TUAN GURU KAMI,AL ALLAMAH AL ARIF BILLAH KI MAS AHMAD GHOZALI AL BANKAWI
Senin, 27 Mei 2013
Minggu, 26 Mei 2013
Tips menghadapi anak yang nakal dan bandel
Kalau saja guru tahu latar belakang masalah perilaku
muridnya, maka ia akan merasa iba dan kasihan
Saya pribadi tidak setju dengan judul diatas karena cap atau
label nakal mudah sekali diberikan guru jika ia merasa tidak sanggup
mengendalikan perilaku siswanya. Siswa yang nakal kebanyakan akan menanggung
cap tersebut selama tahun-tahun ia berada di sekolah yang sama. Jika seorang
anak mendapat cap nakal di tahun pertama ia bersekolah maka lazimnya cap itu
akan melekat terus.
Uniknya ukuran nakal tiap guru berbeda-beda. Bagi seorang
guru yang mengajar di sekolah yang berbasiskan agama maka semua anak ‘jalanan’
atau yang hidupnya di jalan akan dikatakan sebagai anak nakal. Tidak heran
karena di sekolah tsb segala perkataan anak dijaga dan diperhatikan. Anak tidak
boleh berkata kasar dan sebagainya. Sedangkan untuk anak yang hidup di jalan,
bahasa sehari-hari mereka memang kata-kata yang menurut kita ‘kasar’ dan tidak
pada tempatnya.
Dengan demikian mari sebagai pendidik mulai untuk mengurangi
memberi cap negatif. Karena cap negatif sangat relatif dan punya standar dan
ukuran berbeda.Hal yang bisa guru lakukan adalah mendekonstruksi kembali cap
anak nakal.
Menurut saya tidak ada yang namanya anak nakal, yang ada
adalah;
anak yang kurang
kasih sayang orang tua. Ia berulah negatif di kelas karena ia perlu perhatian.
Bagi anak seperti ini, teriakan marah guru seperti ‘belaian’ dikupingnya karena
dirumah ia bahkan jarang ada yang memperhatikan
anak yang terkena
bully dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan
melakukan hal yang sama pada anak lainnya karena ia adalah ‘korban’ dan berusaha
untuk membalas dendam
anak yang kedua orang
tuanya mengalami masalah perkawinan. Baginya kehidupan sudah tidak nyaman lagi.
Kedua orang tua yang seharusnya melindungi sedang berkonflik hal ini yang
menjadikannya tidak fokus saat di kelas dan menjadikannya biang onar di kelas.
Daftar diatas bisa bertambah lagi dengan sederet hal lain
yang bisa dipandang sebagai penyebab dari ‘kenakalan seorang’ anak.
Jika di kelas anda ada anak yang berkategori nakal ini saran
saya;
stop ucapkan atau hentikan cap nakal pada anak tersebut.
Katakan “saya pikir yang orang lain katakan tentang kamu itu tidak benar,
menurut saya kamu lebih baik dari yang orang bilang” dengan demikian anak
tersebut merasa ada orang yang masih percaya padanya.
cari terus info
lengkap mengenai tara belakang keluarga atau info apapun demi membuat anda jadi
lebih pengertian dan sabar dalam menghadapi perilakunya
tetap bersabar dan
berdoa untuk anak tersebut. Ucapkan nama anak tersebut dalam doa ketika anda
selesai beribadah, maka saat menghadapi ulahnya saya yakin guru akan dikaruniai
kesabaran.
Beri ia kepercayaan.
Mulai dari yang kecil, biarkan ia membawakan barang-barang anda ke ruang guru
sampai jadikan ia pemimpin dalam suatu kesempatan di kelas.
Tangkap basah saat ia
berbuat baik, puji ia saat itu juga, atau dengan tulisan dengan secarik kertas.
Saat menegur katakan
“minggu ini kamu sudah banyak kemajuan, kenapa sekarang kok berulah yang
negatif lagi?’
Katakan “saya bangga
kamu bisa berubah’ bukan “saya senang kamu bisa berubah’. Jika anda katakan
senang maka ia akan berubah demi menyenangkan anda sebagai gurunya. Sementara
perasaan bangga dari guru murni terjadi karena guru bangga akan sikap yang
muridnya perbuat.
Katakan “saya percaya
kamu pasti bisa memilih hal yang paling baik untuk diri mu sendiri dan bisa
berubah’.
Menghentikan sikap anak yang negatif hanya bisa dimulai
dengan strategi dengan menggunakan pendekatan hati.
Jika setahun bersama anda ia belum juga berubah percayalah
di tahun berikutnya ia akan berubah, jika belum berubah juga percayalah bahwa
ia akan ingat ada satu guru yaitu anda yang selalu percaya padanya.
Sumber :Guru kreatif
Sabtu, 25 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
Proses penyebaran tarekat khalawatiya samman di sulawesi
Berbicara mengenai proses penyebaran tarekat khalawatiyah samman sehingga sampai di indonesia,khususnya di sulawesi selatan.menurut data-data yang penulis peroleh dari penganut tarekat khalawatiya samman bahwa tarekat khalawatiya samman mulanya berkembang di madinah yang di pelopori oleh syekh muhammad bin abd karim as-samman al-qadiri AL-khalawati al madani.masyur dengan sebutan nama muhammad samman,hidup di madinah sekitar abad ke 12 hijriah (tahun 1132-1189H)
Madrasah tasawwuf syekh muhammad samman di kunjungi oleh penuntut ilmu dari berbagai negri seperti indonesia.
H.Abu bakar aceh mengemukakan bahwa syekh samman adalah salah satu guru tarakat yang ternama di madinah.pengajarannya bayak di kunjungi oleh orang-orang dari indonesiadi antaranya berasal dari aceh dan kalimantan.oleh kareana itu tarekatnya bayak tersiar di aceh dan kalimantan yang biasa di sebut tarekat sammaniyah.syekh Muhammad samman wafat 1720M.sejarah hidupnya di bukukan oleh muridnya,dengan nama manaqib Tuan syekh muhammad samman ,di siarkan dan di baca dalam kalangan luas .
Murid-muridnya yang berasal dari indonesia di antaranya:
-Syekh Abdul samad al palembani
-Syekh Muhammad Arsad al banjari
-Syekh Abdul Wahhab al bugisi
-Syekh Abdul rahman masri betawi
Mereka inilah mula-mula menyiarkan dan mengembangkan tarekat khalawatiyah samman(sammaniyah)di indonesia.
Tarekat khalawatiyah samman masuk kesulawesi selatan pada tahun 1820M(1240H) di bawah oleh syekh abdillah AL munir dari sumbawa Nusa tenggara.Abdullah Al munir adalah orang bugis,asal keturunan bangsawan bone .Ayahnya adalah putra raja bone ke 21 La tammessonge’ yang bernama la kassik petta ponggawae di bone,sedang ibunya bernama we Tenr I Abeng.
Sejak muda ,Abdillah AL munir merantau ke sumbawa.Disana ia berguru Kepada syekh H.Idris Bin Usman ,sedang gurunya ini belajar pula dari syekh Siddiq Bin umar khan Al madani dan berguru pula kepada syekh Abdus samad Al palembani.kedua gurunya ini adalah murid dan khalifah dari Syekh Muhammad Samman Al qadiri Al khalawati Al madani.
Syekh Abdullah Al munir kawin dengan putri sulta sumbawa lalau Datuk Neloa,sehingga lahirlah putranya yang kemudian menggantikannya menjadi khalifah benama Dea sehe Lalo pananrang Daeng Massese Syekh Muhammad Fudhail Wafat pada akhir abad ke 19M,Dan di kuburkan di jalan keramat (Barru).Ia di gantikan oleh putranya yang bernama Andi Mangngaweang Petta Bani,dengan gelar Syekh Abdul Gani Tajul Arifin.makamnya di samping makam syekh yusuf Tajul Khalwati di lakiung gowa sul-sel.
Syekh Muhammad Fudhail sudah mempesiapkan putranya melalui pendidikan Makrifah dan latihan Wirid serta budi pekerti yang terpuji bersama-sama dengan kadernya yang lain,seperti:
-Ahmad singkeru Rukka yang kemudian menjadi raja bone ke-28 bergelar Sultan Ahmad Bin Idris(1860-
1871)
-I Mallingkaan Daeng yonri Karaeng Katangka yang kemudian jadi raja gowa ke 33(1893-1895M)
Bergelar Sultan Idris.
-Petta Watang Lipu-e di soppeng di kenal petta Ambona La massalengke.
-Ishaq Manggabarani Karaeng mangngepe yang kemudian menjadi Arung matoa wajo ke 46 (1900-1961M)
-Guru lambeng di soppeng
-H.palopo Syekh Abdur Razaq Bin Abdillah Bugis berasal dari bone.
Diantara murid Syekh Muhammad Fudhail yang terkenal dalam proses penyebaran Tarekat khalawatiyah samman adalah H.palopo syekh Abdur razaq yang telah di tunjuk oleh gurunya menjadi khalifah.Syekh Abdur razaq memilih tempat penyebaran ajarannya di kampung Leppakomai kecamatan maros.
Dalam masa khalifah Syekh Abdur razaq penyebaran tarekat khalawatiyah samman mencapai puncak popularitasnya,bahkan hampir di katakan bahwa tarekat ini hadir di tengah-tengah ummat islam pada setiap kabupaten di sulawesi selatan.Bahkan sampai saat ini leppakomai dan pattene menjadi pusat pengembanga tarekat khalawatiya samman.
Setelah Syekh Abdul ghani Tajul Arifin wafat,ia di gantikan Oleh kemanakannya yaitu Andi Pallajarang Petta Rukka dengan gelar Khalifah Syekh Abdus samad Asaddullah AL-Mas’uli,ia menetap di parangki maros sampai wafat dan berhasi mendidik murid yang bernama Ibarakka Daeng Mallabang dengan gelar Khalifah Syekh Abubakri BIN Fihrin Tajul khalawati.Syekh inilah yang berjasa memperbayak kader dan khalifah yang menyebar luaskan tarekat khalawatiya samman di beberapa propinsi dalam wilayah indonesia.Dan inilah salah satu silsilah
SILSILAH TAREKAT KHALAWATIYAH SAMMAN
1.JALLA JALLALUHU RABBUL ALAMIN(ALLAH TALA)
2.JIBRIL A.S
3.SAYYIDINA WA MAULANA MUKAMMAD SAW SAYYIDIL ALAMIN
4.AMIRIL MUKMININ SAYYIDINA ALI BIN ABITHALIB KARRAMALLAHU WAJHAMU
5.SAYYIDI SYEKH HASAN AL BASHRI
6.SAYYIDI SYEKH HABIB AL AJMI
7.SAYYIDI SYEKH DAUD AT TA’I
8.SAYYIDI SYEKH MAKRUF AL KARAKHI
9.SAYYIDI SYEKH SURRI ASSAQATI
10.SAYYIDI SYEKH JUNAID AL BAGDADI
11.SAYYIDI SYEKH MAMSAD AD DAINURI
12.SAYYIDI SYEKH MUHAMMAD AD DAINURI
13.SAYYIDI SYEKH MUHAMMAD AL BAKRI
14.SAYYIDI SYEKH WAJIHUDDIN AL QAQIDZI
15.SAYYIDI SYEKH UMAR AL BAKRI
16.SAYYIDI SYEKH ABI AN NAJIB SYUHRAWARDI
17.SAYYIDI SYEKHQUTHUBUDDIN AL ABHARi
18.SAYYIDI SYEKH RUKNUDDIN MUHAMMAD AN NAJASI
19.SAYYIDI SYEKH SYIHABUDDIN AT TABARIZI
20.SAYYIDI SYEKH JAMAL AL AHWARI
21.SAYYIDI SYEKH ABI ISHAQ IBRAHIM AZZAHIDI AL BUKLANI
22.SAYYIDI SYEKH AHA MUHAMMAD AL BALISI
23.SAYYIDI SYEKH PIR UMAR AL KHALAWATI
24.SAYYIDI SYEKH MUHAMMADA MIRA AL KHALAWATI
25.SAYYIDI SYEKH IZZUDDIN
26.SAYYIDI SYEKH PIR AS SHADRUDDIN
27.SAYYIDI SYEKH ABU ZAKARIYAH ASY SYARWANI AL BAQUNI
28.SAYYIDI SYEKHPIR MUHAMMAD AL ASBUHANI
29.SAYYIDI SYEKH HALBI SULTANUL QURRA JAMAL AL KHALAWATI
30.SAYYIDI SYEKH SYA’BAN AFANDI AL QATHUMUNI
31.SAYYIDI SYEKH MUHYIDDIN AL QASTHUNI
32.SAYYIDI SYEKH ISMAIL AL JURWI
33.SAYYIDI SYEKH ALI AFANDI QURABAS
34.SAYYIDI SYEKH MUSTAFA AFANDI AL ADRANNAWI
35.SAYYIDI SYEKH IMAN JALIL SYEKH ABDUL LATIF
36.SAYYIDI SYEKH MUSTAFA AL BAKRI BIN KAMALUDDIN
37.SAYYIDI SYEKH MUHAMMADA BIN ABDUL KARIM AS SAMMAN AL QADIRI AL KHALWATI AL MADANI
38.SAYYIDI SYEKH MUHAMMAD SIDDIQ BIN UMAR KHAN AL MADANI
39.SAYYIDI SYEKH AL HAJJI IDRIS BIN USMAN
40.SAYYIDI SYEKH ABDILLAH AL MUNIR SYAMSUL ARIFIN
41.SAYYIDI SYEKH MUHAMMADA FUDHAIL TAJUL KHALWATI
42.SAYYIDI SYEKH ABDUL GHANI TAJUL ARIFIN
43.SAYYIDI SYEKH ABDUS SAMAD ASADDULLAH AL MAS’ULI
44.SAYYIDI SYEKH ABUBAKRI BIN FIHRIN TAJUL KHALWATI
45.SAYYIDI SYEKH ARIFIBILLAHI MUHAMMAD SA’ID BIN MUHAMMAD YUNUS
46.SAYYIDI SYEKH ARIFIBILLAHI AL HAJJI MAHMUD BIN MUHAMMAD YUSUF BIN MUHAMMAD JAKFAR BIN MUHAMMAD HUSAINI AL BUGISI
SUSUNAN SILSILAH INI KAMI TERIMA DARI GURU KAMI SAYYIDI SYEKH FATHUR RAHMAN AL HAJJI MAHMUD BIN MUHAMMAD YUSUF YANG MANA BELIAU TERIMA DARI SAYYIDI SYEKH ABUBAKRI BI N FIHRIN TAJUL KHALWATI.
Berbicara mengenai proses penyebaran tarekat khalawatiyah samman sehingga sampai di indonesia,khususnya di sulawesi selatan.menurut data-data yang penulis peroleh dari penganut tarekat khalawatiya samman bahwa tarekat khalawatiya samman mulanya berkembang di madinah yang di pelopori oleh syekh muhammad bin abd karim as-samman al-qadiri AL-khalawati al madani.masyur dengan sebutan nama muhammad samman,hidup di madinah sekitar abad ke 12 hijriah (tahun 1132-1189H)
Madrasah tasawwuf syekh muhammad samman di kunjungi oleh penuntut ilmu dari berbagai negri seperti indonesia.
H.Abu bakar aceh mengemukakan bahwa syekh samman adalah salah satu guru tarakat yang ternama di madinah.pengajarannya bayak di kunjungi oleh orang-orang dari indonesiadi antaranya berasal dari aceh dan kalimantan.oleh kareana itu tarekatnya bayak tersiar di aceh dan kalimantan yang biasa di sebut tarekat sammaniyah.syekh Muhammad samman wafat 1720M.sejarah hidupnya di bukukan oleh muridnya,dengan nama manaqib Tuan syekh muhammad samman ,di siarkan dan di baca dalam kalangan luas .
Murid-muridnya yang berasal dari indonesia di antaranya:
-Syekh Abdul samad al palembani
-Syekh Muhammad Arsad al banjari
-Syekh Abdul Wahhab al bugisi
-Syekh Abdul rahman masri betawi
Mereka inilah mula-mula menyiarkan dan mengembangkan tarekat khalawatiyah samman(sammaniyah)di indonesia.
Tarekat khalawatiyah samman masuk kesulawesi selatan pada tahun 1820M(1240H) di bawah oleh syekh abdillah AL munir dari sumbawa Nusa tenggara.Abdullah Al munir adalah orang bugis,asal keturunan bangsawan bone .Ayahnya adalah putra raja bone ke 21 La tammessonge’ yang bernama la kassik petta ponggawae di bone,sedang ibunya bernama we Tenr I Abeng.
Sejak muda ,Abdillah AL munir merantau ke sumbawa.Disana ia berguru Kepada syekh H.Idris Bin Usman ,sedang gurunya ini belajar pula dari syekh Siddiq Bin umar khan Al madani dan berguru pula kepada syekh Abdus samad Al palembani.kedua gurunya ini adalah murid dan khalifah dari Syekh Muhammad Samman Al qadiri Al khalawati Al madani.
Syekh Abdullah Al munir kawin dengan putri sulta sumbawa lalau Datuk Neloa,sehingga lahirlah putranya yang kemudian menggantikannya menjadi khalifah benama Dea sehe Lalo pananrang Daeng Massese Syekh Muhammad Fudhail Wafat pada akhir abad ke 19M,Dan di kuburkan di jalan keramat (Barru).Ia di gantikan oleh putranya yang bernama Andi Mangngaweang Petta Bani,dengan gelar Syekh Abdul Gani Tajul Arifin.makamnya di samping makam syekh yusuf Tajul Khalwati di lakiung gowa sul-sel.
Syekh Muhammad Fudhail sudah mempesiapkan putranya melalui pendidikan Makrifah dan latihan Wirid serta budi pekerti yang terpuji bersama-sama dengan kadernya yang lain,seperti:
-Ahmad singkeru Rukka yang kemudian menjadi raja bone ke-28 bergelar Sultan Ahmad Bin Idris(1860-
1871)
-I Mallingkaan Daeng yonri Karaeng Katangka yang kemudian jadi raja gowa ke 33(1893-1895M)
Bergelar Sultan Idris.
-Petta Watang Lipu-e di soppeng di kenal petta Ambona La massalengke.
-Ishaq Manggabarani Karaeng mangngepe yang kemudian menjadi Arung matoa wajo ke 46 (1900-1961M)
-Guru lambeng di soppeng
-H.palopo Syekh Abdur Razaq Bin Abdillah Bugis berasal dari bone.
Diantara murid Syekh Muhammad Fudhail yang terkenal dalam proses penyebaran Tarekat khalawatiyah samman adalah H.palopo syekh Abdur razaq yang telah di tunjuk oleh gurunya menjadi khalifah.Syekh Abdur razaq memilih tempat penyebaran ajarannya di kampung Leppakomai kecamatan maros.
Dalam masa khalifah Syekh Abdur razaq penyebaran tarekat khalawatiyah samman mencapai puncak popularitasnya,bahkan hampir di katakan bahwa tarekat ini hadir di tengah-tengah ummat islam pada setiap kabupaten di sulawesi selatan.Bahkan sampai saat ini leppakomai dan pattene menjadi pusat pengembanga tarekat khalawatiya samman.
Setelah Syekh Abdul ghani Tajul Arifin wafat,ia di gantikan Oleh kemanakannya yaitu Andi Pallajarang Petta Rukka dengan gelar Khalifah Syekh Abdus samad Asaddullah AL-Mas’uli,ia menetap di parangki maros sampai wafat dan berhasi mendidik murid yang bernama Ibarakka Daeng Mallabang dengan gelar Khalifah Syekh Abubakri BIN Fihrin Tajul khalawati.Syekh inilah yang berjasa memperbayak kader dan khalifah yang menyebar luaskan tarekat khalawatiya samman di beberapa propinsi dalam wilayah indonesia.Dan inilah salah satu silsilah
SILSILAH TAREKAT KHALAWATIYAH SAMMAN
1.JALLA JALLALUHU RABBUL ALAMIN(ALLAH TALA)
2.JIBRIL A.S
3.SAYYIDINA WA MAULANA MUKAMMAD SAW SAYYIDIL ALAMIN
4.AMIRIL MUKMININ SAYYIDINA ALI BIN ABITHALIB KARRAMALLAHU WAJHAMU
5.SAYYIDI SYEKH HASAN AL BASHRI
6.SAYYIDI SYEKH HABIB AL AJMI
7.SAYYIDI SYEKH DAUD AT TA’I
8.SAYYIDI SYEKH MAKRUF AL KARAKHI
9.SAYYIDI SYEKH SURRI ASSAQATI
10.SAYYIDI SYEKH JUNAID AL BAGDADI
11.SAYYIDI SYEKH MAMSAD AD DAINURI
12.SAYYIDI SYEKH MUHAMMAD AD DAINURI
13.SAYYIDI SYEKH MUHAMMAD AL BAKRI
14.SAYYIDI SYEKH WAJIHUDDIN AL QAQIDZI
15.SAYYIDI SYEKH UMAR AL BAKRI
16.SAYYIDI SYEKH ABI AN NAJIB SYUHRAWARDI
17.SAYYIDI SYEKHQUTHUBUDDIN AL ABHARi
18.SAYYIDI SYEKH RUKNUDDIN MUHAMMAD AN NAJASI
19.SAYYIDI SYEKH SYIHABUDDIN AT TABARIZI
20.SAYYIDI SYEKH JAMAL AL AHWARI
21.SAYYIDI SYEKH ABI ISHAQ IBRAHIM AZZAHIDI AL BUKLANI
22.SAYYIDI SYEKH AHA MUHAMMAD AL BALISI
23.SAYYIDI SYEKH PIR UMAR AL KHALAWATI
24.SAYYIDI SYEKH MUHAMMADA MIRA AL KHALAWATI
25.SAYYIDI SYEKH IZZUDDIN
26.SAYYIDI SYEKH PIR AS SHADRUDDIN
27.SAYYIDI SYEKH ABU ZAKARIYAH ASY SYARWANI AL BAQUNI
28.SAYYIDI SYEKHPIR MUHAMMAD AL ASBUHANI
29.SAYYIDI SYEKH HALBI SULTANUL QURRA JAMAL AL KHALAWATI
30.SAYYIDI SYEKH SYA’BAN AFANDI AL QATHUMUNI
31.SAYYIDI SYEKH MUHYIDDIN AL QASTHUNI
32.SAYYIDI SYEKH ISMAIL AL JURWI
33.SAYYIDI SYEKH ALI AFANDI QURABAS
34.SAYYIDI SYEKH MUSTAFA AFANDI AL ADRANNAWI
35.SAYYIDI SYEKH IMAN JALIL SYEKH ABDUL LATIF
36.SAYYIDI SYEKH MUSTAFA AL BAKRI BIN KAMALUDDIN
37.SAYYIDI SYEKH MUHAMMADA BIN ABDUL KARIM AS SAMMAN AL QADIRI AL KHALWATI AL MADANI
38.SAYYIDI SYEKH MUHAMMAD SIDDIQ BIN UMAR KHAN AL MADANI
39.SAYYIDI SYEKH AL HAJJI IDRIS BIN USMAN
40.SAYYIDI SYEKH ABDILLAH AL MUNIR SYAMSUL ARIFIN
41.SAYYIDI SYEKH MUHAMMADA FUDHAIL TAJUL KHALWATI
42.SAYYIDI SYEKH ABDUL GHANI TAJUL ARIFIN
43.SAYYIDI SYEKH ABDUS SAMAD ASADDULLAH AL MAS’ULI
44.SAYYIDI SYEKH ABUBAKRI BIN FIHRIN TAJUL KHALWATI
45.SAYYIDI SYEKH ARIFIBILLAHI MUHAMMAD SA’ID BIN MUHAMMAD YUNUS
46.SAYYIDI SYEKH ARIFIBILLAHI AL HAJJI MAHMUD BIN MUHAMMAD YUSUF BIN MUHAMMAD JAKFAR BIN MUHAMMAD HUSAINI AL BUGISI
SUSUNAN SILSILAH INI KAMI TERIMA DARI GURU KAMI SAYYIDI SYEKH FATHUR RAHMAN AL HAJJI MAHMUD BIN MUHAMMAD YUSUF YANG MANA BELIAU TERIMA DARI SAYYIDI SYEKH ABUBAKRI BI N FIHRIN TAJUL KHALWATI.
Senin, 20 Mei 2013
KH. Tubagus Muhammad Falak
KH. Tubagus Muhammad Falak bin KH. Tubagus Abbas adalah seorang kiai kharismatik yang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan kemudian dikenal luas Oleh kalangan
masyarakat sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah yang mengambil ijazah langsung dari Syekh Abdul Karim Banten.
Beliau adalah tokoh agama yang dikenal pula karena keahliannya dalam ilmu kasyaf yang memiliki kedalaman ilmu agama dan memiliki keluhuran budi pekerti yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
KH. Tubagus Muhammad Falak dilahirkan pada tahun 1842 di Sabi, pandeglang banten. Sejak kecil beliau mendapatkan pendidikan agama Islam dari orang tuanya. Ayahnya KH. Tubagus Abbas adalah kiai pemimpin pesantren yang hidup dari hasil bertani dan sangat aktif dalam melakukan kegiatan dakwah dan syiar Islam di daerah pandeglang dan sekitarnya bersama isterinya yaitu Ratu Quraisyn.
Secara garis kuturunan, KH.Tubagus Muhammad Falak tidak saja berasal dari keturunan kiai pesantren, tetapi juga keturunan dari keluarga kesultanan Banten melalui ayah beliau, KH. Tubagus Abbas. Silsilah keturunan beliau sarnpai kepada salah seorang dari sembilan wali yang memiliki putera bernama Sultan Maulana Hasanuddin Banten yaitu Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Kebangsawanan beliau diperkuat pula oleh garis keturunannya dari sang ibu yaitu Ratu Quraisyn yang masih merupakan keturunan Sultan banten.
Dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga pesantren di Sabi, pandeglang banten menjadi awal yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup beliau. Suasana keagamaan serta bimbingan agama Islam yang diberikan oleh orangtuanya semasa kecil sangat mempengaruhi pembentukan karakter dan semangat KH. Tubagus Muhammad Falak untuk menuntut ilmu pengetahuan agama Islam serta mengamalkan ilmu tersebut demi kepentingan masyarakat luas.
Setelah selesai mempelajari beberapa kitab dalam bidang bahasa, fiqh dan terutama aqidah dari orangtuanya hingga usia 15 tahun, KH. Tubagus Muhammad Falak yang sejak kecil mempelajari Al-Quran dan tergolong cerdas dalam menyerap pengetahuan Islam serta pintar dalam menguasai ilmu beladiri ini pernah memperdalam pengetahuan agamanya di Cirebon dan beberapa ulama banten diantaranya Syekh Abdul Halim Kadu Peusing atas anjuran KH. Tubagus Abbas.
Di usia 15 tahun tepatnya pada tahun 1857, MH. Tubagus Muhammad Falak diberangkatkan oleh orangtuanya ke Mekah untuk menunaikan lbadah haji dan menuntut berbagai bidang ilmu perngetahuan agama di sana. Selama mukim di Mekkah beliau bertempat tinggal bersama salah seorang gurunya yang merupakan ulama besar lndonesia bernama Syekh Abdul Karim banten sesuai dengan anjuran salah seorang gurunya selama di Banten yaitu Syekh Sohib Kadu Pinang.
Mula-mula KH. Tubagus Muhammad Falak belajar ilmu tafsir Quran dan fiqh kepada Syekh Nawawi Al-Bantany dan Syekh Mansur Al-Madany yang keduanya berasal dari Indonesia. Dalam bidang ilmu Hadist beliau belajar kepada Sayyid Amin Qutbi dan dalam ilmu tasawwuf beliau belajar kepada Sayyid Abdullah Jawawi. Sedangkan dalam ilmu falak beliau belajar kepada seorang ahli ilmu falak bernama Sayyid Affandi Turki. Khusus dala ilmu fiqh, beliau belajar kepada Sayyid Ahmad Habasy, dan Sayyid Umar Baarum. Setelah dewasa KH. Tubagus Muhammad Falak memperdalam ilmu hikmat dan ilmu tarekat kepada Syekh Umar Bajened, ulama dari Mekkah dan Syekh Abdul Karim dan Syekh Ahmad Jaha yang keduanya berasal dari Banten.
Di bidang fiqh beliau belajar pula kepada Syekh Abu Zahid dan Syekh Nawawi Al-Falimbany. Di samping nama-nama di atas, selama di Mekkah beliau juga menuntut ilmu di bawah bimbingan ulama-ulama besar lainnya antara lain: Syekh Ali Jabrah Mina, Syekh Abdul Fatah Al-Yamany. Syekh Abdul Rauf Al-Yamany. dan Sayyid Yahya Al-Yamany. Bahkan selama di Indonesia, baik sebelum pergi maupun pada saat kembali dari Mekkah, KH. Tubagus Muhammad Falak berguru dan memperdalam ilmu pengetahuan kepada beberapa ulama besar banten diantaranya Syekh Salman, Syekh Soleh Sonding. dan Syekh Sofyan.
Selama berada di Timur tengah, KH.Tubagas Muhammad Falak berkunjung ke Baghdad Irak dan sempat berguru kepada ulama Mekkah yang sedang berada di Baghdad yaitu Syekh Zaini Dahlan. Di sana beliau pernah berziarah ke makam Syekh Abdul Qodir Jailani. Sedangkan selama berada di Madinah beliau berziarah ke makam Nabi Besar Muhammad SAW. Selama mukim pertama di Mekkah dan Madinah, KH.Tubagus Muhammad Falak seangkatan dengan Syekh Kholil Bangkalan yang pada periode yang sama tepatnya sekitar tahun 1860-an menuntut ilmu di Mekkah.
Setelah periode mukim pertama di Mekkah selama kurang lebih 21 tahun lamanya, KH. Tubagus Muhammad Falak kembali ke Nusantara pada tahun 1878.
Dalam konteks pergerakan kebangsaan melawan penguasa kolonial, dalam salah satu keterangan disebutkan bahwa KH.Tubagus Muhammad falak menjadi salah satu kiai banten yang turut aktif dalam pemberontakan petani banten 1888 yang dimotori oleh para kiai tarekat, diantaranya Syekh Abdul Karim, KH. Asnawi Caringin, KH. Tubagus Wasid dan KH.Tubagus lsmail. Akibat aktifitas politik tersebut beliau menjadi salah seorang yang menjadi sasaran untuk ditangkap oleh Belanda. Periode tersebut bertepatan dengan periode kepulangan beliau dari timur tengah ke Nusantara.
Pada tahun 1892, KH. Tubagus Muhammad Falak kembali ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan kembali memperdalam ilmu di sana hingga menjelang awaI abad ke-20 dan mengalami masa kebersamaan dalam kurun waktu yang sama dengan KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, kedua tokoh agama pendiri dua organisasi besar di Nusantara yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. selama berada di Mekkah dan Madinah pada periode pertama dan kedua, beliau sangat dikenal oleh para ulama baik seangkatan maupun angkatan yang lebih muda khususnya yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara yang sedang menuntut dan memperdalam ilmu di sana.
Kemudian pada awal abad 20 setelah kepulangannya dari Timur Tengah, KH. Tubagus Muhammad Falak memulai aktititas pendirian pesantren setelah melalui masa perintisan yang cukup panjang baik setelah melalui aktititas dakwah dan syiar Islam sejak dari pandeglang hingga ke pelosok-pelosok di daerah bogor dan sekitarnya maupun setelah merintis pengajian di daerah pagentongan.
Pendirian Pesantren Al-Falak di pagentongan bogor oleh KH. Tubagus Muhammad Falak merupakan perwujudan akhlak yang ditunjukan oleh beliau sebagai seorang ulama yang telah mengalami perjalanan intelektual dan spiritual yang panjang di Timur Tengah untuk memberikan pendidikan dan pengajaran kepada masyarakat serta mernberikan penerangan-penerangan bagi ummat dalam hal keislaman. begitu banyak kalangan yang datang kepada beliau untuk menjadikan dirinya sebagai guru yang dipandang memiliki kedalaman dan keluasan ilmu pengetahuan agama Islam.
Dan begitu banyak pula para santri yang telah mendapatkan bimbingan beliau menjadi kiai, tokoh agama yang merupakan pendiri dan pemimpin pondok pesantren dan majelis ta`lim serta guru-guru agama Islam yang tersebar di berbagai pelosok di Indonesia dan Mancanegara. bahkan banyak pula para santri beliau yang telah menjadi birokrat dan politisi di Indonesia.
Khusus dalam konteks pergerakan, aktifitas KH. Tubagus Muhammad Falak dalam gerakan kebangsaan semakin terlihat mantap ketika beliau semakin banyak berinteraksi dengan para tokoh pergerakan nasional dari berbagai kalangan diantaranya H.O.S Cokroaminoto, Ir. Soekarno, dan berbagai tokoh pergerakan nasional lainnya. kemudian pada masa sebelum dan masa revolusi fisik 1945-1949, KH. Tubagus Muhammad Falak telah tercatat sebagai salah searang ulama besar Indonesia yang menjadi tokoh Spiritual dalam bidang kerohanian di laskar Hizbullah yang pelatihannya berpusat di daerah Cibarusa dan pemimpin spiritual di bogor yang senantiasa membangkitkan semangat Jihad fii Sabilillah melawan penjajah untuk membela dan mempertahankan republik Indonesia. Pada masa-masa kritis beliau banyak didatangi oleh banyak masyarakat dari kalangan sipil dan militer untuk meminta keberkahan atas karomah yang diyakini di miliki oleh beliau.
Peran beliau tersebut secara langsung telah mendorong semangat dan kemantapan rakyat khususnya di daerah bogor untuk memperjuangkan Republik Indonesia sebagai negeri berdaulat. Karena aktifitas perlawanan tersebut, pasukan belanda yang berada di bogor melakukan penyerangan ke Pagentongan yang mengakibatkan wafatnya. tujuh orang warga Pagentongan. Setelah melakukan aksi penyerangan tersebut pasukan belanda kemudian menangkap KH. Tubagus Muhammad Falak dan sebagian besar warga Pagentongan yang kemudian dipenjarakan di daerah Gilendek. Namun atas kehendak Allah SWT dan atas wasilah pengaruh KH. Tubagus Muhammad Falak yang sangat besar di masyarakat dan dikhawatirkan dapat membangkitkan semangat perlawanan yang lebih besar lagi maka KH. Tubagus Muhamrnad Falak kemudian dibebaskan bersama warga lainnya.
Selama hidupnya KH. Tubagus Muhammad Falak yang dikenal sebagai tokoh kharismatik yang memiliki pengaruh yang sangat mendalam di Masyarakat serta menjadi pusat kunjungan para tokoh politik dari kalangan sipil maupun militer dan tokoh agama di tingkat lokal dan nasional serta para ulama dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang berkunjung kepada beliau untuk berbagai macam keperluan, bersilaturahmi, menuntut ilmu, meminta keberkahan, dan beramah tamah dengan beliau. Selama hidupnya, KH. Tuhagus Muhammad Falak telah memenuhi fungsi sosial sebagai seorang ulama yang memberikan pengobatan dengan metode spiritual healing yaitu suatu usaha penyembuhan penyakit dengan iman dan keyakinan.
Adapun gelar falak yang selama hidupnya melekat pada beliau rnerupakan gelar yang diberikan oleh gurunya yang bernama Sayyid Affandi Turki oleh karena kecerdasan dan keahlian beliau dalam menguasai ilmu hisab dan ilmu falak yang diajarkan oleh gurunya tersebut. Beliau yang dikenal di Mekkah dengan sebutan Sayyid Syekh Muhammad Falak ini selama hidupnya memiliki hubungan interaksi yang amat luas dan memiliki kedekatan dengan ulama-ulama besar di dalam dan luar Nusantara yang sebagian besar pernah berkunjung kepada beliau di Pagentongan antara lain: Syekh Abdul Halim Palembang, Syekh Abdul Manan Palembang, Syekh Abdul Qodir Mandailing, Syeikh Ahmad Ambon, Syekh Daud Malaysia, Tuan Guru Zainuddin Lombok, Guru Zaini Ghoni Martapura, Habib Soleh Tanggul Jawa Timur, Habib Umar Alatas, Habib Idrus Pekalongan, Habib Ali Al-Habsy Kwitang, Habib Abu Bakar
Kwitang dan para habaib dan kiai dari berbagai daerah lainnya di Nusantara.
Ayahandanya KH. Tubagus Abas dikenal sebagai seorang ulama besar di Banten. Ia sebagai pendiri dan pemimpin pondok pesantren Sabi, hampir separuh usianya dihabiskan untuk mendidik santri-santrinya. Dari beliaulah pertama kali KH. Falak mendapat pendidikan dalam bidang baca tulis Al Qur’an, Sufi dan terutama pemantapan Aqidah Islam, bahkan karena cintanya kepada ilmu, di usianya yang masih muda, K.H Falak sempat mengembara selama 15 tahun untuk menggali dan menuntut ilmu ke beberapa ulama besar yang ada di daerah Banten dan Cirebon.
Melalui garis keturunan dari Ayahnya. KH Falak berasal dari keturunan keluarga besar kesultanan di Banten, bahkan merujuk kepada silsilah keluarganya, KH. Falak termasuk keturunan salah seorang mubalighin utama (Walisongo) yang memiliki putra bernama Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan gelar Sunan Gunung Djati.
Selama di Mekah KH. Falak tinggal
bersama Syekh Abdul Karim, dari Syeh Abdul Karim hingga akhirnya mendapatkan
kedalaman ilmu tarekat dan tasawuf, bahkan oleh Syekh Abdul Karim yang dikenal
sebagai seorang Wali Agung dan ulama besar dari tanah Banten yang menetap di
Mekah itu. KH. Falak dibai’at hingga mendapat kepercayaan sebagai mursyid (guru
besar) Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.
Pada tahun 1878. KH Falak kembali ketanah air. Selama beberapa pekan K.H. Falak tinggal di tempat kelahirannya Pandeglang Banten dan mendapat kepercayaan untuk memimpin pesantren Sabi yang ditinggalkan oleh ayahnya.
Pada tahun 1878. KH Falak kembali ketanah air. Selama beberapa pekan K.H. Falak tinggal di tempat kelahirannya Pandeglang Banten dan mendapat kepercayaan untuk memimpin pesantren Sabi yang ditinggalkan oleh ayahnya.
Tetapi seperti pada umumnya
perjalanan seorang mubalighin, aktivitas da’wah dan tablignya untuk menyebarkan
dan menyiarkan Islam tidak akan terhenti sampai disana demikian juga dengan apa
yang dilakukan oleh KH Falak, sebagai wujud untuk mengembangkan dan mengamalkan
ilmunya, sejak tahun itu juga beliau mulai melancarkan aktivitas tablig dan
da’wah secara estafet. Dimulai dari daerah Pandeglang, Banten hingga sampai ke
Pagentongan Bogor dan bermukim disana hingga wafatnya.
Selanjutnya Abah Falak menikah
dengan seorang putri Pagentongan yang bernama Hajah Siti Fatimah dan mempunyai
seorang putra tunggal yang bernama KH. Tb. Muhammad Thohir Falak (dikenal
sebagai Bapak Aceng) .
Karomah KH Falak
KH. Tubagus Muhammad Falak bin Tubagus Abbas adalah seorang ulama kharismatik yang sampai saat ini masih diziarahi oleh banyak orang, ini menunjukan suatu bukti bahwa semasa hidupnya beliau memiliki kedalaman ilmu dan pengaruh yang sangat luas diberbagai khayalak.
Karomah KH Falak
KH. Tubagus Muhammad Falak bin Tubagus Abbas adalah seorang ulama kharismatik yang sampai saat ini masih diziarahi oleh banyak orang, ini menunjukan suatu bukti bahwa semasa hidupnya beliau memiliki kedalaman ilmu dan pengaruh yang sangat luas diberbagai khayalak.
Pernyataan seperti itu didukung oleh
pengakuan beberapa ulama besar termasuk para Habib di nusantara, mereka
memberikan pengakuan bahwa KH Falak merupakan seorang Waliyullah, hal itu
pernah disampaikan oleh Habib Umar Bin Muhammad bin Hud Al-Attas (Cipayung ),
Habib Soleh Tanggul Jawa Timur dan Habib Ali Al-Habsyi Kwitang. Jakarta.
Salah satu karomah KH. Falak adalah
ketika tiga hari menjelang wafatnya beliau sempat dikunjungi oleh para gurunya
yang telah tiada, seperti Syekh Nawawi Al-Bantani, Syekh Said Abdul Turki,
Syekh Abdul Karim bahkan juga Syekh Abdul Qodir Jailani. Selain itu diterangkan
pula, bahwa KH. Falak sering melakukan perjalanan singkat antara
Pagentongan–Banten. Selama di Banten beliau menjadi seorang ulama besar yang
menjadi pusat kunjungan berbagai kalangan masyarakat Banten. Artinya, disana
dapat dilihat tidak semata-mata seorang individu yang memiliki pengaruh luas.
Tapi, jelas ada konteks kekaromahan yang dimilikinya dan diyakini khalayak
masyarakat yang tidak mungkin dapat dituangkan secara keseluruhan didalam
tulisan yang serba singkat ini.
Menurut KH. Zein Falak yang pernah
menuturkan pengalamannya selama menjadi pengawal pribadi KH Falak. “Subhanallah
-Tabarakallah. Abah Falak itu seorang yang Alim, Wali, ‘allamah, perawakannya
kecil, kulitnya putih berseri. Beliau sangat ramah dan selalu tersenyum kepada
yang menyapanya”, tutur KH. Zein.
Lebih jauh, lelaki keturunan kelima
dari KH Falak yang lahir tahun 1940 itu menuturkan, “Abah Falak tinggi badannya
sekitar 150 cm, Abah selalu memakai udeng (sorban yang dililitkan
dikepala-red), wajahnya selalu berseri, tutur katanya lembut namun tegas dan
jelas. Bahkan dikagumi oleh semua orang, baik dengan para ulama, habaib dan
sahabat-sahabatnya yang datang bersilaturahmi kepadanya, Abah Falak dalam
berbicara selalu menggunakan bahasa Arab yang fasih, sedangkan kalau kepada
santri-santri dan tamunya selalu menggunakan bahasa sunda atau bahasa
Indonesia.
Abah Falak, termasuk ulama besar
yang selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya Karena itu sudah menjadi
kebiasaan setiap pagi memakan dua telur ayam kampung, kemudian jalan-jalan
sambil melihat-lihat pondok pesantren, madrasah, majlis ta’lim dan masjid”,
tutur KH Zein.
Semasa hidupnya KH. Falak dikenal sebagai seorang yang dermawan, banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta tolong dan beliau selalu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang meminta pertolongan.
Semasa hidupnya KH. Falak dikenal sebagai seorang yang dermawan, banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta tolong dan beliau selalu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang meminta pertolongan.
Yang tidak kalah menarik menurut
penuturan KH. Zein, bahwa apabila kedatangan tamu yang niatnya tidak bagus,
maka beliau seperti orang tuli.
“Pernah suatu saat Abah Falak kedatangan tamu yang minta nomor buntut. Pada saat orang itu mengutarakan maksudnya, Abah Falak bertanya berulang kali seolah-olah sama sekali tidak mendengar apa yang diutarakan orang itu, bahkan secara tiba-tiba, Abah Falak menyuruh orang itu pulang”. ujar KH Zein.
“Pernah suatu saat Abah Falak kedatangan tamu yang minta nomor buntut. Pada saat orang itu mengutarakan maksudnya, Abah Falak bertanya berulang kali seolah-olah sama sekali tidak mendengar apa yang diutarakan orang itu, bahkan secara tiba-tiba, Abah Falak menyuruh orang itu pulang”. ujar KH Zein.
KH. Tubagus Muhammad Falak wafat
pada waktu subuh pukul 04.15 hari Rabu tanggal 19 Juli 1972 atau tanggal 8
Djumadil Akhir 1392 H di usianya yang ke, 130 tahun di Pagentongan, Bogor.
Beribu-ribu jemaah datang dari berbagai kalangan baik tokoh agama, politik dan
militer serta masyarakat luas yang berasal dari dalam dan luar negeri.
Alhamdulillah, hingga saat ini Pesantren Al-Falak peninggalan KH. Tubagus
Muhammad Falak diteruskan oleh anak cucu dari keturunan beliau. Semoga anak
cucu dan keturunan beliau diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan untuk
meneruskan toriqoh dan perjuangan beliau ilaa yaumil qiyamah.
Sumber SufiNews
DEMBA BA PEMAIN RELIGIUS
Ujung tombak klub bola terkenal
Chelsea, Demba Ba, sangat peduli dengan penderitaan sesama Muslim di Myanmar.
Untuk membantu musibah Muslim Rohingnya, striker Chelsea ini menjual mobil
Ferrari kesayangannya untuk infaq.
Demikian rilis kantor berita
Rohingnya, Kamis (09/05/10). Sebagian laporan berita bahwa striker The
Blues tersebut menjual mobil mewah dan uangnya untuk disumbangkan Muslimin Burma
yang menjadi sasaran kekerasan oleh orang-orang Budha.
Demba Ba sangat dermawan untuk
dakwah Islam di Eropa, seperti menyumbang pembangunan salah satu masjid di
London. Dia juga selalu mengekspresikan keislaman kepada dunia dari lapangan
bola, seperti sujud syukur tiap kali mencetak gol. Hal itu dilakukannya
semenjak berada di New Castle United sebelum pindah ke Chelsea.
Tak hanya itu, Demba Ba bahkan
menghafal bebrapa juz dari Al-Qur’an dan memiliki peran menjelaskan Islam di
kalangan rekan-rekannya se-tim.[usamah/rohingya]
Bintang Senegal ini sebelumnya menyatakan sokongan terhadap perjuangan
rakyat Palestina dan bahawa dia mahu kuat dalam solat Masjid Al-Aqsa di
Jerusalem, Gan juga membuat sumbangan bagi pembinaan sebuah masjid di ibu
negara, London ..
Kamis, 16 Mei 2013
KLAIM DITEMUKAN KAPAL NABI NUH

Ilustrasi Kapal Nabi Nuh

“Dan difirmankan, ‘Hai bumi, telanlah airmu, dan hai (hujan), berhentilah.’ Dan air pun disurutkan, perintah pun ditunaikan, dan bahtera itu pun berlabuh di atas Bukit Judi, dan dikatakan, ‘Binasalah orang-orang yang zhalim’.” – QS Hud (11): 44.
Para pengikut agama samawi, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam, sepakat, pernah terjadi banjir besar melanda dunia pada zaman Nabi Nuh AS. Peristiwa itu terjadi karena begitu banyaknya orang-orang zhalim di dunia, dan bahkan anak dan istri Nabi Nuh sendiri ikut kelompok orang-orang zhalim itu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh Nabi Nuh membuat bahtera atau kapal yang gunanya untuk memuat orang-orang yang shalih dan berbagai binatang yang ada pada waktu itu. Secara tidak terduga, muncul air dari bumi dan hujan deras dari langit membanjiri bumi, dan Nabi Nuh dengan orang-orang shalih serta berbagai binatang yang ada naik kapal penyelamat itu, sedang orang-orang yang zhalim, termasuk anak Nabi Nuh, ikut tenggelam di dalam banjir besar itu.Akhirnya, Allah SWT memerintahkan bumi untuk menelan kembali airnya serta hujan untuk berhenti, sehingga bumi kembali kering seperti semula, dan kapal Nabi Nuh berlabuh di atas Bukit Judi, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an, “Dan difirmankan, ‘Hai bumi, telanlah airmu, dan hai (hujan), berhentilah.’ Dan air pun disurutkan, perintah pun ditunaikan, dan bahtera itu pun berlabuh di atas Bukit Judi, dan dikatakan, ‘Binasalah orang-orang yang zhalim’.” QS Hud (11): 44.
Orang-orang yang shalih selamat, dan orang-orang yang zhalim musnah. Selain orang-orang shalih, yang terselamatkan adalah binatang-binatang yang ikut terangkut dalam kapal penyelamat tersebut
AGAMA-AGAMA SAMAWI MENYIKAPI BAHTERA NABI NUH
Adapun tentang bahtera Nabi Nuh as ini sesungguhnya Allah swt telah meninggalkannya sebagai salah satu dari tanda kebesaran-Nya dan agar orang-orang yang datang setelahnya dapat mengambil pelajaran dari kejadian yang dialami oleh Nuh dan orang-orang yang bersamanya yang kemudian diselamatkan dengan bahtera itu sementara orang-orang yang kafir terhadapnya ditenggelamkaan oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya :
Artinya : “Dan
Sesungguhnya telah kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, Maka Adakah orang
yang mau mengambil pelajaran? Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan
ancaman-ancaman-Ku.” (QS. Al Qomar : 15 – 16)
Sedangkan
keberadaan bahteranya setelah Allah swt menyelamatkannya serta orang-orang yang
bersamanya juga telah disebutkan didalam firman-Nya :
Artinya : “Dan
difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan Hai langit (hujan) berhentilah,” dan
airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas
bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .” (QS. Huud : 44)
Di manakah Bukit Judi?

Nabi Nuh AS Yang diutus Allah SWT untuk mengajak
kaumnya menyembah Allah, namun hanya mendapatkan pengikut sebanyak 70
orang dengan delapan anggota keluarganya. Akhirnya beliau memohon pada
Allah agar memberi pelajaran pada kaumnya yang suka membangkang dan
doanya terkabul. Seperti yang tertulis di QS Al Mu’minun: 27;
“Bersiaplah Engkau (Nabi Nuh) dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan
terlihat tanda-tanda dari-Ku, maka segeralah angkut bersamamu di dalam
kapalmu dan kerabatmu, dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk
yang ada di atas bumi dan berlayarlah dengan seizin-Ku.”
Benarlah,
hujan turun tiada henti yang menenggelamkan umat Nabi Nuh AS, kecuali beberapa
orang yang telah diselamatkan di dalam kapal bersama pasangan-pasangan makhluk
yang ada di bumi. Mukjizat Allah ini telah dikabarkan oleh tiga agama besar,
Islam, Kristen dan Yahudi selama ribuan tahun. Namun tidak ada yang tahu
keberadaan kapal tersebut. Hanya sebuah pesan tertulis di QS Huud:44;”Dan
difirmankan, “Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah.”
Air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera berlabuh di atas
bukit Judi, dan dikatakan, “kebinasaan bagi kaum yang zalim.” Tapi tidak ada
yang tahu dimana bukit Judi terletak. Yang pasti al-Judy berarti bukit yang
tinggi.

Wilayah Armenia
Di dalam
Al-Qur’an dan terjemahan Departemen Agama, disebutkan bahwa Bukit Judi terletak
di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia. Namun kaum Nasrani mempunyai petunjuk lain.
Kitab Injil mengatakan, kapal Nabi Nuh kandas di Pegunungan Ararat (Kejadian
8: 4). Ararat, menurut literatur Nasrani, mungkin menerangkan suatu daerah
(kerajaan kuno Urartu) dan bukan puncak gunung secara khusus. Setelah Nabi Nuh
dan keluarganya meninggalkan kapal di atas gunung, kapal tersebut tidak pernah
disebut-sebut lagi dalam kitab suci. Kemudian penulis-penulis kitab suci tidak
pernah menyatakan mereka tahu bahwa kapal tersebut masih dapat
dilihat.Pegunungan yang disebut Ararat sekarang lebih tampak seperti daerah pegunungan
dengan dua puncak
Yang
menarik, ada banyak laporan sepanjang sejarah mengenai perahu besar di
pegunungan di daerah ini. Keterangan yang paling awal (bermula pada abad ke-3
SM) menyatakan, sudah diketahui secara umum bahwa kapal Nabi Nuh
itu masih dapat dilihat di Pegunungan Ararat
tentang kebenaran klaim bahwa bukit judy berasal dari Armenia ini disanggah bahwa bukit judy berada di Yaman dengan argumen diantaranya
1. Bahwa tidak pernah terjadi air bah di daerah Asia Tengah yang menjadikan
bahtera Nuh berada di Armenia sebagaima disebutkan berbagai sumber sejarah dan
hasil dari penelitian orang-orang Amerika di Laut Mati dan daerah-daerah
sekitarnya pada tahun 2005.
2. Dan disebutkan didalam beberapa sumber sejarah bahwa asal muasal kaum Nuh
adalah Bani Rasib yang merupakan asal-muasal dari orang-orang Yaman yang
kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jazirah Arab.
3. Keberadaan gunung yang disebut dengan Tanur—yang disebutkan didalam Al
Qur’an—berada di kota Hamdan propinsi Shan’a.
4. Dan sesungguhnya kuburan Nabi Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun
didaerah Nahm. Hal ini dibuktikan dengan nama kota itu adalah Nahm yang juga
nama dari Nabi Nuh as, Nuh adalah Nahm, sebagaimana disebutkan didalam Taurat.
5. Kota Shan’a dahulunya juga bernama kota Saam bin Nuh as.
Sementara itu Imam Ath Thobari mengatakan dari Ishaq bahwa bahtera itu
berada di air selama satu tahun, melewati baitullah dan melakukan perputaran
(thawaf) sebanyak tujuh kali lalu Allah mengangkatnya agar tidak tenggelam
kemudian menuju Yaman dan kembali lagi ke Judi dan berlabuh di sana.
Sedangkan Al Qurthubi dan juga Al Baghowi didalam tafsirnya masing-masing
menjelaskan bahwa bukit judi berada didaerah jazirah dekat al Maushul.
Didalam al Bidayah wa an Nihayah, Ibnu Katsir
menjelaskan bahwa bukit Judi adalah bukit besar yang berada disebelah timur
Jazirah Ibnu Umar hingga ke sungai Dajlah, berada dipinggiran al Maushul,
(panjang bukit itu) dari selatan hingga utaranya sepanjang tiga hari perjalanan
dan memiliki ketinggian sepanjang setengah hari perjalanan. Ia adalah bukit
yang hijau karena ditumbuhi pepohonan dari eek (kayu) yang disampingnya
terdapat sebuah desa yang bernama desa ats tsamanin sebagai tempat tinggal
orang-orang yang diselamatkan bersama Nuh yang berada didalam bahtera itu.
Tentang lokasi ini, Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa tidak hanya satu orang
ahli tafsir yang menyebutkannya.
ada klaim lain terbaru,
Kemarin, 26 April 2010 mereka
mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim
menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung
Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk
ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan
klaim mereka.
Menurut para peneliti, specimen yang
mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang
digambarkan dalam sejarah. Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu
telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah. “Kami belum yakin 100
persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata
salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing,
seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010. Grup yang
beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers
yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu. Kepada media yang hadir saat itu,
mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa
tambang, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan
untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan
untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah —
begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga
keamanan hewan-hewan. Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong
pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO — agar lembaga PBB itu
ikut menjaga kelestarian perahu Nuh. Awalnya, direncanakan para
arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun,
hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini
sangat tinggi. Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas
Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada
penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan
misinya
Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun
kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.
Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO,
mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki. Pada
2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang
diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju. Beberapa ahli
lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari
pemukiman manusia — yang selamat dari bencana banjir bah.
Wallohu A`lam Bishowab
Disarikan dalam berbagai sumber/Editor :Grando
Nabi Nuh AS Yang diutus Allah SWT untuk mengajak kaumnya menyembah Allah, namun hanya mendapatkan pengikut sebanyak 70 orang dengan delapan anggota keluarganya. Akhirnya beliau memohon pada Allah agar memberi pelajaran pada kaumnya yang suka membangkang dan doanya terkabul. Seperti yang tertulis di QS Al Mu’minun: 27; “Bersiaplah Engkau (Nabi Nuh) dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda dari-Ku, maka segeralah angkut bersamamu di dalam kapalmu dan kerabatmu, dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk yang ada di atas bumi dan berlayarlah dengan seizin-Ku.”
Benarlah, hujan turun tiada henti yang menenggelamkan umat Nabi Nuh AS, kecuali beberapa orang yang telah diselamatkan di dalam kapal bersama pasangan-pasangan makhluk yang ada di bumi. Mukjizat Allah ini telah dikabarkan oleh tiga agama besar, Islam, Kristen dan Yahudi selama ribuan tahun. Namun tidak ada yang tahu keberadaan kapal tersebut. Hanya sebuah pesan tertulis di QS Huud:44;”Dan difirmankan, “Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah.” Air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan, “kebinasaan bagi kaum yang zalim.” Tapi tidak ada yang tahu dimana bukit Judi terletak. Yang pasti al-Judy berarti bukit yang tinggi.
![]() | |
| Wilayah Armenia |
Di dalam
Al-Qur’an dan terjemahan Departemen Agama, disebutkan bahwa Bukit Judi terletak
di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia. Namun kaum Nasrani mempunyai petunjuk lain.
Kitab Injil mengatakan, kapal Nabi Nuh kandas di Pegunungan Ararat (Kejadian
8: 4). Ararat, menurut literatur Nasrani, mungkin menerangkan suatu daerah
(kerajaan kuno Urartu) dan bukan puncak gunung secara khusus. Setelah Nabi Nuh
dan keluarganya meninggalkan kapal di atas gunung, kapal tersebut tidak pernah
disebut-sebut lagi dalam kitab suci. Kemudian penulis-penulis kitab suci tidak
pernah menyatakan mereka tahu bahwa kapal tersebut masih dapat
dilihat.Pegunungan yang disebut Ararat sekarang lebih tampak seperti daerah pegunungan
dengan dua puncak
Yang
menarik, ada banyak laporan sepanjang sejarah mengenai perahu besar di
pegunungan di daerah ini. Keterangan yang paling awal (bermula pada abad ke-3
SM) menyatakan, sudah diketahui secara umum bahwa kapal Nabi Nuh
itu masih dapat dilihat di Pegunungan Ararat
tentang kebenaran klaim bahwa bukit judy berasal dari Armenia ini disanggah bahwa bukit judy berada di Yaman dengan argumen diantaranya
tentang kebenaran klaim bahwa bukit judy berasal dari Armenia ini disanggah bahwa bukit judy berada di Yaman dengan argumen diantaranya
1. Bahwa tidak pernah terjadi air bah di daerah Asia Tengah yang menjadikan
bahtera Nuh berada di Armenia sebagaima disebutkan berbagai sumber sejarah dan
hasil dari penelitian orang-orang Amerika di Laut Mati dan daerah-daerah
sekitarnya pada tahun 2005.
2. Dan disebutkan didalam beberapa sumber sejarah bahwa asal muasal kaum Nuh adalah Bani Rasib yang merupakan asal-muasal dari orang-orang Yaman yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jazirah Arab.
3. Keberadaan gunung yang disebut dengan Tanur—yang disebutkan didalam Al Qur’an—berada di kota Hamdan propinsi Shan’a.
4. Dan sesungguhnya kuburan Nabi Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm. Hal ini dibuktikan dengan nama kota itu adalah Nahm yang juga nama dari Nabi Nuh as, Nuh adalah Nahm, sebagaimana disebutkan didalam Taurat.
5. Kota Shan’a dahulunya juga bernama kota Saam bin Nuh as.
Sementara itu Imam Ath Thobari mengatakan dari Ishaq bahwa bahtera itu berada di air selama satu tahun, melewati baitullah dan melakukan perputaran (thawaf) sebanyak tujuh kali lalu Allah mengangkatnya agar tidak tenggelam kemudian menuju Yaman dan kembali lagi ke Judi dan berlabuh di sana.
Sedangkan Al Qurthubi dan juga Al Baghowi didalam tafsirnya masing-masing menjelaskan bahwa bukit judi berada didaerah jazirah dekat al Maushul.
Didalam al Bidayah wa an Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa bukit Judi adalah bukit besar yang berada disebelah timur Jazirah Ibnu Umar hingga ke sungai Dajlah, berada dipinggiran al Maushul, (panjang bukit itu) dari selatan hingga utaranya sepanjang tiga hari perjalanan dan memiliki ketinggian sepanjang setengah hari perjalanan. Ia adalah bukit yang hijau karena ditumbuhi pepohonan dari eek (kayu) yang disampingnya terdapat sebuah desa yang bernama desa ats tsamanin sebagai tempat tinggal orang-orang yang diselamatkan bersama Nuh yang berada didalam bahtera itu. Tentang lokasi ini, Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa tidak hanya satu orang ahli tafsir yang menyebutkannya.
2. Dan disebutkan didalam beberapa sumber sejarah bahwa asal muasal kaum Nuh adalah Bani Rasib yang merupakan asal-muasal dari orang-orang Yaman yang kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jazirah Arab.
3. Keberadaan gunung yang disebut dengan Tanur—yang disebutkan didalam Al Qur’an—berada di kota Hamdan propinsi Shan’a.
4. Dan sesungguhnya kuburan Nabi Nuh berada di desa al Waqsyah yang dibangun didaerah Nahm. Hal ini dibuktikan dengan nama kota itu adalah Nahm yang juga nama dari Nabi Nuh as, Nuh adalah Nahm, sebagaimana disebutkan didalam Taurat.
5. Kota Shan’a dahulunya juga bernama kota Saam bin Nuh as.
Sementara itu Imam Ath Thobari mengatakan dari Ishaq bahwa bahtera itu berada di air selama satu tahun, melewati baitullah dan melakukan perputaran (thawaf) sebanyak tujuh kali lalu Allah mengangkatnya agar tidak tenggelam kemudian menuju Yaman dan kembali lagi ke Judi dan berlabuh di sana.
Sedangkan Al Qurthubi dan juga Al Baghowi didalam tafsirnya masing-masing menjelaskan bahwa bukit judi berada didaerah jazirah dekat al Maushul.
Didalam al Bidayah wa an Nihayah, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa bukit Judi adalah bukit besar yang berada disebelah timur Jazirah Ibnu Umar hingga ke sungai Dajlah, berada dipinggiran al Maushul, (panjang bukit itu) dari selatan hingga utaranya sepanjang tiga hari perjalanan dan memiliki ketinggian sepanjang setengah hari perjalanan. Ia adalah bukit yang hijau karena ditumbuhi pepohonan dari eek (kayu) yang disampingnya terdapat sebuah desa yang bernama desa ats tsamanin sebagai tempat tinggal orang-orang yang diselamatkan bersama Nuh yang berada didalam bahtera itu. Tentang lokasi ini, Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa tidak hanya satu orang ahli tafsir yang menyebutkannya.
ada klaim lain terbaru,
Kemarin, 26 April 2010 mereka
mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim
menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung
Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur. Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk
ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan
klaim mereka.
Menurut para peneliti, specimen yang
mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang
digambarkan dalam sejarah. Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu
telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah. “Kami belum yakin 100
persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata
salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing,
seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010. Grup yang
beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers
yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu. Kepada media yang hadir saat itu,
mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa
tambang, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan
untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan
untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah —
begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga
keamanan hewan-hewan. Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong
pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO — agar lembaga PBB itu
ikut menjaga kelestarian perahu Nuh. Awalnya, direncanakan para
arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun,
hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini
sangat tinggi. Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas
Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada
penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan
misinya
Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun
kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.
Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO,
mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki. Pada
2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang
diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju. Beberapa ahli
lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari
pemukiman manusia — yang selamat dari bencana banjir bah.
Wallohu A`lam Bishowab
Disarikan dalam berbagai sumber/Editor :Grando
Langganan:
Postingan (Atom)






