKEDAR MA'RIFAT | (0 comments)BUKTI PENINGGALAN NABI
DAUD | (0 comments)BURHAN SHIDDIQIEN | (0 comments)Bacaan Shalat Paling
Dahsyat | (0 comments)Badai Fitnah Ancaman Dosa Riddah | (0
comments)Bagaimana Melihat Tuhan? | (0 comments)Bahaya Kemunafikan,
Tasykik,Tasawuf, Sekulerisme, & Pluralisme Menghancurkan Islam dari
Dalam | (0 comments)Baik-Buruknya Jasad Seseorang | (0
comments)Baqa-bi-Allah | (0 comments)Batinnya Al-Qur’an | (0
comments)Batu Hajar-Aswad | (0 comments)Bay'at | (0 comments)Beberapa
bukti mukzizat al qur'an | (0 comments)Bedah Tuntas Pemikiran Siti Jenar
| (0 comments)Belajar Mengenal Diri Dari Serat Asmaralaya | (0
comments)Benarkah Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman??? | (0
comments)Benarkah Hawa Memujuk Adam Memakan Buah Khuldi ? | (0
comments)Benarkah Islam Akan Terbagi Menjadi 73 Aliran | (0
comments)Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW | (1 comments)Bentuk Ruh |
(0 comments)Ber TUHAN kan Bayangan | (0 comments)Beranda Kejawen Tentang
Detik Sejarah Sejarah Tarekat Sufi | (0 comments)Berselubung dalam
Cahaya Nama-Nama Allah" | (0 comments)Bisikan & Ajakan | (0
comments)Bismi Alif | (0 comments)Bismillah dan hakikatnya | (0
comments)Bukhara: Kota Imam Para Ahli Hadis | (0 comments)Burhan (tanda)
Ilahi yang menjaga Nabi Yusuf dari perbuatan dosa | (0 comments)CABANG
IMAN | (0 comments)CAHAYA KESESATAN & CAHAYA KEBENARAN | (0
comments)CARA MENGUCAPKAN SYAHADAH | (0 comments)Cadar dalam Kitab-Kitab
NU | (0 comments)Cahaya Ditengah Kegelapan | (0 comments)Cahaya di atas
Cahaya | (1 comments)Cara dan Kaedah Mendapatkan Ilmu | (0
comments)Cinta Sejati Manusia kepada Tuhan-Nya | (0 comments)Ciri
Waliyulloh dan Tawassul Menembus Dimensi Kewalian | (0
comments)Ciri-ciri Dan Doktrin Munafik | (0 comments)Ciri-ciri Fisik
Nabi Muhammad SAW | (0 comments)Cobaan Di Alam Kubur | (0
comments)Conversation with God | (0 comments)DAERAH IMKAN, ALAM AMAR,
ALAM KHALAQ | (0 comments)DAHSYATNYA PADANG MAHSYAR | (0 comments)DALAM
JASAD ADAM ADA S, F, L, S | (0 comments)DASAR ISLAMI TASAWUF | (0
comments)DASAR ISLAMI TASAWUF | (0 comments)DASAR-DASAR FALSAFI AHWAL
DAN MAQAMAT | (0 comments)DEFINISI " اللَّهُ " (ALLAH) | (0 comments)DIA
yang tidak dikenal sebagaimana mestinya | (0 comments)DIMANAKAH ALLAH
SEBELUM TERCIPTA SEGALA SESUATU | (0 comments)DIMANAKAH ALLAH? by Empat
mazhab | (0 comments)DIMENSI MISTIS Kebangkitan asyura (2) | (0
comments)DIRI YANG TERHIJAB, ALLAH S.W.T TIDAK DIHIJAB | (0
comments)DOWNLOAD KITAB-KITAB DAN EBOOK UTAMA PARA ULAMA | (0
comments)DOWNLOAD Sahih Asy-Syifaa BAGIAN 2 | (0 comments)DUA TUBUH
SAHABAT NABI MASIH UTUH WALAU SUDAH DIMAKAMKAN 13 ABAD YANG LALU | (0
comments)DUNIA ITU GELAP ( ADDUNYA DZULMATUN ) | (0 comments)DZAT SHOLAT
| (0 comments)DZIKIR TAUHID TOTALITAS DZIKIR | (0 comments)DZIKIRNYA
ALAM SEMESTA | (0 comments)Dahsyatnya Kekuatan Syaitan Untuk
Mempengaruhi Keturunan Adam | (0 comments)Dahulukan La Ilaha ill-Allah
Bukan Moralisme | (0 comments)Dan Siapakah Yang Melihat Ketika Kamu
Melihat..? | (0 comments)Dewa Ruci: Perjalanan Sufi | (0 comments)Di
Manakah ALLAH ? | (3 comments)Di Manakah Allah (2) | (0 comments)Di
Manakah Allah (3) | (0 comments)Di Manakah Allah (4) | (0 comments)Di
Manakah Allah (5) | (0 comments)Di Manakah Allah (6) | (0 comments)Di
Manakah Allah (7) | (0 comments)Di Manakah Allah (8) | (0 comments)Di
Manakah Allah (9) | (0 comments)Di Manakah Allah? | (0 comments)Di
manakah Allah (1) | (0 comments)Dialog Ibn Athaillah dan Ibn Taymiyah
(Malay) | (0 comments)Dialog Ihwal Keberadaan Tuhan | (0 comments)Dialog
Ihwal Nabi dan al-Qur'an | (0 comments)Dialog Ihwal Pembuktian Wujud
Tuhan | (0 comments)Dialog Ihwal Wujud Tuhan | (0 comments)Dibalik
Ajaran Ma'rifat Al-Iman Syaikh Siti jenar | (0 comments)Dimana Allah
Tinggal Sebelum Bersemayam di Atas Arasy? | (0 comments)Dimanakah tahap
sembahyang kita? | (0 comments)Dimensi Mistis KEBANGKITAN ASYURA 1 | (0
comments)Dinasti Prabu Siliwangi | (0 comments)Dinasti-Dinasti Islam di
Negeri Hindustan | (0 comments)Doa Cahaya | (0 comments)Download KITAB
KUNING & Kitab Arab Gratis | (0 comments)Dua Kalimat Shadat /
Syahadatain | (0 comments)Dua Orang Penyebab Kehancuran Umat | (0
comments)Dugaan Perahu Nabi Nuh AS | (0 comments)Durun Nafis 1 | (0
comments)Durun Nafis 2 | (0 comments)Durun Nafis 3 | (0 comments)Durun
Nafis 4 | (0 comments)Durun Nafis 5 | (0 comments)Durun Nafis 6 | (0
comments)Dzikir LAA ILAAHA ILLALLOH | (0 comments)Dzikir
Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat | (0 comments)Dzikir
syariat-thoriqoh-haqiqat-makrifat | (0 comments)EKSISTENSI SYAREAT DAN
HAKEKAT DALAM SUFI | (0 comments)EMPAT GOLONGAN MANUSIA OLEH SYEIKH
ABDUL QADIR AL JAILANI | (0 comments)EMPAT PENDEKAR GAIB SUNAN KALIJAGA |
(0 comments)ENAM MACAM SAHADAT | (0 comments)ENAM MACAM SAHADAT | (0
comments)Empat Malaikat Yang Memiliki Tingkatan Tertinggi Disisi Allah |
(0 comments)Empat Tahapan Mencapai Kesempurnaan ‘Nafs’ | (0
comments)Empat Tingkatan Murshid | (0 comments)Enam Pertanyaan Imam
al-Ghazali | (0 comments)Ensiklopedi Hukum Islam | (0 comments)Exposing
the Universe | (0 comments)FANA | (0 comments)FASAL AKHIR : FUTUHAT
AN-NAJHAH | (0 comments)FASAL KEDUA FUTUHAT AN-NAJHAH: BISMI (ﺑِﺴْﻢِ) |
(0 comments)FASAL KEEMPAT:FUTUHAT AN-NAJHAH: ALLAH (ٱلله) | (0
comments)FASAL KEENAM:FUTUHAT AN-NAJHAH: AR-RAHMAN AR-RAHIM (ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺮﺣﻤٰﻦ) | (0 comments)FASAL KELIMA:FUTUHAT AN-NAJHAH: BISMILLAH (ﺑﺴﻢ ﷲ)
| (0 comments)FASAL KETIGA:FUTUHAT AN-NAJHAH: AL-ISMU ( ﺍﻹِﺳْﻢُ ) | (0
comments)FASAL KETUJUH:FUTUHAT AN-NAJHAH: BISMILLAHIR-RAHMANIR-RAHIM
(بسم الله الرحمن الرحيم) | (0 comments)FASAL PERTAMA: FUTUHAT AN-NAJHAH:
BA (ﺏ) | (0 comments)FENOMENA PENGHANCURAN BANGSA | (0
comments)FILOSOFI KETUPAT IDUL FITRI | (0 comments)FIQH ZAKAT (Kitab
Fathul Qarib Al-Mujib) | (0 comments)FITRAH; BUKTI KONKRET WUJUD TUHAN |
(0 comments)FOTO – FOTO RUMAH BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW, SEBELUM
DIRUNTUHKAN | (0 comments)FUTUHAT AN-NAJHAH | (0 comments)Facebook
Platform | (0 comments)Faidah Tafsir Ihdinash Shirathal Mustaqim | (0
comments)Fakta Mukjizat Nabi Musa | (0 comments)Falsafah Ratu Syetan |
(0 comments)Falsafi Al-Hallaj | (0 comments)Fathimah az-Zahra ; pintu
rumah keluarga Nabi yang didobrak menimpa Bunda Fathimah—pintu itu
mematahkan beberapa tulang iganya dan menggugurkan kandungannya ! | (0
comments)Fir’aun Manakah yang Tenggelam di Laut Merah? | (0
comments)Fitnah Dajjal | (0 comments)Fitnah Dajjal dan Negeri Syams | (0
comments)Fitnah Dunia | (0 comments)Fitnah Sebelum Adanya Fitnah Dajjal
| (0 comments)Fitnah Sejarah tentang Syeikh Siti Jenar | (0
comments)Fitrah dan wahyu | (0 comments)Foto Mushaf dari Zaman ke Zaman |
(0 comments)Foto Para Sholihin | (0 comments)GAMBARAN MAKRIFAT | (0
comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (1) | (0
comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (2) | (0
comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (3) | (0
comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (4) | (0
comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (5) | (0
comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (6) | (0
comments)GURU SUCI TANAH JAWA | (0 comments)Gambar Dan Ucapan Terima
Kasih untuk Tesis KITAB ISTIQAL Asli | (0 comments)Gambaran Makrifat |
(0 comments)Glosarium KITAB ISTIQAL | (0 comments)Gua Ashhabul Kahfi |
(0 comments)Gus Miek Bertemu KH. Mas’ud, Pagerwojo Sidoarjo | (0
comments)HADITS JIBRIL SEBAGAI PONDASI ISLAM DAN IMAN | (0
comments)HAKEKAT | (0 comments)HAKEKAT Sholat | (0 comments)HAKEKAT HARI
RAYA | (0 comments)HAKEKAT KAROMAH | (0 comments)HAKEKAT SEMBAHYANG |
(0 comments)HAKIKAT BAI'AT | (0 comments)HAKIKAT BISMILLAH DI TIAP HURUF
| (0 comments)HAKIKAT DUA KALIMAH SYAHADAH | (0 comments)HAKIKAT DZAT
(ALLAH) | (1 comments)HAKIKAT KEMATIAN: TANDA, KETIKA DAN SAAT-SAAT
AKHIR KEMATIAN | (0 comments)HAKIKAT SOLAT | (0 comments)HAKIKAT
SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT | (0 comments)HAKIKAT YANG TERSEMBUNYI | (0
comments)HAL RAHASIA DIRI | (0 comments)HATI : PENGERTIAN DAN
SIFAT-SIFATNYA | (0 comments)HATI SANUBARI DAN HATI NURANI | (0
comments)HAkIkAT TAKBIR | (0 comments)HIJAB (Tirai Penutup) | (0
comments)HIKMAH IBNU ATHO’ILLAH | (0 comments)HIKMAH Isra' Mikraj | (0
comments)HUKUM RAJAM DALAM ISLAM | (0 comments)Hadis palsu dalam kitab
kuning | (0 comments)Hadlirat Ilahi | (0 comments)Hadrat Ilahi | (0
comments)Hajar Aswad | (0 comments)Hakekat , Keadaan, Pengertian &
Bersemayamnya Ruh | (0 comments)Hakekat Amalan Johiriyah dan Batiniyah |
(0 comments)Hakekat Kalam terdalam 1 | (0 comments)Hakekat Ma’rifat
Menurut Walisongo Dan Syekh Siti jenar | (0 comments)Hakekat Menyaksikan
Nur Illahi | (0 comments)Hakekat Rukun Islam Menurut Syekh Siti Jenar |
(0 comments)Hakekat Shalawat | (0 comments)Hakikat Ma'rifatullah
Menurut Sunan Kudus | (0 comments)Hakikat Manusia Dalam Matsnawi Rumi |
(0 comments)Hakikat Muhammad Dalam Penyaksian | (0 comments)Hakikat
Sastra Jendra Hayuningrat | (0 comments)Hakikat Tauhid Sejati | (0
comments)Hakikat tauhid dan nasehat seorang murid kepada gurunya | (0
comments)Hal-hal Yang MembatalkanTauhid | (0 comments)Haqiqat Fana | (0
comments)Hati | (0 comments)Hati | (0 comments)Hati Surat al-Fatehah |
(0 comments)Hilangnya pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar
kaum Muslim terputus dari sejarah Islam | (0 comments)Home Perihal
Pahala, musibah, penyakit, kegundahan hati sebagai penghapus dosa | (0
comments)Hubungan Hati, Mata Hati dan Nur Ilahi | (0 comments)Hubungan
Leluhur & Kembalinya Kejayaan Nusantara | (0 comments)Hubungan
antara kehendak Ilahi dan keinginan manusia | (0 comments)Hukum
bertarekat | (0 comments)Huruf BA’ – Bahr Al Qudra | (0 comments)Huruf
BA’ – Bahr Al Qudra | (0 comments)I S L A M | (0 comments)IBADAH 500
TAHUN Hanya Sebanding dengan Satu Kenikmatan | (0 comments)IBRAHIM-NABI
YANG MENYATAKAN KEBENARAN DAN KEADILAN | (0 comments)IBU SEGALA ILMU |
(0 comments)IKRAR MANUSIA BERTUHANKAN ALLAH DI ALAM ROH | (0
comments)ILMU ALLAH DENGAN MANUSIA | (0 comments)ILMU HAKIKAT &
ROHANI | (0 comments)ILMU KALAM (USHULUDIN) | (0 comments)ILMU KALAM
(USHULUDIN) | (0 comments)ILMU SEBELUM BERSYAHADAT | (0 comments)ILMU
SEJATI, MEMBUKTIKAN SEJATINYA ILMU | (0 comments)ILMU TAUHID (AQAI'DUL
IMAN) | (0 comments)ILMU TAUHID : MENYELAMI SIFAT 20 | (0 comments)ILMU
TAUHID: AQAI’DUL IMAN | (0 comments)IMAN | (0 comments)IMAN | (0
comments)IMAN YANG BENAR? | (0 comments)INGAT ALLAH | (0 comments)INTI
PADA THAREKAT | (0 comments)ISA-NABI YANG MEMIMPIN KAUM LEMAH | (0
comments)ISI KITAB KUNO LENGKAP & Download AL QURAN 30 JUZ MP3 | (0
comments)ISLAM | (0 comments)ISLAM DAN AKAL MANUSIA | (0
comments)ISTILAH Kata "mematikanmu" Dalam AL-QUR'AN TENTANG NABI ISA |
(0 comments)ISTILAH-ISTILAH SUFI, TASAWWUF DAN TAREQAT NAQSYABANDIYAH |
(0 comments)Ibadah Haji Para Sufi | (0 comments)Ibnu Araby Dalam Kitab
Khatamul Auliya' 1 | (0 comments)Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya'
2 | (0 comments)Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 3 | (0
comments)Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 4 | (0 comments)Ibnu
Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 5 | (0 comments)Ibnu Araby Dalam
Kitab Khatamul Auliya' 6 | (0 comments)Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul
Auliya' 7 | (0 comments)Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 8 | (0
comments)Ibnu Araby Dalam Kitab Khatamul Auliya' 9 | (0 comments)Ibnu
Araby Tentang Khatamul Auliya' | (0 comments)Ibnu Taimiyyah dan Maulid
Nabi | (0 comments)Ihwal Orang-orang Arif Dalam Menghadapi Persoalan
Tadbir | (0 comments)Ikhlas | (0 comments)Ikhtisar Dzikir yang Sempurna |
(0 comments)Ilmu Fiqih | (0 comments)Ilmu Hakekat | (0 comments)Ilmu
Huduri | (0 comments)Ilmu Huruf dan Filsafat Ketuhanan (Mencari Tuhan di
balik Huruf Miim dan Ain) | (0 comments)Ilmu Syathariyah | (0
comments)Ilmu Tafsir | (0 comments)Ilmu Ushuludin | (0 comments)Ilmu
darjat & pangkat | (0 comments)Imam Mahdi as Dalam Al-Quran | (0
comments)Imam Syafi'i : Jadilah Faqih dan Sufi | (0 comments)Imam dan
Benteng Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Abad 21 Al Hafidh Asy Syaikh Abdullah
Al Harari Lebanon | (0 comments)Iman Dalam Pandangan Tasawuf | (0
comments)Iman dan Istiqomah | (0 comments)Indahnya Bersyukur | (0
comments)Injil Adalah Saksi Untuk Muhammad | (0 comments)Introspeksi
Diri Lebih Baik | (0 comments)Islam Terpecah 73 Golongan | (0
comments)Islam manakah yang benar | (0 comments)Ismullahil A’zhom nama
Allah ke 100 | (0 comments)Istana Nabi Sulaiman | (0 comments)Istilah
Sufi | (0 comments)Isyarat Ahli Makrifat | (0 comments)JABAL QOF | (0
comments)JALAN ISTIQOMAH | (0 comments)JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH | (0
comments)JAMAAH DZIKIR DAN HUKUM JAHR | (0 comments)JATI DIRI MANUSIA |
(0 comments)JEJAK WAHDATUL WUJUD: DARI AL HALLAJ HINGGA SYEIKH SITI
JENAR | (0 comments)JENIS HIJAB | (0 comments)JIHAD AN-NAFS | (0
comments)JIHAD PALING BESAR MELAWAN HAWA NAFSU | (0 comments)Jadilah
“Generasi Syahadat”, Generasi Tahan Uji! | (0 comments)Jalan Mencapai
Keikhlasan Sejati | (0 comments)Jalan Tannazul Dzat | (0 comments)Jangan
Memperolok-olokkan Agama | (0 comments)Jangan Memutus Istiqomahmu | (0
comments)Jasadnya Dimakamkan oleh Malaikat | (0 comments)Jawaban atas
penentang golongan sufi atau golongan makrifatullah | (0 comments)Jejak
Ma'rifat 2 | (0 comments)Jenis Manusia | (0 comments)Jenis dan Tingkatan
Jihad | (0 comments)Jihad Melawan Hawa Nafsu atau Jihad Karena Hawa
Nafsu? | (0 comments)Joko Samudro | (0 comments)Jutaan mata manusia
menangis melihat gambar ini | (0 comments)KAFIR KEPADA ALLAH | (0
comments)KAJIAN KITAB SIRRUL ASROR LENGKAP | (0 comments)KAJIAN Litab
Sirrul Asrar LENGKAP | (0 comments)KAJIAN MA’RIFAT | (0 comments)KAJIAN
TASSAWUF SULUK WUJIL | (0 comments)KAJIAN kitab Idharu Asrari Ulumil
Muqarrabin | (0 comments)KASAMPURNAAN KANJHENG SUNAN KALIJAGA & KI
LURAH SEMAR | (0 comments)KAYFIYAT HAKIKAT | (0 comments)KAYU YAQIN | (0
comments)KEADAAN MANUSIA KETIKA MASIH DIDALAM BUMI | (0
comments)KEADAAN MANUSIA SESUDAH MATI | (0 comments)KEAJAIBAN LAILATUL
QODAR | (0 comments)KEBERADAAN DimanAkah Allh SWT,?? | (0
comments)KEDUDUKAN DAN MAKRIFAT AHLI ZUHUD | (0 comments)KEJADIAN ADAM |
(0 comments)KEJADIAN ADAM | (0 comments)KEKUATAN DALAM DIRI MANUSIA |
(0 comments)KELOMPOK-KELOMPOK YANG MASUK SURGA | (0 comments)KENAPA
TUHANKU ALLAH | (0 comments)KESAKSIAN DALAM DIAM | (0
comments)KESYIRIKAN DIZAMAN KITA LEBIH PARAH. | (0 comments)KETAUHIDAN
SYEKH SITI JENAR | (0 comments)KETERATURAN PADA SETIAP FENOMENA SEMESTA |
(0 comments)KETUHANAN: Nur Al ILMU | (0 comments)KEUTAMAAN TAUHID | (0
comments)KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK | (0 comments)KH ABDUL WAHID
HASYIM | (0 comments)KHALWAT | (0 comments)KIBLAT | (0 comments)KIBLAT |
(0 comments)KIBLAT | (0 comments)KISAH KEROHANIAN SYEIKH ABU YAZID AL
BUSTAMI | (0 comments)KISAH KOTA MANUSIA, RAJANYA ADALAH ROH | (0
comments)KITAB AL RISALATUL LIDUNIYYAH (1) | (0 comments)KITAB AL
RISALATUL LIDUNIYYAH (2) | (0 comments)KITAB AL RISALATUL LIDUNIYYAH (3)
| (0 comments)KITAB ARWAH TO ' KU PALOH | (0 comments)KITAB Diri empat |
(0 comments)KITAB Diri tiga | (0 comments)KITAB FADHAIL AL-A’MAL | (0
comments)KITAB FUTUH AL-GHAIB | (0 comments)KITAB ILMU tahqiq MANHALU
Shofi FI BAYAANI | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 5 BAGIAN 2 | (0
comments)KITAB ISTIQAL BAB 8 BAGIAN 2 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 8
BAGIAN 3 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 8 BAGIAN 4 | (0 comments)KITAB
ISTIQAL BAB 9 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 1 | (0
comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 2 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9
BAGIAN 3 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 4 | (0 comments)KITAB
ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 5 | (0 comments)KITAB KASHF AL MAHJUB (AL HUJWIRI) |
(0 comments)KITAB LAUH MAHFUD | (0 comments)KITAB PRIMBON SUNAN BONANG
(HET BOEK VAN BONANG) | (0 comments)KITAB RAHASIA APPONA KALI BARRU 1 |
(0 comments)KITAB RAHASIA APPONA KALI BARRU 2 | (0 comments)KITAB
RAHASIA APPONA KALI BARRU 3 | (0 comments)KITAB RAHASIA APPONA KALI
BARRU 4 | (0 comments)KITAB RAHASIA APPONA KALI BARRU 5 | (0
comments)KITAB SIRRUL ASSRAR | (0 comments)KITAB SYAIKH AHMAD
AL-KHUSYAIRI PALEMBANG | (0 comments)KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM PASAL 10
& PASAL 11 | (0 comments)KITAB TA'LIMUL MUTA'ALIM PASAL 8 &
PASAL 9 | (0 comments)KITAB TERKENAL ”ANA AL HAQ” | (0 comments)KITAB
TERSOHOR ADAB AS SULUK : SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 1) | (0
comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN ADAB-ADAB PERJALANAN :
SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 4) | (0 comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS
SULUK BERKENAAN PERJALANAN RUHANIAH : SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 2) |
(0 comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN PRINSIP PERJALANAN :
SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 3) | (0 comments)KITAB TOK GURU peramu |
(0 comments)KONTAK BATHINIYAH | (0 comments)KONTAK BATHINIYAH | (0
comments)KUNCI | (0 comments)KUPAS-TUNTAS Tarekat Naqsyabandiyah | (0
comments)Kahanan Sejati (Keadaan Sejati) / true condition | (0
comments)Kajian Islam | (0 comments)Kajian Kitab Al Ihya Ulumuddin | (0
comments)Kalam terdalam 2 s/d 4 | (0 comments)Kalam terdalam 5 s/d 8 |
(0 comments)Kalian akan melihat Tuhan pencipta kalian | (0
comments)Kamus Bahasa Arab Indonesia v2.0 software | (0 comments)Kamus
Tasawuf | (0 comments)Kasyful Asrar | (0 comments)Kaum Darwis (Sufi) |
(0 comments)Kaweruh Jawa | (0 comments)Ka’bah | (0
comments)Keagungan-Kekuasaan Allah Ta’ala | (0 comments)Keajaiban Dan
Rahasia Angka 4 | (0 comments)Kebahagiaan Hanya dalam Iman dan Amal
Shaleh | (0 comments)Kebebasan Berakidah | (0 comments)Kecerdasan Laduni
(Laduni Quotient) | (0 comments)Kedudukan Al-Ghazali dalam tarekat | (0
comments)Kehidupan nabi Khidir dan Nabi Ilyas | (0 comments)Kejadian
Bisikan Laknatullah | (0 comments)Kejadian malaikat & tugasnya | (0
comments)Kejahatan Muslimin Yang Terbesar | (0 comments)Kelezatan
Ma’rifat | (0 comments)Kematian Pada Hari Kiamat Kubra | (0
comments)Kemunculan Dajjal | (0 comments)Kenal diri kenal ALLAH | (0
comments)Kenapa Iblis (setan) diciptakan dari api? | (0 comments)Kenapa
Sholat dan Haji Harus berkiblat kearah Ka’bah ? | (0 comments)Keris dan
Piramid di dasar lautan Okinawa. | (0 comments)Kesadaran Ruh Ilahi | (0
comments)Kesalahan Makna Ayat Tentang Ruh (Ciptaan) | (0
comments)Kesalahan Sejarah tentang Syaikh Siti Jenar | (0
comments)Kesanggupan Thoriqoh Shiddiqiyyah | (0 comments)Kesejatian
Sejati | (0 comments)Kesempurnaan MANUSIAWI | (0 comments)Kesempurnaan
di Atas Kesempurnaan dalam Nama dan Sifat Allah | (0
comments)Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. | (0 comments)Kesempurnaan
seorang wali Allah Swt. | (0 comments)Ketika BASMALAH di turunkan | (0
comments)Ketika Rahasia Tetaplah Rahasia | (0 comments)Ketika Segala
Rahasia Terungkap | (0 comments)Ketuhanan Dalam Nahjul Balaghah dan
mazhab Ahlulbait | (0 comments)Keutamaan orang Islam yang Lemah dan
Fakir | (0 comments)Kewujudan makhluk rohani | (0 comments)Keyakinan dan
iman orang-orang Yahudi terhadap kemunculan Nabi Isa yang dijanjikan |
(0 comments)Khatamul Auliya' | (0 comments)Khodam | (0 comments)Khutbah
RasulullahSaw Tentang Dajjal | (0 comments)Kisah 4 Nabi Yang Masih Hidup
Sampai Sekarang | (0 comments)Kisah Dari Keikhlasan Para Salaf | (0
comments)Kisah Kitab Kuning dari Kampung Arab | (0 comments)Kisah Nabi
Khidir Dalam Kitab Ibnu Hajar Asqalaniy | (0 comments)Kisah Nabiyullah
Yunus AS dalam Syiar Iman | (0 comments)Kisah Para Tokoh Purwa Jawa
Sebelum Zaman Wali | (0 comments)Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan
Jutaan Orang | (0 comments)Kisah Takhayul Dibalik Munculnya Shalawat
Nariyah | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 1 | (0 comments)Kitab Akhir
Zaman 2 | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 3 | (0 comments)Kitab Akhir
Zaman 4 | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 5 | (0 comments)Kitab Al Ajnass
Sayyid Asif Bin Barkhoya | (0 comments)Kitab Barencong | (0
comments)Kitab Diri dua | (0 comments)Kitab Diri satu | (0
comments)Kitab Futuhal Ghaib | (0 comments)Kitab Futuhal Ghaib, Syeikh
Abdul Qadir Jailani | (0 comments)Kitab Ilmu & Makrifat ( Tok Guru
Peramu ) | (0 comments)Kitab Iman | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 1 | (0
comments)Kitab Istiqal BAB 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 3 | (0
comments)Kitab Istiqal BAB 4 BAGIAN 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 4
BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 5 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab
Istiqal BAB 5 BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 6 BAGIAN 1 | (0
comments)Kitab Istiqal BAB 6 BAGIAN 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 6
BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 7 | (0 comments)Kitab Istiqal
BAB 7 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 7 BAGIAN 2 | (0
comments)Kitab Istiqal BAB 7 BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 8 |
(0 comments)Kitab Istiqal BAB 8 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal
Bab 4 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal Tarekat
Qadiriyyah-Naqhsabandiyyah | (0 comments)Kitab Kehidupan | (0
comments)Kitab Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA | (0 comments)Kitab
Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA | (0 comments)Kitab Kimyatusy-
Sya'adah - Imam Al-Ghazali | (0 comments)Kitab Kuno Yang Jadi Rebutan |
(0 comments)Kitab Mafahim Yajibu An Tushohhah | (0 comments)Kitab
Rahasia Hu | (0 comments)Kitab Risalah Tasawuf | (0 comments)Kitab
Sairul Salikin | (0 comments)Kitab Sifat Dua Puluh : Telaah Filologis
Naskah Melayu Islam Minangkabau | (0 comments)Kitab Sirrul Assrar-Syeikh
Abdul Qadir Jailani | (0 comments)Kitab Sirrul-Asror : Syekh Abd.Qodir
Jailany | (0 comments)Kitab Ta'limul Muta'alim PASAL 1 | (0
comments)Kitab Ta'limul Muta'alim PASAL 2 | (0 comments)Kitab Ta'limul
Muta'alim PASAL 3 | (0 comments)Kitab Ta'limul Muta'alim PASAL 4 | (0
comments)Kitab Ta'limul Muta'alim PASAL 5 | (0 comments)Kitab Usul
At-Tahqiq | (0 comments)Kitab Zuhud Dan Kelembutan Hati | (0
comments)Kitab “Kashf al-Ghaibiyyah | (0 comments)Konsep ALLAH Bangsa
Arab Jahiliyah | (0 comments)Konsep Kebahagiaan Dalam Islam | (0
comments)Konsep Peperangan Dalam Qur’an | (0 comments)Konsep Syekh Siti
Jenar Merasakan Kematian sebelum mati | (0 comments)Kontroversial
kenaikan Nabi Isa A.S dalam perspektif Islam | (0 comments)Kota Tempat
Dibakarnya Ibrahim a.s | (0 comments)Kriteria Ahlus sunnah Wal Jamaah |
(0 comments)Kualitas Wali Itu Bertingkat-tingkat | (0 comments)Kuburan
70 Nabi di Masjid Khaif | (0 comments)Kunci makrifat | (0 comments)Kupas
Tuntas Surah Al-fateha | (0 comments)Kyai Hamid Pasuruan | (0
comments)LA SAUTIN WALA HARFUN | (0 comments)LAILATUL KADAR | (0
comments)LANGIT, KURSI, ARASY | (0 comments)LANGKAH-LANGKAH MENUJU AGAMA
| (0 comments)LAUTAN HAKIKAT AL-QUR’AN | (0 comments)LETAK PENYIMPANGAN
AQIDAH DARI 72 ALIRAN ISLAM | (0 comments)LIMA BINTANG CAHAYA TAREQAT
NAQSHBANDIYAH | (0 comments)LUBUK KITAB JILA ’AL-KHATIR SHAIKH ABD QADIR
AL JILANI | (0 comments)Ladunni | (0 comments)Langit Kiblat Do'a | (0
comments)Lauhul Mahfuz | (0 comments)Lebih Mudah Mengenal Tuhan | (0
comments)Letak Kesalahan dalam Suatu Pemikiran Keagamaan | (0
comments)Letak kebahagiaan dan kesempurnaan manusia | (0
comments)Lillahi ta’ala | (0 comments)Lima Kebutuhan Penting Yang Harus
Dijaga Oleh Kaum Muslimin | (0 comments)Lima Kelompok Golongan Syuhada |
(0 comments)MACAM-MACAM TAUHID DAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGANNYA | (0
comments)MAHABBATULLAH | (0 comments)MAKHLUK DAN KHALIK IBARAT FALSAFAH
WAYANG | (0 comments)MAKNA BISMILLAH | (0 comments)MAKNA DAN HAKEKAT
"LAA ILAHA ILLA ALLAH" | (0 comments)MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT | (0
comments)MAKNA HANACARAKA | (0 comments)MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH | (0
comments)MAKNA TAUHID ULUHIYAH DAN TAUHID ADALAH INTI DAKWAH PARA RASUL |
(0 comments)MAKRIFAT | (0 comments)MAKRIFAT | (0 comments)MAKRIFAT II |
(0 comments)MAKRIFAT SUNAN KALIJAGA | (0 comments)MAKRIFAT SUNAN
KALIJAGA | (0 comments)MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT | (0
comments)MALAIKAT WAHYU, KETERJAGAAN & PENYINGKAPAN | (0
comments)MANHAJ SALAF | (0 comments)MANUSIA DALAM PANDANGAN HAKEKAT | (0
comments)MANUSIA ILAHI | (0 comments)MAQAM (MAKAM) DIRI | (0
comments)MAQAM DAN AHWAL(HAL) DALAM TASAWWUF | (0 comments)MAQAM DAN
DERAJAT MANUSIA DI SISI ALLAH | (0 comments)MAQAM-MAQAM PARA SALIKIN |
(0 comments)MAQAMAT | (0 comments)MAQAMAT ROH | (0 comments)MAQOM
SEORANG HAMBA DI DUNIA | (0 comments)MARTIR PERTAMA DALAM TASAWWUF: AL
HALLAJ | (0 comments)MASUK ISLAM KARENA MUMMY FIR'AUN | (0 comments)MATA
ILAHI | (0 comments)MATIKAN DIRIMU SEBELUM MATI | (0 comments)MAULANA
MALIK IBRAHIM WALI YG MASIH MISTERIUS RIWAYATNYA | (0 comments)MAULANA
SYEIKH JUMADIL KUBRO | (0 comments)MA’RIFAT DALAM TASAWUF | (0
comments)MA’RIFATULLAH | (0 comments)MELIHAT WAJAH ULAMA’ DALAM
BERTAREKAT | (0 comments)MEMAHAMI TAUHID | (0 comments)MEMBACA TANPA
CAHAYA TAK KAN BERTEMU MAKNA | (0 comments)MEMBAWA RUH KE ARASY PALING
SUCI DI JAGAD RAYA | (0 comments)MEMBEDAH SEJATINYA SABDO PALON | (0
comments)MEMBINCANG RELASI ANTARA IMAN DAN ILMU | (0 comments)MEMBUKA
RAHASIA ILMU KASAMPURNAAN | (0 comments)MEMPERSEMBAHKAN TUJUH (7)
MARTABAT ALAM | (0 comments)MENCARI PENCIPTA TUHAN | (0
comments)MENENGOK SEJARAH LAMA YANG DI RIWAYATKAN OLEH SYECH ABDUL KARIM
AL JILLIY | (0 comments)MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI Shalallahu ‘alaihi wa
Sallam | (0 comments)MENGENAL 37 PANGKAT WALI ALLAH | (0
comments)MENGENAL JASAD, JIWA, RUH DAN HATI ANDA | (0 comments)MENGENAL
MAKNA “MINAL AIDIN WAL FAIDZIN” DAN UCAPAN PADA HARI ‘IED | (0
comments)MENGENAL NAMA SYEKH SITI JENAR | (0 comments)MENGENAL RASA | (0
comments)MENGENAL SIFAT WAJIB ALLOH 20 DAN SIFAT MUSTAHILNYA 20 | (0
comments)MENGGUGAT “ORTODOKSI” ISLAM TERHADAP DISKURSUS WAHYU DAN AKAL,
IMAN DAN KUFUR | (0 comments)MENGIKIS BERBAGAI KERAGUAN TERHADAP WUJUD
TUHAN | (0 comments)MENJAWAB TUDUHAN TENTANG DZAT ALLAH SUBHANAHU WA
TA’ALA | (0 comments)MENYINGKAP RAHASIA IMAN | (0 comments)MERAIH “MA’AN
GHODAQO” | (0 comments)MERINDUKAN SYAHADAH | (0 comments)MIKRAJ SYEIKH
ABU YAZID AL BUSTAMI | (0 comments)MINHAJUL A’BIDIN | (0
comments)MISTERI TABUT NABI MUSA | (0 comments)MISTERI TABUT NABI MUSA
& Raja Fir'aun (Pharaoh) | (0 comments)MISTISISME SERAT SITI JENAR |
(0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (1) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (10) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (11) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (12) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (13) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (14) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (2) | (0 comments)MISYAKAATUL
ANWAR IMAM AL GHAZALI (3) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL
GHAZALI (4) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (5) | (0
comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (6) | (0 comments)MISYAKAATUL
ANWAR IMAM AL GHAZALI (7) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL
GHAZALI (8) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (9) | (0
comments)MISYKATUL ANWAR | (0 comments)MUHAMMAD-NABI REVOLUSIONER
TERAKHIR | (0 comments)MUHASABAH | (0 comments)MUJAHADAH | (0
comments)MUJAHADAH : Pendapat Para Tokoh Sufi | (0 comments)MUJAHADAH
DARI KITAB "Risalatul Qusyairiyyah" | (0 comments)MUKASYAFAH | (0
comments)MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH | (0 comments)MUKASYAFAH
YANG DIALAMI WALI ALLAH | (0 comments)MUSA-NABI YANG MEMBEBASKAN KAUM
BUDAK | (0 comments)Macam-Macam Dzikir Dalam Tharekat | (0
comments)Macam-macam Ma'rifat | (0 comments)Mafahim Yajibu An Tushohhah 1
| (0 comments)Mafahim Yajibu An Tushohhah 2 | (0 comments)Mafahim
Yajibu An Tushohhah 3 | (0 comments)Mafhum Tasawuf dan Tareqat | (0
comments)Makam Orang-Orang yang Di Cintai ALLAH SWT | (0 comments)Makam
Para Nabi | (0 comments)Makam Penetapan | (0 comments)Makam Sunan Gunung
Jati | (0 comments)Makam Syeikh Abdul Qadir Jailani | (0 comments)Makam
WaliAllah di Jakarta,Indonesia | (0 comments)Makhluk Pencari
Kesempurnaan | (0 comments)Makna Al-Qalam | (0 comments)Makna Dua
Kalimat Syahadat & Shalawat | (0 comments)Makna Ihsan | (0
comments)Makna Khuluq atau Akhlaq | (0 comments)Makna Ma'rifatullah dr
tembang Lir-Ilir... | (0 comments)Makna Nabi Muhammad saw. Sebagai
Penutup Para Nabi | (0 comments)Makna Spiritual Isra' Mikraj | (0
comments)Makna Wahyu | (0 comments)Makna di balik huruf Hijaiyah | (0
comments)Makrifat Shalat : Sujud | (0 comments)Makrifat, Sifat-sifat Dan
Hakikatnya | (0 comments)Makrifatullah, Satu Penjelasan | (0
comments)Maksud dengan “arsy” dan “kursi ” (berdasarkan penafsiran yang
beraneka-macam) | (0 comments)Maktabah Islamiyah digital free download |
(0 comments)Manshur al-Hallaj | (0 comments)Manusia Paling Dimanja
Tuhan | (0 comments)Manusia diberi petujuk (Hidayah) oleh Alloh Swt.
Karena manusia ada di kehidupan Sunnatullah. | (0 comments)Manusia yang
dilaknat Allah SWT dan Nabi SAW | (0 comments)Maqam Orang Menangis | (0
comments)Maqam Wali Allah di Pakistan | (0 comments)Maqam syariat | (0
comments)Maqom 7 | (0 comments)Martabat Manusia setelah adanya dunia |
(0 comments)Martabat tujuh | (0 comments)Masa yang ada…. | (0
comments)Matahari Pernah Berhenti Beredar | (0 comments)Mau
Menghancurkan Kubah Masjid Nabawi, Disambar petir Hingga Mati ! | (0
comments)Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam | (0 comments)Ma’rifatullah
[Mengenal Allah] | (0 comments)Meluruskan Konsep Manunggaling Kawulo
Gusti | (0 comments)Memahami Alam menurut Alqur'an | (0
comments)Memahami Nama ‘Hu’/'Huwa’ | (0 comments)Membongkar Ajaran
Tasawuf : Ciri Ibadah & Agamanya | (0 comments)Membongkar Ajaran
Tasawuf : Ibadah yang Benar | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi :
Beraqidah Sesat | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Hakikatnya | (0
comments)Membongkar Kedok Sufi : Hakikatnya | (0 comments)Membongkar
Kedok Sufi : Ilmu Laduni | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Lagi,
Shalawat Bid’ah | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Tasawuf & Wali
| (0 comments)Membuka hijab yang membatasi diri dengan ALLAH | (0
comments)Mempelajari Tauhid harus dengan Al-Qur'an dan Hadist Tidak
Dengan Kitab-Kitab Non Islam | (0 comments)Menanti Tanda-tanda Kekuasaan
Allah Di Akhir Zaman | (0 comments)Menanti Tanda-tanda KekuasaanAllah
di Akhir Zaman | (0 comments)Mencari Hakekat | (0 comments)Mencari Ma'ul
Hayat (Air Kehidupan) | (0 comments)Mendamaikan diantara Manusia | (0
comments)Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali Dengan Basmalah? | (0
comments)Mengapa kita harus menerima Islam? | (0 comments)Mengenai Akhir
Zaman.. | (0 comments)Mengenai Malaikat Bersandarkan Sunnah | (0
comments)Mengenal Bid'ah (1) | (0 comments)Mengenal Bid'ah (10) | (0
comments)Mengenal Bid'ah (2) | (0 comments)Mengenal Bid'ah (3) | (0
comments)Mengenal Bid'ah (4) | (0 comments)Mengenal Bid'ah (5) | (0
comments)Mengenal Bid'ah (6) | (0 comments)Mengenal Bid'ah (7) | (0
comments)Mengenal Bid'ah (8) | (0 comments)Mengenal Bid'ah (9) | (0
comments)Mengenal Diri | (0 comments)Mengenal Diri’? ‘Suluk’? ‘Misi
Hidup’? Apa itu? | (0 comments)Mengenal Jalan Hidup Golongan Yang
Selamat (Manhaj Al-Firqah An-Najiyah) | (0 comments)Mengenal Jati Diri
(lanjutan) | (0 comments)Mengenal Sifat Lahiriyah Bathiniyah | (0
comments)Mengenal Tingkatan Islam | (0 comments)Mengenal Tuhan | (0
comments)Mengenal dan Memahami Hakikat Kitab Marifatullah | (0
comments)Mengenal ‘Nafs’ Lebih Jauh | (0 comments)Mengenang sang sufi
nusantara | (0 comments)Menghidupkan Hidup Melalui Kematian | (0
comments)Mengosongkan Sirr :Takhalliyyah As-Sirr | (0 comments)Menguak
Rahasia Puasa Orang-orang Arif | (0 comments)Menimbang Tujuan Keberadaan
Manusia | (0 comments)Menjalin hubungan dengan Tuhan tanpa perantara |
(0 comments)Menjawab Pertanyaan Atheis Tentang Tuhan | (0
comments)Menjawab tudingan orientalis Tasawwuf | (0
comments)Menyembunyikan Ibadah | (0 comments)Menyingkap Makrifat di
Balik Syariat | (0 comments)Menyorot Kekeliruan Ajaran MA'RIFATULLAH WA
MA'RIFATURRASUL dalam Kitabnya "Risalah Waliyullah Dan Wasiat Akhir" |
(0 comments)Meraih 99 Rahmat Allah | (0 comments)Merebut Cinta Tuhan |
(0 comments)Misteri Al Hallaj | (0 comments)Misteri Batu Hajar Aswad |
(0 comments)Misteri Haikal Sulaiman | (0 comments)Misteri KUN | (0
comments)Misteri Lokasi Harta "Qorun" | (0 comments)Misteri Pengungkap
Kerasulan Muhammad SAW | (0 comments)Misteri Ratu Pantai Selatan | (0
comments)Misteri Tentara ALLAH Berwujud Malaikat di Gaza | (0
comments)Misteri al-Jassasah | (0 comments)Monotheisme dalam Islam | (0
comments)Muhammad/HAMDA/HIMADA. seorang Nabi yang di janjikan oleh Injil
Perjanjian Lama | (0 comments)Mujahidah | (0 comments)Mukjizat
Al-Qur'an 1 | (0 comments)Mukjizat Al-Qur'an 2 | (0 comments)Mukjizat
Al-Qur'an 3 | (0 comments)Mukjizat Al-Qur'an 4 | (0 comments)Mukjizat
Al-Qur'an 5 | (0 comments)Munajat Para Sufi | (0 comments)Murid-Murid
Syekh Siti Jenar | (0 comments)Murid-Murid Syekh Siti Jenar | (0
comments)Muroqobah Fokus pada Allah | (0 comments)Musa Dan Khidir | (0
comments)Muslim tingkatan Ihsan | (0 comments)Muthaba’ah 3 Wali pada
Muhammad SAW | (0 comments)Mutiara Tauhid Bab Iman | (0 comments)Mutiara
Tauhid Bab Ma'rifat | (0 comments)Mutiara Tauhid Bab ilmu | (0
comments)NABI IDRIS | (0 comments)NABI KHIDIR DAN NABI ILYAS HIDUP
SAMPAI HARI KIAMAT | (0 comments)NAFSU (NAFS/JIWA/DIRI/EGO) | (0
comments)NAMA TUHAN SEBELUM BERNAMA ALLAH | (0 comments)NASHOIHUL IBAD (
BAGIAN 2 ) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD ( BAGIAN 3 ) | (0
comments)NASHOIHUL IBAD (1) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD (4) | (0
comments)NASHOIHUL IBAD (5) | (0 comments)NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM
KONSEP MA'RIFATULLAH MENURUT AL-GHAZALI 2 | (0 comments)NILAI-NILAI
PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA'RIFATULLAH MENURUT AL-GHAZALI. 2 | (0
comments)NUBUA'; PERINGATAN KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; MUHAMMAD DALAM
PANDANGAN BERBAGAI KITAB | (0 comments)NUR ALLAH | (0 comments)NUR
MUHAMMAD DALAM HAKEKAT USUL DIRI | (0 comments)NUR MUHAMMAD DAN MUHAMMAD
SAW | (0 comments)Nabi Adam dan Hawa | (0 comments)Nabi Khidir Ajari
Ilmu Abul Qosim al-Qusyairi | (0 comments)Nabi Khidir kepada Sunan
Kalijaga Azmatkhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga | (0
comments)Nabi Khidir, Ajaran dan Jati dirinya | (0 comments)Nabi
Muhammad Disebutkan DI Gulungan Laut Mati | (0 comments)Nabi Muhammad
Menjadi Nabi Terakhir | (0 comments)Nabi Musa As bermohon kepada Tuhan
untuk dapat melihat-Nya | (0 comments)Nabi Uzair AS dan Seekor Kaldai |
(0 comments)Nafas Dan ILMU-NYA | (0 comments)Nafsu: Karakter dan
Uraiannya | (0 comments)Nama Indah Rasulullah saw | (0 comments)Nama dan
Bentuk Roh | (0 comments)Nama diri Rahasia Allah | (0
comments)Nama-nama Nabi Muhammad SAW | (0 comments)Nasehat Salafush
Shalih untuk Kaum Muslimin | (0 comments)Nasehat-Nasehat Para Ulama
Salaf | (0 comments)Nasihat Nabi Khidir A.S Kepada Syaikh Malaya atau
Sunan Kalijaga | (0 comments)Negeri “Khurasan” Tempat Keluarnya Dajjal |
(0 comments)Nikah Batin : Penyatuan jasad dan Roh. | (0 comments)Nikmat
Kubur | (0 comments)Nikmat melihat Rabb | (0 comments)Nikmat melihat
Rabb | (0 comments)Nikmatnya melihat Allah | (0 comments)Nur Al Haq | (0
comments)Nur Allah | (0 comments)Nur Muhammad | (0 comments)Nur
Muhammad | (0 comments)Nur Muhammad & Tradisi Tasawuf | (0
comments)Nur Muhammad Menurut Al-qur’an & Hadits | (0 comments)Nur
Syu’a'ul Basirah Ainul Basirah ~ Haqqul Basirah | (0 comments)Nur Yang
Membukakan Hakikat | (0 comments)Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 Lapis
Kesadaran Manusia | (0 comments)Nyanyian Seorang Pencari Kesejatian. |
(0 comments)ORANG PERTAMA YANG MENGETAHUI KEROSULAN NABI MUHAMMAD (SAW) |
(0 comments)OooooH ......SITI JENAR | (0 comments)Orang yang Dapat
mengkiamatkan Dunia | (0 comments)PANDANGAN DUNIA ISLAM TAUHID | (0
comments)PANDANGAN HATI DAN AKAL | (0 comments)PANDANGAN TASAWUF
AL-MUHASIBI | (0 comments)PANGKAT MULIA DISISI ALLAH | (0 comments)PARA
FILOSOF BERTUTUR TENTANG TUHAN LAGI [2] | (0 comments)PARA FILOSOF
BERTUTUR TENTANG TUHAN [1] | (0 comments)PASAL AL-QUR’AN | (0
comments)PELURUSAN KISAH NABI IBRAHIM | (0 comments)PEMBERSIHAN HATI
MENUJU MA’RIFAT TAUHID | (0 comments)PEMILIK "SAPI BETINA" DALAM SURAT
AL-BAQOROH | (0 comments)PENAFSIRAN SUFI ATAS ‘AYAT CAHAYA | (0
comments)PENGERTIAN BER'TAJALLI DALAM PANDANGAN ILMU TAUHID | (0
comments)PENGERTIAN HAQIQAT NUR MUHAMMAD & ROSULLOH MUHMMAD SAW | (0
comments)PENGERTIAN Islam | (0 comments)PENGERTIAN tauhid | (0
comments)PENJELASAN KITAB TAUHID | (0 comments)PENJELASAN TENTANG
QOWAA'IDUL ISLAM | (0 comments)PENYAKIT NAFSU DAN PENAWARNYA | (0
comments)PENYAKIT NAFSU DAN PENAWARNYA | (0 comments)PERANG SALIB 1 | (0
comments)PERANG SALIB 2 | (0 comments)PERANG SALIB 3 | (0
comments)PERANG SALIB 4 | (0 comments)PERANG SALIB 5 | (0
comments)PERANG SALIB 6 | (0 comments)PERANG SALIB 7 | (0
comments)PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH | (0
comments)PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH | (0
comments)PERBEDAAN SYARIAT, THORIQOH, HAQIQAH DAN MA’RIFAT | (0
comments)PERISTIWA BESAR YANG TERJADI PADA BULAN RAMADHAN | (0
comments)PERISTIWA KETIKA MENGURUS JENAZAH RASULULLAH SAW | (0
comments)PERJANJIAN IBADAH | (0 comments)PERNYATAAN PARA IMAM YANG 4 |
(0 comments)PERTANYAAN TENTANG TUHAN | (0 comments)PERTEMUAN TOKOH SUFI
DENGAN NABI KHIDIR | (0 comments)PERUMPAMAAN YANG MENGANDUNG HAKIKAT |
(0 comments)PERWUJUDAN MAKHLUK ROHANI | (0 comments)PRINSIP THARIQAT
NAQSHBANDIYAH | (1 comments)PUASA, LAPAR & CINTA | (0
comments)PUSAKA KALIMASADHA DAN CHUNDAMANI | (0 comments)PUSARAN ALAM
SEMESTA 7 LANGIT | (0 comments)Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul |
(0 comments)Pandangan ilmuwan Nasrani Tentang ke-WAHYU-an | (0
comments)Para Pemilik Kalbu | (0 comments)Para Wali Melindungi dan
Mengawasi Setiap Orang | (0 comments)Pemahaman Dzikir | (0
comments)Pemahaman Seputar Alkohol | (0 comments)Pemahaman Tempat Roh Di
Dalam Badan | (0 comments)Pembagian Tauhid – Rububiyah, Uluhiyah, Asma
wa Sifat | (0 comments)Pembagian nyawa & Arti Sukma | (0
comments)Pembahasan Nur Muhammad | (0 comments)Pembicaraan Siksa Kubur
dalam Al Qur'an | (0 comments)Pembukti'an hikmah Tuhan | (0
comments)Pemikiran Islam Soekarno Sang Prokamator | (0 comments)Pemikul
Arasy | (0 comments)Penanggung Arasy | (0 comments)Penciptaaan alam
semesta dalam waktu enam hari | (0 comments)Pendapat Ki Cantula | (0
comments)Pendapat Para Ulama Salaf tentang Allah di Langit | (0
comments)Pendapat Syekh Siti Jenar | (0 comments)Pendapat Tentang
Hakekat Ekstase | (0 comments)Penduduk langit | (0 comments)Penerima
Bendera | (0 comments)Pengakuan Nabi Palsu Zaman Rasulullah SAW | (0
comments)Pengaruh Al Quran Terhadap Organ Tubuh | (0 comments)Pengertian
Hidup menurut Al Qur'an | (0 comments)Pengetahuan tentang Akhirat | (0
comments)Pengetahuan tentang Tuhan | (0 comments)Penghalang
Makrifatullah | (0 comments)Pengubah Takdir Menanggulangi Mimpi Buruk
& Nasib Buruk | (0 comments)Penjelasan Hakikat Akal Dan
bagian-bagian Akal. | (0 comments)Penjelasan Nur Muhammad dalam Alqur'an
dan Hadist | (0 comments)Penjelasan Wejangan Serat Wirid Hidayat Jati |
(0 comments)Penjelasannya Lafadz-lafadz Shalawat | (0
comments)Penyembah Berhala Menurut Al-Qur’an | (0 comments)Penyempurnaan
syahadat dengan makrifatullah | (0 comments)Peperangan Badr Al Kubro |
(0 comments)Perbanyaklah dzikir sehingga orang-orang berkata, engkau
gila | (0 comments)Perbedaan Antara Karamah Dan Istidraj | (0
comments)Perbedaan Ilmu dan Ma'rifah : Imam Al Gazali | (0
comments)Perbedaan Wali dan Nabi | (0 comments)Perbedaan antara Ilmu dan
Ma’rifat Menurut Imam Al-Ghazali | (0 comments)Perbendaharaan Yang
Tersembunyi | (0 comments)Perjalanan Dalam Mencari Kebenaran | (0
comments)Perjalanan Jiwa 1 | (0 comments)Perjalanan Mencari Yang Haq |
(0 comments)Perjalanan Menuju Allah | (0 comments)Perjalanan Para Nabi |
(0 comments)Perjalanan jiwa (2) | (0 comments)Perjalanan jiwa (3) | (0
comments)Perjalanan jiwa (4) | (0 comments)Perjalanan mencari yang haq |
(0 comments)Perjalanan mencari yang haq | (0 comments)Perkara yang
Manusia Tahu tapi Tidak Tahu Rahasianya | (0 comments)Perkara yang wajib
dima’rifati (dikenal secara utuh) dari tentang Allo | (0
comments)Perkembangan Tasawuf | (0 comments)Permulaan Jasad Manusia | (0
comments)Permulaan alam…. | (0 comments)Permulaan ciptaan rohani | (0
comments)Persamaan dan Perbedaan Islam dan Kristen Ihwal Isa | (0
comments)Persediaan Menerima Kedatangan Jazbah | (0 comments)Persoalan
Mengenai Kedatangan Roh | (0 comments)Pertanyaan "kiamat yang akan
terjadi adalah kiamat jasmani atau ruhani"? | (0 comments)Pertanyaan
Tentang Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi? |
(0 comments)Pertanyaan Tentang alam arwah | (0 comments)Pertanyaan orang
biasa dapat menjadi maksum atau tidak? | (0 comments)Pertanyaan tentang
alam arwah terdapat waktu dan zaman? | (0 comments)Pertarungan Hati dan
Syahwat | (0 comments)Pertentangan antara Islam dan Kristen | (0
comments)Perumpamaan Orang Yang Hidup dan Yang Mati | (0 comments)Pesan
Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa | (0 comments)Pesan Makrifat Nabi
Khidir Kepada Nabi Musa | (0 comments)Pesan Sang Guru | (0
comments)Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi |
(0 comments)Pilihan Allah Itulah jadi yang Terbaik | (0
comments)Pintu-Pintu Masuknya Syetan | (0 comments)Pledoi Sufi | (0
comments)Pohon Ma’rifat | (0 comments)Pokok Pokok Ilmu Laduni | (0
comments)Prabu Siliwangi | (0 comments)Prasasti yang Menyebut Nama Nabi
Sebelum Kitab Suci Ada | (0 comments)Pribadi Berilmu Pengetahuan | (0
comments)Prinsip Dasar dan Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah | (0
comments)Prinsip Thariqat Naqshbandi | (0 comments)Prinsip dan Asas
HUDUD | (0 comments)Prinsip-Prinsip & Tingkat Keimaman Tasawuf | (0
comments)Psikologi Lahirnya Agama | (0 comments)Puisi Sufi: Fana’ Hulul,
Ka’bah Qolbu, Makrifa | (0 comments)Pulang ke Allah | (0
comments)Puncak tertinggi | (0 comments)Pusaka Kalimosodo | (0
comments)Pusaka Madinah | (0 comments)Qalbu Kaum Arifbillah | (0
comments)Qalbu adalah Singgasana Allah | (0 comments)Qalbun Salim | (0
comments)Qimiya al-Sa'adah | (0 comments)Qolb, Aql, Ruh, Nafs | (0
comments)Qolbun Salim | (0 comments)Qurratul 'Uyun : KAIFIYYATUL JIMA' (
TATA KRAMA SENGGAMA ) | (0 comments)RAHASIA & MANFAAT | (0
comments)RAHASIA AL QURAN | (0 comments)RAHASIA Di Balik Fadhilah
“AL-HAWQOLAH” | (0 comments)RAHASIA HALILINTAR | (0 comments)RAHASIA
KALIMAT SAHADAT DAN HANACARAKA (CARAKAN) | (0 comments)RAHASIA
MAKRIFATULLAH (1) : KITAB KASYF AL-ASRAR | (0 comments)RAHASIA
MAKRIFATULLAH (1) : KITAB KASYF AL-ASRAR | (0 comments)RAHASIA
MAKRIFATULLAH (2) : KITAB LUBABUB TASAWWUF | (0 comments)RAHASIA
MAKRIFATULLAH (3): KITAB SIRRUL ASSRAR | (0 comments)RAHASIA
MAKRIFATULLAH (4) : KITAB AL MUNTAHI | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH
(5) : KITAB ARWAH TO'KU PALOH | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (6) :
KITAB RISALAH TASAWWUF TUAN GURU SYEIKH DAUD BUKIT ABAL, KELANTAN | (0
comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH : KITAB LUBABUB TASAWWUF | (0
comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 10 : PETIKAN DARI KITAB ILMU TAHQIQ
MANHALU SHOFI FI BAYAANI AHLI SHUFI | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH
KE 12 : KITAB 10 WASIAT IBN ARABI KEPADA PARA SALIK | (0
comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 13 : KITAB ILMU MAKRIFAT TO’GURU
PERAMU | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 7 : KITAB HIKAM AL HADDAD
ra | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 8 : Risalah Musamah bil Qawaid
| (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 9 : KITAB AL RISALATUL
LIDUNIYYAH ILMU LADUNI – IMAM AL GHAZALI | (0 comments)RAHASIA MENGENAL
DIRI | (0 comments)RAHASIA PLANET BULAN | (0 comments)RAHASIA PLANET
MATAHARI | (0 comments)RAHASIA TENTANG TUBUH MANUSIA & NYAWA | (0
comments)RAHSIA MAKRIFATULLAH KE 11 : RISALAH TUAN GURU AL SYEIKH WAN
AHMAD BIN ZAIN MUSTAFA AL FATHONI (Guru kepada Wali Allah Tersohor Tok
Kenali, Kelantan) | (0 comments)RANGKAIAN TIRAI ILAHI | (0
comments)RATIB AL-AYDRUS | (0 comments)RATU ADIL (Jangka Jayabaya) | (0
comments)RATU AULIA SELAPARANG PEMIMPIN WALIYULLAH DALAM SIDANG KEWALIAN
| (0 comments)RE :Dimana Allah??? | (0 comments)RENUNGKAN....HAKIKAT
ALIFF IALAH | (0 comments)RISALATUL MURID 1 | (0 comments)RISALATUL
MURID 2 | (0 comments)RIWAYAT EMPAT MADZHAB | (0 comments)RIWAYAT SUNAN
KALIJAGA ( BABAD TANAH JAWA ) | (0 comments)RIYADUS SHOLIHIN : KITAB
DOA-DOA | (0 comments)ROH MENUJU 7 TEMPAT. | (0 comments)RUANG KOSONG
PADA ATOM | (0 comments)RUH | (0 comments)RUKUN ISLAM, IMAN DAN IHSAN |
(0 comments)RUKUN SHALAT ADA 13 PERKARA | (0 comments)Rahasia Cahaya
Dalam Shalat | (0 comments)Rahasia Makrifat | (0 comments)Rahasia
Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid) | (0 comments)Rahasia Menyucikan Diri | (0
comments)Rahasia Nama Nabi Ibrahim as | (0 comments)Rahasia Orang Jawa |
(0 comments)Rahasia Penciptaan Sayidah Fatimah Az-Zahra | (0
comments)Rahasia Syahadat dan Huruf Hanacaraka .. | (0 comments)Rahasia
Syukur, Sabar, dan Istighfar | (0 comments)Rahasia dari Lam-Alif | (0
comments)Rahasia diam | (0 comments)Rahasia-Rahasia Pengetahuan Kaum
Sufi | (0 comments)Rahsia syariat…. | (0 comments)Raihlah makrifat | (0
comments)Raja Dari Semua Istighfar | (0 comments)Raja Namrudz / Nimrod |
(0 comments)Rajah Sulaiman | (0 comments)Ramadhan Meraih Fitrah | (0
comments)Rasulullah SAW | (0 comments)Rendah Diri Kaum Wahhabi | (0
comments)Renungan tentang ke-SEJATI-an | (0 comments)Rijalul Ghaib | (0
comments)Ringkasan hadis dan Bukti Islam serta Kristian adalah Agama
Ilahi | (0 comments)Ringkasan sejarah empat anasir Kejadian Manusia
Tanah Air api Angin | (0 comments)Risalah Al Ghautsiyyah | (0
comments)Riwayat Penciptaan Nabi Adam as | (0 comments)Roh & Allah |
(0 comments)Rongsokan Kereta Kuda Fir’aun | (0 comments)Ruh | (0
comments)Ruh Yang Tidak Binasa | (0 comments)Ruh dan Raga Beribadah Haji
| (0 comments)Ruh manusia setelah kematian | (0 comments)Ruh yang
Shalat | (0 comments)SAIDINA ABU BAKAR AS SIDDIQ: LIMPAHAN NUR
KEROHANIAN RASULULLAH SAW | (0 comments)SAKRATUL MAUT | (0
comments)SAKRATUL MAUT | (0 comments)SALAH TAFSIR TERHADAP KITAB SUFI |
(0 comments)SALOKA JATI | (0 comments)SARABA AMPAT DAN MAKNANYA | (0
comments)SARIPATI SHALAT | (0 comments)SEBAB NABI IDRIS MASUK SURGA | (0
comments)SEJARAH AYAT KURSI | (0 comments)SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM DI
NUSANTARA - SASTRA MELAYU ABAD KE-14 – 19 M | (0 comments)SEJARAH
PEMBAWA THORIQOH AL-TIJANIYYAH KE-INDONESIA | (0 comments)SEJARAH
PEMBERIAN NAMA THARIQAH | (0 comments)SEJARAH SURAM IKHWANUL MUSLIMIN |
(0 comments)SEJATINYA GURU SEJATI | (0 comments)SEKEDAR MA'RIFAT | (0
comments)SEMBAHYANG | (0 comments)SEPULUH HEWAN YANG MASUK SURGA | (0
comments)SEPULUH LATIFAH INSAN | (0 comments)SEPULUH LATIFAH INSAN | (0
comments)SERI TAUHID MUFADDHAL [2] | (0 comments)SERI TAUHID MUFADDHAL
[1] | (0 comments)SERI TAUHID MUFADDHAL [3] | (0 comments)SHALAT 5 WAKTU
| (0 comments)SHIROOTHOL MUSTAQIIM | (0 comments)SIAPA SEBENARNYA IBU
RATU KIDUL | (0 comments)SIAPA WALI SONGO | (0 comments)SIAPA YANG
MENYELAMATKANMU??? | (0 comments)SIAPAKAH AHLUSSUNAH ? | (0
comments)SIAPAKAH KEKASIH ALLAH YANG SESUNGGUHNYA | (0
comments)SIFAT-SIFAT ALLAH : Analisa Akidah 50 versi Asy’ariah | (0
comments)SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR | (0
comments)SILSILAH Tashawuf Lombok Tengah NTB. | (0 comments)SILSILAH
ULAMA AHLU SUNNAH | (0 comments)SISI BATIN AL-QUR’AN | (0 comments)SKEMA
WASILAH | (0 comments)SOLAT DAN KETERANGANNYA | (0 comments)SPIRITUAL
TINGKAT TINGGI RAJA-RAJA MATARAM | (0 comments)STRUKTUR INSAN MENGENAI
RUH, JASAD, JIWA DAN CAHAYA ALLOH | (0 comments)SUNAN AMPEL (RADEN
RAHMAT) | (0 comments)SUNAN BONANG (MAKDUM IBRAHIM) | (4 comments)SUNAN
DRAJAT (RADEN SYARIFUDIN) | (0 comments)SUNAN GIRI ( RADEN PAKU / AINUL
YAKIN) | (0 comments)SUNAN KALIJAGA DALAM WARAWEDHA | (0 comments)SUNAN
KUDUS (RADEN JA'FAR SODIQ) | (0 comments)SUNAN MURIA (RADEN UMAR SAID) |
(0 comments)SYAFA‘AT | (0 comments)SYAHADAH | (0 comments)SYAHADAT | (0
comments)SYAHADAT | (0 comments)SYAHADAT | (0 comments)SYAIR BAHR
AN-NISA HAMZAH FANSURI MENEMBUS MAKRIFAT | (0 comments)SYARAH KITAB
USHUL AL-IMAN karangan IMAM MUHAMAD BIN ABDUL WAHHAB RAHIMAHULLAHU
TA'ALA | (0 comments)SYARAT MENDAPAT HIDAYAH | (0 comments)SYARAT-SYARAT
& CARA MA’RIFAT | (0 comments)SYAREAT ,TAREKAT, HAKEKAT, MA’RIFAT |
(0 comments)SYARIAT DAN TASAWUF DALAM KEBERAGAMAAN AL-HALLAJ | (0
comments)SYEH SITI JENAR LAN PARA WALI SAMYA MBABAR SESOTYO | (0
comments)SYEH SITI JENAR MEMBUKA JAUHAR ILMU | (0 comments)SYEIKH
MAULANA ISHAQ | (0 comments)SYEKH SITI JENAR | (0 comments)SYIRIK
MAHABBAH | (0 comments)SaStra Melayu Bercorak tasawuf. | (0
comments)Sadulur Papat Lima Pancer | (0 comments)Salafiyah | (0
comments)Salah Faham terhadap Dunia Sufi (1) | (0 comments)Salah Faham
terhadap Dunia Sufi (2) | (0 comments)Sanad (Silsilah) Talqin Kaum Sufi |
(0 comments)Sang Kebenaran Sejati | (0 comments)Sari Pati Ajaran Syekh
Siti Jenar | (0 comments)Saudara Gaib { Sedulur alus } | (0
comments)Saudara Gaib { Sedulur alus } | (0 comments)Sayidah Fathimah,
Wasilah Dzuriyah Nabi | (0 comments)Sebaik-baik Ucapan dan Petunjuk | (0
comments)Sebait Puisi Rumi Tentang Ana'l Haqq | (0 comments)Sebelas
Ajaran Utama Syeh Siti Jenar | (0 comments)Sebuah Kehidupan Di
Lingkungan yang Mati | (0 comments)Sedulur Papat Antara Kejawen dan
Islam | (0 comments)Segi Tiga Gunung Terbalik Dalam Kitab Rifaiyah | (0
comments)Sejarah Sejarah Tarekat Sufi | (0 comments)Sejarah Kelam Dari
Masa Ke Masa | (0 comments)Sejarah Madzhab | (0 comments)Sejarah Manusia
Dalam Tafsir Huruf Hijaiyah | (0 comments)Sejarah Munculnya Syi’ah | (0
comments)Sejarah Mustika Merah Delima | (0 comments)Sejarah Peradaban
Islam Indonesia yang Terkubur | (0 comments)Sejarah Shalat | (0
comments)Sejarah WALISONGO | (0 comments)Sejarah Wahabi | (0
comments)Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1433 H | (0
comments)Seluruh Jagat Raya Bertawaf kepada Allah SWT | (0
comments)Sembilan jenis roh manusia | (0 comments)Seorang Pemimpin dan
Maksiat Rakyatnya | (0 comments)Seorang Wali Yang Dituduh Mencuri | (0
comments)Serat Kekiyasaning Pangracutan, karya Sultan Agung
Hanyakrakusuma | (0 comments)Serat Kekiyasaning Pangracutan, karya
Sultan Agung Hanyakrakusuma | (0 comments)Serat Pepali karya Ki Ageng
Selo | (0 comments)Serat Sabdo Palon, Penguasa Ghaib Tanah Jawa (mistik
dan klenik kejawen) | (0 comments)Seri Tauhid Mufaddhal [4] | (0
comments)Servanthood And What It Is | (0 comments)Shalat Menurut Syaikh
Siti Jenar | (0 comments)Shalat lima waktu menurut Syekh Siti Jenar | (0
comments)Shalat: Guru Sejati Kita | (0 comments)Sholat dalam pandangan
Ilmu Hakekat | (0 comments)Sholawat Badar | (0 comments)Si Raja iblis |
(0 comments)Siapa IBLIS ? | (0 comments)Siapa Sebenarnya Yang
Mengajarkan Kekerasan dan Radikalisme? | (0 comments)Sifat Dua Puluh
(20) | (0 comments)Sifat Kaum Sufi dan Siapa Mereka? | (0 comments)Sifat
Ruh | (0 comments)Sifat Ruh Sebagai “Nur” | (0 comments)Sifat Ruh
Sebagai “Nur” | (0 comments)Sikap Muthahhari terhadap Sains Modern | (0
comments)Sinopsis Syeikh Abdul Qodir Jaelani | (0 comments)Siraman Air
Hidup | (0 comments)Sisi Irfan Asyura | (0 comments)Siti Jenar Dalam
Dongeng Wali Songo | (0 comments)Status tentang Nafas | (2
comments)Struktur Buah yang Penuh Misteri | (0 comments)Suhuf Musa AS. |
(0 comments)Sukma Nurani dan Sukma Dzulmani | (0 comments)Suluk Padang
Bulan | (0 comments)Suluk Sunan Bonang | (0 comments)Suluk Wujil Sunan
Bonang | (0 comments)Sunan Bonang : Syahadat | (0 comments)Sunan Bungkul
(Mbah Bungkul) SURABAYA | (0 comments)Sunan Gresik (Maulana Malik
Ibrahim ) | (0 comments)Sunan Kalijaga | (0 comments)Sungai Eufrat | (0
comments)Sungguh Agama Islam Itu Mudah | (0 comments)Surat-Surat Sufi |
(0 comments)Surat-surat Rasulullah: Ajak Penguasa & Raja-raja Kafir
Masuk Islam | (0 comments)Syahadat menurut Syekh siti jenar | (0
comments)Syahadat sejak Nabi pertama | (0 comments)Syair Abu Nawas | (0
comments)Syair dan Sastra SUFI | (0 comments)Syajarotut Thoyyibah | (0
comments)Syarah Usul Al-Tahqiq | (0 comments)Syariat , Hakikat,
Makrifat, itu berSATU | (0 comments)Syech Yusuf Taj al-Makasari (
Rahasia segala hakikat ) | (0 comments)Syech Yusuf Taj al-Makasari ===
Rahasia segala hakikat | (0 comments)Syeh Siti Jenar (Manunggaling
Kawula Gusti) | (0 comments)Syeh Siti Jenar Mengkritik Ulama dan Para
Santrinya | (0 comments)Syeikh Siti Jenar Mati dan Pesannya Yang Jadi
Kenyataan | (0 comments)Syekh Abdul Qadir Al Jailani | (0 comments)Syekh
Siti Jenar | (0 comments)Syekh Siti jenar Versi Damar Shashangka | (0
comments)Syirik yang Sering Diucapkan | (0 comments)Syi’ir Tanpo Waton
.. Gus Dur | (0 comments)TA'LIMUL MUTA'ALIM PASAL 12 | (0
comments)TA'LIMUL MUTA'ALIM PASAL 7 | (0 comments)TAFSIR MAQASHIDI :
SEBUAH METODE PENAFSIRAN ALTERNATIF | (0 comments)TAFSIR SUFISTIK | (0
comments)TAHAPAN-TAHAPAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT (HAKEKAT) |
(0 comments)TAHARI SUMBER ENERGI DAN KEHIDUPAN | (0 comments)TAJALLI |
(0 comments)TAKBIRATUL IHRAM | (0 comments)TAKBIRATUL IHRAM | (0
comments)TAKHALLI – TAHALLI – TAJALLI | (0 comments)TALI ALLAH | (0
comments)TANDA-TANDA HARI QIAMAT | (0 comments)TANDA-TANDA PENCAPAIAN
NENG, NING, NUNG, NANG | (0 comments)TAQSIMAN DAN TINGKATAN TAUHID | (0
comments)TARIQAT NAQSHBANDIYAH | (0 comments)TASAWUF DAN AQIDAH
MANUNGGALING KAWULA GUSTI | (0 comments)TASAWUF DAN LADUNI | (0
comments)TASAWUF RASULULLAH SAW, PARA SAHABAT DAN AULIA ALLAH | (0
comments)TASAWUF WANITA | (0 comments)TASAWUF dalam PENDIDIKAN ISLAM |
(0 comments)TAUBAT YANG DITERIMA OLEH ALLAH SWT | (0 comments)TAUHID |
(0 comments)TAUHID : HAQ DAN BATHIL | (0 comments)TAUHID DALAM TINJAUAN
FILSAFAT | (0 comments)TAUHID PADA DUNIA TUMBUHAN | (0 comments)TAUHID
PADA WUJUD MANUSIA | (0 comments)TAUHID RUBUBIYAH MENGHARUSKAN ADANYA
TAUHID ULUHIYAH | (0 comments)TAUHID SEJATI | (0 comments)TAWASSUL | (0
comments)TAWASUL DAN WASILAH | (0 comments)TEKA-TEKI Al-Ghazali | (0
comments)TEKA-TEKI MISTIK SYEKH SITI JENAR | (0 comments)TEMPAT DAN
SUMBER TAUHID | (0 comments)TEMPAT ROH-ROH DALAM BADAN | (0
comments)TENTANG ALLAH, TAUHID DAN MANUNGGALING KAWULA GUSTI | (0
comments)TENTANG ALLAH, TAUHID DAN MANUNGGALING KAWULA GUSTI | (0
comments)TENTANG HAKIKAT AKAL DAN PEMBAGIANNYA | (0 comments)TERUNGKAP
NYA SEGALA RAHASIA | (0 comments)TIADA KESEMPURNAAN TANPA IKHLAS | (0
comments)TIGA JARI | (0 comments)TIGA SUDUT PANDANG TASAWUF | (0
comments)TIGA TUBUH GURU SEJATI | (0 comments)TINGKAT ILMU | (0
comments)TINGKAT ILMU | (0 comments)TINGKAT KETUHANAN | (0
comments)TINGKATAN WALI ALLAH | (0 comments)TINGKATAN ZIKIR | (0
comments)TINGKATAN-TINGKATAN DALAM IBADAH | (0
comments)TINGKATAN-TINGKATAN ILMU | (0 comments)TITIK PERTEMUAN ANTARA
TASAWUF DAN KEBATINAN | (0 comments)TRILOGI FILSAFAT: TUHAN, ALAM DAN
MANUSIA | (0 comments)TUBUH MANUSIA | (0 comments)TUDUHAN KEPADA Nabi
Musa As | (0 comments)TUHAN PENCIPTA SEMESTA | (0 comments)TUJUH ALAM
CIPTAAN ALLAH. | (0 comments)TUJUH BUAH JALAN-TUJUH LAPIS LANGIT-TUJUH
TINGKATAN NAFSU | (0 comments)TUJUH LATIFAH SIMPUL BATHIN DAN 7 TITIK
BATHIN YANG KITA SEBUT DENGAN LATHIFAH (maqom) | (0 comments)TUJUH NUR |
(0 comments)TUJUH TINGKATAN ZIKIR | (0 comments)TUNGGAL RASA KAWULA
GUSTI | (0 comments)Tahapan Nafsu | (0 comments)Tahukah Kamu, Di Manakah
Allah? | (0 comments)Tanda Kejahilan Ahli Hakekat | (0 comments)Tanya
Jawab Tentang Thariqat | (0 comments)Tarekat Tasauf | (0
comments)Tarekat Ujian Bala Bencana | (0 comments)Tarekat dan Do’a-Do’a
Gus Dur | (0 comments)Tareqat Naqsabandiyah | (0 comments)Tarian Rumi |
(0 comments)Tarian Rumi & Rumi House in Konya | (0 comments)Tariqah
Ijtiba' dan Tariqah Hidayah | (0 comments)Tariqat Naqsybandia Sangat
Ketat Menjaga Syariah | (0 comments)Tasauf dan Ma’rifat | (0
comments)Tasawuf | (0 comments)Tasawuf | (0 comments)Tasawuf | (0
comments)Tasawuf Falsafi Al-Hallaj | (0 comments)Tasawuf Moral dan
Tasawuf Falsafi | (0 comments)Tasawuf Tanpa Tarekat | (0
comments)Tasawuf dan ilmu hikmah | (0 comments)Tashawuf Islam dan Maqam
Shiddiqun | (0 comments)Tata cara mengerjakan shalat dalam Al-Qur’an |
(0 comments)Tatacara Shalat di Dalam Al-Qur'an | (0 comments)Taubat:
Pintu Keselamatan | (0 comments)Tauhid | (0 comments)Tauhid Uluhiyyah -
Inti Ibadah | (0 comments)Tauhid dan Marifatullah | (0 comments)Tauhid
penyaksian | (0 comments)Tawassul Dan Wasilah 1 | (0 comments)Tawassul
Dan Wasilah 2 | (0 comments)Ta’limul Muta’alim PASAL 6 | (0
comments)Tembang dan Ajaran Sunan Kalijaga | (0 comments)Tempat Turunnya
Nabi Isa AS dan Tujuh Ciri Kedatangannya | (0 comments)Tentang Allah
s.w.t | (0 comments)Tentang Masalah tauhid | (0 comments)Tentang
Mufaddhal | (0 comments)Tentang Syafaat | (0 comments)Tentang bunuh-diri
| (0 comments)Terbitnya Cahaya | (0 comments)Terjemahan Maulid
Adl-Dliyaul Lami’ | (0 comments)Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi |
(0 comments)Terkenal DiLangit Tak Terkenaldi Bumi | (0 comments)The
Beutifull of Hadramaut | (0 comments)The Naqshbandi Eastern World Tour
2001 | (0 comments)Tiadanya Setan Bermakna Tiadanya Media Manusia untuk
Menyempurna | (0 comments)Tiga Derajat Ilmu | (0 comments)Tiga Hal Untuk
Merasakan Lezatnya Iman | (0 comments)Tiga Sudut Pandang Tasawuf | (0
comments)Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim Diceritakan Qur’an | (0
comments)Tingkat Ilmu Keagamaan Dalam ISLAM | (0 comments)Tingkat
Keyakinan dalam menuju Allah | (0 comments)Tingkatan Alam Menurut para
Sufi. | (0 comments)Tingkatan Dalam Islam | (0 comments)Tingkatan
Dimensi Alam Semesta | (0 comments)Tingkatan Sabar Bagi Kaum Sufi | (0
comments)Tingkatan Wali menurut Kitab Salaf | (0 comments)Tokoh Sufi |
(0 comments)Trend Pemikiran Semua Agama adalah Sama (?) | (0
comments)Tuhan Itu Ada | (0 comments)Tuhan dan Kemanusiaan | (0
comments)Tujuan utama dari penciptaan Adam | (0 comments)Tujuh Langit,
Tujuh Malaikat Penjaga, dan Tujuh Amal Sang Hamba | (0 comments)Tujuh
Maqom Kenaikan Rohani | (0 comments)Tujuh Tingkatan Nafs | (0
comments)Turunnnya Manusia ke Alam yang Paling Bawah | (0
comments)Turunnya Nabi Isa AS Di Akhir Zaman | (0 comments)ULAMA YANG
MENYESATKAN ULAMA | (0 comments)Ubun-ubun | (0 comments)Ulama
Ahlussunnah itu Kaum Sufi Sejati | (0 comments)Ulama Sodoqun dan Ulama
Solihun | (0 comments)Ulasan Silsilah Genealogys Akbar Ke Berbagai Jalur
Leluhur Dari Sunan Kalijaga & Para Pemimpin Awal Tuban | (0
comments)Ulasan Tentang Ahli Ma’rifat | (0 comments)Umar Menghukum Abu
Hurairah karena merekayasa hadist | (0 comments)Ummat Islam Di Akhir
Zaman | (0 comments)Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini? | (0
comments)Urgensi dan Kesalahan dalam Ma’rifatullah | (0 comments)Uzlah
Ikhlas padaNya | (0 comments)Versi Kematian Syekh Siti Jenar | (0
comments)WACANA TAUHID | (0 comments)WALI ALLAH MENURUT AT-TIRMIDZI | (0
comments)WALIYULLAH DAN CIRI-CIRINYA | (0 comments)WASIAT KAUM SUFI |
(0 comments)WHUDLU' | (0 comments)WILAYAT PENEMPUH SANG SUFI WAHDATUL
WUJUD | (0 comments)WILAYYAH & QUTBANIYYAH | (0 comments)WIRA’I | (0
comments)WUJUD ALLAH | (0 comments)WUJUD ALLAH MENURUT SEMBILAN WALI |
(0 comments)Wahdatul Wujud | (0 comments)Wahdatul Wujud | (0
comments)Wahyu dan Ilham | (0 comments)Waktu waktu “mengerjakan” shalat.
| (0 comments)Wali Allah Menurut Hakim At-Tirmidzi | (0 comments)Wali
Wanita | (0 comments)Wali dan Kewalian | (0 comments)Waliyullah memang
Rahasia Allah | (0 comments)Wangsit (wasia) Silihwangi | (0
comments)Wanita Yang Beriman DAN Wanita yang durhaka | (0 comments)Warak
| (0 comments)Warid Dan Nur Ilahi | (0 comments)Warisan Kabudayan Jawa |
(0 comments)Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as kepada Imam Hasan as. |
(0 comments)Wasiat Nabi Muhammad S.A.W | (0 comments)Wasiat SUNAN AMPEL |
(0 comments)Waspada Sifat Munafik | (0 comments)Wihdatul Wujud dalam
Pandangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah | (0 comments)Wihdatul Wujud dan
Wihdatus Syuhud | (0 comments)Wilayah Nabi dan Rasul | (0 comments)Wujud
| (0 comments)Wuquufu al Qolbi Hadlir ila Robby | (0 comments)Yang
Paling Di Dunia Menurut Imam Ghozali | (0 comments)Yang Terlupa Dari
Keikhlasan | (0 comments)ZAD AL-MA ‘AD KARYA KRITIS IBN QAYYIM
AL-JAUZIYYAH | (0 comments)ZAKAR & FARAJ | (0 comments)ZIKIR (1) |
(0 comments)ZIKIR (1) part 1 | (0 comments)ZIKIR (2) | (0 comments)ZUHUD
YANG SEBENARNYA | (0 comments)Zikir Yang Paling Sempurna | (0
comments)Zuhud Imam Syafi’i | (0 comments)aku | (0 comments)al Busthomi
Fana dan Penyatuan | (0 comments)al-mulk.penghuni langit | (0
comments)asal muasal diri alam marifat | (0 comments)asfala safilin | (0
comments)assab'ul-matsani dan empatwali qutub | (0 comments)empat
silabus/ tingkatan/ maqom ilmu keagamaan menurut ahli tasawuf | (0
comments)hakekat IBLIS | (0 comments)hakikat tuhan dan manusia | (0
comments)hal rahasia diri | (0 comments)hijab yang paling besar | (0
comments)ikhlas sama sekali tidak mengharap surga dan takut pada neraka |
(0 comments)ilmu sejati menurut Siti Jenar | (0 comments)informasi
tentang Ruh dari para Ulama | (0 comments)inti alif sesudah huruf ba. |
(0 comments)jalan lurus menuju ma,rifat tuloh | (0 comments)kedudukan
Rasulullah Saw Dan sayyidina Ali As | (1 comments)keikhlasan | (0
comments)kelemahan tasawuf sunni | (0 comments)kemampuan dan kekuasaan
setan dan jin, | (0 comments)kembali kepada ketiadaan | (0
comments)kesatuan dari semua yang ada | (0 comments)kesempurnaan | (0
comments)kesempurnaan tuhan | (0 comments)keyakinan mazhab Wahabi | (0
comments)kisah tentang keengganan Iblis untuk sujud itu memang suatu
fakta atau hanyalah cerita fiktif? | (0 comments)kitab Risalah
Alladuniyah-Imam Ghazaly | (0 comments)kitab akhir zaman 6 | (0
comments)kitab akhir zaman 7 | (0 comments)kitab akhir zaman 8 | (0
comments)kitab akhir zaman 9 | (0 comments)kitab ‘Al-Mawaqif wal
Mukhtabat’, karya syech Muhammad abdul jabbar Bin Husein An-Nifari | (0
comments)kitab-kitab tauhid & penjelasan lengkap | (0 comments)kuasa
tuhan dengan sifatnya | (0 comments)kubur | (0 comments)liqâ’ullâh | (0
comments)makanan yang haram di dalam al Qur'an | (0 comments)maknawi
Huruf dan Angka | (0 comments)makrifat | (0 comments)maksud dengan
orang-orang Majusi | (0 comments)martabat alam insan | (0 comments)ma’âd
jasmani | (0 comments)membuka tirai antara hamba dengan Allah | (0
comments)mendoakan kebaikan untuk sesama muslim tanpa sepengetahuannya |
(0 comments)mengenal diri yang sebenarnya | (0 comments)nahwu lisan dan
nahwu hati | (0 comments)pelbagai tingkatan dan stasiun sair-suluk | (0
comments)penciptaan adam | (0 comments)pendapat para ulama tentang nur
muhammad | (0 comments)pengaruhnya DOSA terhadap ruh dan jiwa manusia? |
(0 comments)peran seorang Mursyid | (0 comments)perang Jamal | (0
comments)posisi syafâ’at pada hari Kiamat | (0 comments)sahabat Nabi SAW
yang tergolong syi’ah ali | (0 comments)sejatining Ketuhanan | (0
comments)serba empat | (0 comments)tajali Allah | (0
comments)tanda-tanda kemunculan Imam Zaman | (0 comments)tawakkal | (0
comments)tembang Lir-Ilir | (0 comments)tentang Allah ada tanpa tempat
lagi | (0 comments)tentang ruh | (0 comments)the future of information
exist in al quran | (0 comments)titik yang berada dibawah huruf Ba’ | (0
comments)tongkatnya Nabi Musa a.s | (0 comments)ulil amri minkum
sebenarnya | (0 comments)wajah tanpa hijab | (0 comments)“AKU “ :
PANDANGAN AHLI SUFI (SIRI 1) | (0 comments) Selamat Datang ! Terima
kasih Atas Kunjungan Anda Total Tayangan Halaman Sparkline 3,526,786 Get
your free hit counter! Free web hostingWeb hosting BlogCatalog Alexa
Certified Traffic Ranking for alifbraja.blogspot.com 1. islam 2. islam
3. islam 4. islam 5. islam 6. aswaja 7. agama islam 8. Aksara Firdaus 9.
ana minal muslimin 10. Jalan Kesucian 11. ilmu hakikat 12. atto 13. abu
haladi 14. kuliah 15. junaidi Submit your link: Link Title: Email
Address: (not displayed) URL: Accepted links may take a few minutes to
appear. Get your own link widget at simply-linked.com Entri Populer
Shalat lima waktu menurut Syekh Siti Jenar أشهد أن لا اله الا الله و
أشهد أن محمدا رسول الله TIGA PULUH TUJUH �Shalat lima kali sehari, puji
dan dzikir itu adalah kebijaksanaa... BABAD TANAH JAWA,Syekh Subakir
أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Syekh Subakir, Babad
Tanah Jawa Syekh Subakir, sangat berjasa dalam menumbali... Sholat dalam
pandangan Ilmu Hakekat أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول
الله “ Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat “ . Pandangan Hakekat :
Sholat buka... Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga Azmatkhan dalam Suluk
Linglung Sunan Kalijaga kutipan ajaran Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga
Azmatkhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga ... Misteri Ratu Pantai
Selatan Misteri Ratu Pantai Selatan Kanjeng Ratu Kidul Di suatu masa,
hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya,...
Ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani Ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani
Sam’ani berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota
Jailan. Ia seor... NABI KHIDIR DAN NABI ILYAS HIDUP SAMPAI HARI KIAMAT D
i dalam kitab “Al-Asror Rabbaniyyah wal Fuyudhatur Rahmaniyyah” karya
Syeikh Ahmad Shawi Al-Maliki halaman 5 diterangkan yang artinya... Benda
Peninggalan Nabi Muhammad SAW أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا
رسول الله Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW Bila kita berjauh jarak
dengan sang terkasih Mu... KAJIAN KITAB SIRRUL ASROR LENGKAP أشهد أن لا
اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله KITAB SIRRUL ASROR BAB 1 : AWAL
MULA KEJADIAN KITAB SIRRUL ASROR BAB 1 : AWAL ... KITAB PRIMBON SUNAN
BONANG (HET BOEK VAN BONANG) da dua sumber yang layak dipercaya sebagai
bahan rujukan tentang bagaimana ajaran, wejangan, madrasah, madzhab,
serta aliran pemikiran a... widgeo.net RankWidget.com Smart Tag Error:
Invalid Domain www.e-referrer.com free counters KETUHANAN Headline
Animator KETUHANAN ↑ Grab this Headline Animator TUHAN & MANUSIA
SUMBER ILMU - 8/17/2013 - alifbraja NASAB NABI MUHAMMAD SAW - 4/23/2013 -
alifbraja makna dari ayat berikut, “Tuhan akan memberikan hidayah
kepada siapapun yang Dia kehendaki dan akan menyesatkan siapapun yang
Dia kehendaki”? - 4/22/2013 - alifbraja Mengapa Tuhan tidak menggunakan
mukjizat untuk mencegah terbunuhnya Imam Husain As? - 4/22/2013 -
alifbraja kisah tentang dicabutnya panah dari kaki Imam Ali As pada
waktu salat itu - 4/22/2013 - alifbraja Followers Ping your blog,
website, or RSS feed for Free AlifBraja. Powered by Blogger. * A J A R B
F I L
Read more at:
http://alifbraja.blogspot.com/2012/07/hakikat-dua-kalimah-syahadah.html
Copyright © ALIFBRAJA|alifbraja.blogspot.com Under Common Share Alike
Atribution
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Langganan:
Postingan (Atom)
